Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
16 - Kedatangan Mertua


__ADS_3

"Dia mengacuhkan masakan mu?, Astaga, kenapa dia menyebalkan seperti itu dengan mu, Padahal dia pasti tahu kamu tidak pernah memasak sebelum nya." Kika begitu kesal saat mendengar curhatan hati Shena tentang Sikap Tama hari ini pada nya. padahal hanya melalui video call, namun Shena bisa merasakan kekesalan sahabat nya saat ini.


"Aku juga tidak tahu Ki, tapi mungkin ini yang harus aku terima di awal pernikahan Ku."Ucap Shena.


"Sabar ya She, Kamu harus tetap bertahan dengan bayi dalam kandungan mu." Ucap Kika.


"Ki, kau tahu kan aku menyayangi Tama sejak dulu, selain demi anak ku, aku juga bertahan karena aku mencintai Tama."Ucap Shena


"Iya, aku tahu, kau cinta mati dengan Tama mu itu..." Dengan memasang wajah malas, membuat Shena tertawa.


"Gak usah gitu juga kali muka nya."Ucap Shena. Kika pun tersenyum, ia hanya mengoda Shena agar wanita itu tersenyum.


Saat tengah asik mengobrol dengan Kika, Shena mendengar suara mobil yang masuk ke dalam rumah, Ia pun segera mengajak Kika untuk mengakhiri sambungan telefon saat yang ia lihat adalah mobil mertua nya.


"Ki, Sudah sudah dulu ya, Ada mertua ku datang seperti nya."Ucap Shena.


"Mereka datang?, baik lah baiklah, matikan telefon nya."Ucap Kika.


"Iya Ki, bye ki." Setelah sambungan telefon dimatikan, Shena berjalan keluar rumah, menyambut ke datangan mertua dan kakak ipar nya.


"Mama, Papa, Kak Brams." Sapa Shena dengan hangat.

__ADS_1


"Hi She, dimana Tama?." Tanya Brams pada Shena.


"Dia ada wawancara kerja kak Brams." Jawab Shena.


Pak Toni dan Sisil saling melihat satu sama lain dengan binggung, lalu mengelengkan kepala memikirkan Tama yang pergi di hari pertama menikah.


"Ayo Masuk Ma, Pa."Ajak Shena.


"Iya sayang."Balas Bu Sisil.


Brams masih berdiri di teras rumah sementara Shena dan kedua orang tua nya masuk ke dalam rumah.


Dering telefon Tama berbunyi di tengah obrolan nya dengan Jovi.


"Kau dimana Tam?." Tanya Brams.


"Di cafe dengan Jovi, ada apa?." tanya Tama.


"Aku dan Mama, Papa ada di rumah mu, pulang lah." Jawab Brams datar.


"Aku masih sibuk, nanti kalau sudah selesai aku akan pulang." Jawab Tama.

__ADS_1


"Kenapa seperti ini Brams, kau dan Shena baru saja menikah, bagaimana mungkin mau meninggalkan nya begitu saja."Ucap Brams.


"dia bukan anak kecil lagi kak, lagian aku keluar karena urusan kerja, sudah dulu kak." Tama mengkahidi sambungan telefon nya lebih.


"Tunggu Tam." Brams ingin menahan, namun Tama sudah menutup telefon.


"Aku sudah katakan Tam, kau harusnya tidak meninggalkan Shena, apa lagi baru sehari menikah."Ucap Jovi.


"Sudah lah, jangan bawel seperti Brams."ujar Tama.


Jovi tertawa. "Binggung aku dengan mu, padahal Shena sangat cantik, dia juga putri orang kaya, apa yang kau ragukan, sampai kau menghindari nya seperti ini." Ujar Jovi lagi. seperti tidak ada puas nya ia mengekak Tama yang ia rasa sudah salah.


"Kau tahu perasaan ku, seharunya kau tahu juga alasan nya."Jawab Tama.


"Iya, aku tahu. tapi..."


"Hah, sudah lah, sepertinya sudah tidak menarik lagi santai dengan mu hari ini, aku mau pulang saja."Kata Tama sembari berdiri.


"Baguslah kalau ingin pulang, begitu lebih baik, tidak masalah kau kesal dengan ku." Jovi tersenyum menatap Tama. Tama menyunggingkan senyuman nya, sebelum akhirnya ia berpisah dengan Jovi.


"Ayo aku antar."

__ADS_1


"Aku akan pulang naik Taxi saja, terima kasih hari ini."Ucap Tama. dan berjalan pergi setelah menepuk pundak Jovi. Jovi pun tersenyum melihat Tama sudah berlalu pergi dari hadapan nya, minimal Tama hari ini pulang cepat karena tidak suka Jovi terus membahas soal Shena.


__ADS_2