Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
58 - Sean


__ADS_3

Sean tiba-tiba memegangi tangan Yuna, lalu menyeret nya keluar dari rumah.


"Pergi dari sini, dan kembali semua uang, Mobil, yang ku berikan selama ini pada mu, termaksud uang kuliah mu." Ucap Sean.


Yuna pun hanya bisa menangis, melihat Sean pergi meninggalkan nya setelah itu.


Sean menatap Tama dengan dingin saat ia akan memasuki kembali rumah, Tama pun hanya bisa diam, Ia juga bersalah disini, ia tidak tahu kalau Yuna telah memiliki kekasih, Yuna sangat pandai mengendalikan situasi saat itu. membuat Tama tertipu mentah-mentah.


Kini ia pun mengerti, kenapa Yuna selalu memiliki uang, meski ia tidak bekerja, dan bahkan memiliki mobil setelah putus dari nya.


•••


Yuna kembali ke rumah, ia segera mengemasi barang-barang, ia sama sekali tidak rela kalau Sean mengambil kembali semua yang dia berikan.


"Kenapa bisa kebetulan seperti ini, lagi-lagi Shena Shena dan Shena, hidupku jadi sial bertemu wanita sial itu. Percuma aku tetap disini, Sean tidak akan memaafkan ku." Yuna membatin, sembari ia memasuki barang-barang nya ke dalam koper.


Kesalahan yang ia buat terlalu besar, keluarga Besar Sean sudah pasti tidak akan menerima nya, Apa lagi Sean.


Dengan mobil yang di belikan Sean, Yuna pergi melarikan diri keluar kota.


Dari luar kamar, Semua mendengar barang barang berjatuhan, pasti karena Sean tengah membanting barang barang untuk melampiaskan kekecewaan nya.


"Kasian kak Sean." Ucap Kika.

__ADS_1


"Lebih baik dia tahu sekarang dari pada nanti."Ucap Bu Ratna, tidak merasa menyesal kalau putra nya patah hati karena Yuna, karena Yuna bukan wanita yang baik.


Shena masuk ke kamar kakak nya dan melihat sang kakak tengah berdiri menatap keluar jendela.


"Kak." Panggil Shena dengan lembut dan hati-hati.


"Shena, Aku sedang ingin sendiri, tolong keluar lah."Ucap Sean.


"Baiklah." Balas Shena yang menghargai keinginan kakak nya. Shena pun keluar dengan perasaan sedih, melihat sang kakak terluka seperti ini.


Saat hari sudah sore, Kika masih disana, menunggu Sean keluar dari kamar, Namun Sean tidak juga keluar sampai saat ini.


Shena pun membuatkan makanan ke dalam piring, Kika menghampiri nya Shena untuk membantu nya.


"Mau bawakan buat kak Sean."Balas Shena.


"Biar aku saja She, Kasihan Thalia dari tadi gelisah di gendong Tama, mungkin dia mau susu." Ucap Kika.


Shena menatap Tama yang sejak tadi mengendong Thalia, Ia pun merasa kasihan karena Tama pasti lelah,


Shena pun mengangguk menyetujui nya.


Setelah menyiapkan semua nya. Kika menuju ke ruangan Sean.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


Kika mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban dari dalam. Karena Khawatir, Kika pun memutar ganggang pintu yang ternyata tidak di kunci.


Terlihat Sean berbalik membelakangi pintu masuk. di lantai seperti kapal pecah, dimana semua beda berserakan di lantai.


"Kak"


Kika meletakan piring di atas meja samping Tempat tidur.


"Kak." Kika menyentuh bahu Sean bermaksud untuk membangunkan nya untuk makan, Terlebih sejak tadi siang Sean sudah ada di kamar dan tidak makan sama sekali.


"Keluar." Sean dengan kasar menepis tangan Kika yang saat ia menyentuh bahu nya.


Tentu saja itu sangat membuat Kika terkejut, Sean yang selalu lembut pada nya, tiba-tiba menepis tangan nya dengan kasar.


"Maaf kak, Aku cuman antar makanan, jangan lupa di makan ya kak, Kakak belum makan sejak tadi siang."Ucap Kika. Lalu berjalan keluar dari kamar Sean.


Sean menoleh dan menghela nafas berat, seolah menyesal karena bersikap kasar pada orang di sekitar nya, hanya karena rasa sakit hati nya pada Yuna, Apa lagi pada Kika yang adalah orang lain.

__ADS_1


__ADS_2