Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
59 - Mengetahui


__ADS_3

Pagi itu.


Tama terbangun dan melihat Shena sudah menyiapkan jas untuk nya. Selesai bersiap, Tama pun keluar dari kamar dan melihat Shena tengah menyiapkan sarapan bersama Pembantu mereka.


Tama mengendong Thalia yang tampak di baringkan di lantai, bermain dengan putri kecil nya itu, mengecup nya penuh kasih sayang. Shena melihat hal itu, ia tersenyum tipis.


"Apa kamu ingin ke rumah Mama?."Tanya Tama pada Shena saat mereka duduk di meja makan untuk sarapan.


"Iya, Aku ingin bertemu kakak."Balas Shena.


"Aku akan mengantar mu."


"Tidak usah, Aku bisa pergi sendiri, Aku pergi nya siang, Aku akan sama bibi membersihkan rumah dulu."Balas Shena.


"Aku akan pulang jam makan siang, kau tidak bisa menyetir sendiri membawa Thalia." Ucap Tama.


Shena menatap Tama, Ia pun mengangguk mengiyakan. "Terserah kau saja."Balas Shena.

__ADS_1


•••


Setelah Tama Berangkat bekerja, Shena pun membersihkan rumah nya bersama pembantu baru yang di datangkan oleh Tama untuk membantu nya.


Saat Shena melewati ke ruang kerja Tama, ia melihat kunci pintu itu masih menempel di pintu, ia pun segera mendekati, membuka pintu dan masuk ke dalam, ia melihat ruangan itu sudah tersusun rapi semua barang-barang Tama, Entah sejak kapan Tama mengisi ruangan ini, Shena pun mendekati meja kerja tama, Tangan nya mulai tak terkendali kan lagi dengan pikiran nya yang kepo dengan apa yang Tama simpan di ruangan kerja nya itu, terlintas di pikiran Shena tentang Tama yang mencintai Yuna, ia pun mencari cari barang kali Tama masih menyimpan pemberian Yuna selama ini di ruangan kerja nya, hingga membuat diri nya tidak pernah di izinkan masuk ke ruangan kerja nya saat di rumah lama.


Namun, tentu bukan barang-barang Yuna yang Shena temukan, Shena menemukan semua hadiah yang di berikan Shena setiap ualng tahun Tama, tersimpan rapi di dalam lemari nya.


Bahkan ia menemukan foto foto diri nya.


Shena menelan Saliva nya, ia pun semakin mencari dan cari dan menemukan banyak lagi foto foto dirinya yang bahkan di jadikan album, Bahkan foto foto itu di ambil diam-diam saat Shena berada di kampus.


"Ketika aku bersama yang lain, sejenak membuat ku melupakan kalau diri ku mencintai mu, tapi kau tidak akan menghilang dari hidup ku, Sayang dunia kita berbeda."Lanjut tulisan di sebuah foto lain nya.


Shena yang membaca tentu saja menitikkan air mata nya, Ia tak menyangka kalau Tama selama ini mencintai nya.


Tiba-tiba Tama datang karena ia teringat belum mengunci pintu ruangan kerja nya, Kini semua nya sudah di ketahui Shena. tak ada yang perlu di sembunyikan lagi. Shena yang melihat Tama lekas berdiri.

__ADS_1


"Kenapa, Kenapa kamu tidak pernah mengatakan kalau kau mencintai ku?, kenapa kau perlakukan aku seolah hanya aku yang cinta kamu dan kamu tidak?." Tanya Shena.


"Shena, kenapa kau melihat barang-barang ku tanpa izin?."


"Katakan apa alasan nya Tam??" Shena menatap Tajam Tama, namun air mata nya tak berhenti jatuh.


"Kau pasti sudah tahu alasan nya." balas Tama.


"Jangan menangis." Tama menyekat air mata Shena. lalu menarik tubuh wanita itu dan memeluk nya.


Shena pun menangis di dalam pelukan Tama.


"Maaf, karena aku sudah membuat mu terluka selama ini, Semua karena aku merasa tidak layak untuk mu, Tapi saat ini, Aku akan berusaha membahagiakan mu dan Juga Thalia."Ucap Tama.


Shena pun dengan sesegukan ia membalas memeluk Tama, melingkarkan kedua tangan nya di pinggang pria yang telah menjadi suami nya itu.


Sejak hari itu. Hubungan Tama dan Shena pun sudah semakin Intim, tak lagi jarang keromantisan dan perhatian mereka menarik perhatian keluarga besar saat berkumpul.

__ADS_1


__ADS_2