Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
24 - Hari Pertama Bekerja


__ADS_3

Hari pertama Shena bekerja.


Shena pun di tepat kan oleh Kika pada bagian membuat Jus buah. karena ia mengerti Shena tidak bisa mencium aroma bawang.


Di hari pertama bekerja, Shena pun begitu semangat, bersama sahabat nya ia melakukan semua bersama.


Kika yang membuka sebuah cafe yang lumayan rame pengunjung membuat Shena agak kelelahan, namun ini baru hari pertama nya bekerja. mengingat Tama ia kembali tersenyum dan semangat melakukan pekerjaan nya.


"She, capek ya?." Tanya Kika.


"Lumayan Ki, Sekarang aku baru rasakan capek nya jadi kamu." Ucap Shena.


"Kalau aku udah biasa, Ga terlalu capek. jangan di paksa ya She." Ucap Kika dengan wajah khawatir melihat Shena.


"Tenang. aman kok."Balas Shena.


•••

__ADS_1


Saat Shena pulang bekerja, Tama pun seperti biasa belum kembali dari bekerja, Shena merebah tubuh nya di sofa rumah , tubuh nya merasa sangat lelah karena hari pertama nya bekerja.


Ponsel Shena tiba-tiba berdering, ia pun dengan malas mengangkat telefon itu tanpa melihat siapa yang menghubungi nya.


"Iya."


"Lemes sekali angkat telefon nya?." Sebuah suara yang sangat di kenali Shena dan ia rindukan selama ini. membuat mata nya terbelalak dan duduk dengan penuh antusias.


"Kak Sean."


"Apa Kabar Shena. bagaimana keadaan mu saat ini?." Tanya Sean kakak Shena yang berada di luar negri.


"Maaf ya, perusahaan kakak ada masalah, saat kau melahirkan nanti, kakak janji akan pulang."Ujar Sean.


"Iya kak, janji ya. Bawa pacar kakak sekalian."Ucap Shena.


Sean mendengar kata pacar pun tertawa. "Tentu saja." Balas Sean.

__ADS_1


Kakak Shena yang tinggal di Amerika dan membuka perusahaan disana mengalami masalah di perusahaan nya sehingga ia tidak bisa pulang saat pernikahan Shena yang terbilang dadakan.


"apa kamu benar hidup dengan baik?." Tanya Sean, kini suara nya berubah pelan. Mendengar hal itu, ia nyakin ibu nya pasti sudah menceritakan sesuatu pada sang kakak, hingga kakak nya pun ikut mengkhawatirkan nya.


"Aku baik kak, kakak jangan khawatirkan aku."Ucap Shena.


"Baik lah, Aku percaya pada mu, kau wanita yang kuat kan. dimana Tama, aku ingin bicara dengan nya." ucap Sean.


"Em Tama belum pulang bekerja kak."Ucap Shena.


Sean melihat jam di pergelangan tangan nya. "Oh begitu, ya sudah lain kali saja."Balas Sean.


•••


Di tempat lain, Pak Antok menghubungi perusahaan teman nya tempat Tama bekerja, Ia pun meminta Sahabat nya untuk tidak mengatur banyak kerjaan bagi Tama hingga membuat laki-laki lembur bekerja.


Semua Pak Anton lakukan demi putri nya, sama hal nya dengan Bu Ratna yang mengkhawatirkan Shena yang sendirian di rumah, Begitu pula dengan Pak Anton yang juga khawatir pada putri nya.

__ADS_1


Karena hal itu, Tama hari ini pun pulang seperti biasa, namun ia tidak lansung pulang ke rumah, Ia pergi dimana Yuna biasa bersantai, ia melihat wanita itu dari jauh, tertawa dan terlihat semakin cantik saat ini bersama teman-teman nya.


Kesalahan nya membuat ia terpisah dari Yuna, wanita yang bersama nya selama ini. sulit untuk Tama menerima hal ini, Namun ia mencoba untuk memposisikan diri nya, kalau ia tidak lagi sendiri, ia kini berstatus suami orang. dengan perasaan bersalah ia hanya bisa meratapi Yuna dari jauh.


__ADS_2