Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
49 - Hati Tama


__ADS_3

"Maaf Yuna, sebaiknya kau pulang, Aku harus membereskan barang-barang ku."Ucap Tama dan berjalan meninggalkan Yuna.


Namun Yuna tiba-tiba berlari kecil ke arah Tama dan memeluk laki-laki itu dari belakang. Tama mencoba melepaskan tangan Yuna, tapi wanita menadadak menjadi kuat, sulit untuk melepaskan nya, bahkan saat sudah berhasil di lepas, Yuna kembali memeluk nya.


"Lepas kan Yuna!."


"Tidak mau."


"Tam, Aku mencintai mu sejak dulu, Aku tak bisa hidup tanpa Mu, jika aku tak bisa menjadi istri pertama mu, Aku rela kalau kau jadikan aku simpanan mu, asal kita berdua bahagia."Ucap nya.


"Kau Gila Yuna." Tama mencengkram kuat tangan wanita itu hingga reflek rasa sakit itu membuat nya melepaskan pelukan nya.


"Pulang lah Yuna, Tolong." Ucap Tama yang mencoba menahan emosi nya. namun suara nya telah meninggi.

__ADS_1


Sikap Tama yang mendadak dingin dan keras pada nya membuat Yuna pun dengan sedih berlari keluar dari rumah Tama sembari menangis.


"Maafkan aku Yuna, hubungan kita telah selesai, maaf telah mengecewakan mu."Ucap Tama di dalam hati nya.


Dari balik jendela ia melihat Yuna pergi dengan mobil meninggalkan halaman rumah Tama.


"Apa kau pikir bisa membuang ku begitu saja Tama, Aku sudah bersama mu dan menemani melewati hari-hari mu." Kesal Yuna.


Tama masuk ke dalam ruangan kerja nya dan duduk di sana untuk menenangkan diri nya. ia membuka Laci meja kerja nya, dimana ada sebuah kotak yang berisikan foto-foto dirinya dengan Shena. dengan jemari nya ia mengelus wajah Shena pada Foto nya.


Semua orang tahu kalau Shena sangat mencintai Tama, mengejar Tama dan menempel pada, begitu pun Yuna.


Selain tahu kalau Shena mencintai Tama, Yuna juga tahu kalau Tama mencintai Shena.

__ADS_1


Sejak pertemuan mereka pertama kali saat kecil dan selalu dekat, Tama sudah menaruh hati pada Shena, mencintai dan menyayangi wanita, tidak pernah 1 kata pun Tama mengatakan kalau ia risih Shena terus menganggu nya. karena ia selalu ingin melihat Tama.


Hingga pada Akhir nya, Tama tahu dan menyadari kalau Ia tidak satu level yang sama dengan Shena. kepercayaan diri Tama hilang.


Ia pun mencoba untuk melupakan perasaan cinta nya pada Shena walau Sulit. bahkan sangat sulit, hingga Yuna datang dan mengisi hari nya dan membuat ia sedikit bisa melupakan shena di dalam hati nya.


Ruangan ini, sebagai bukti kalau ia memiliki semua barang yang Shena berikan pada nya, itu sebabnya Tama selalu mengunci pintu ini, agar tidak di lihat Oleh Shena.


Saat pernikahan mereka, Tama bersikap acuh pada Shena, semua karena ia merasa tidak layak bagi Shena, Shena adalah anak orang kaya, berbeda dengan dia yang hanya lah orang biasa.


Sikap Bu Ratna semakin membuat Tama merasa kalau ia tak akan bisa membahagiakan Shena kalau tidak dengan bantuan orang tua Shena.


Tama terus berjuang, bekerja pagi hingga malam untuk mendapatkan uang yang lebih dari gaji nya, hingga pada akhir nya rasa lelah membuat ia benar-benar mengacuhkan Shena dan menyakiti wanita itu lebih dalam.

__ADS_1


Menyesal, sedih, marah pada diri sendiri, itu yang Tama rasa kan ketika ia mendengar kalau buah hati mereka telah tidak ada, Setelah mendengar kalau Anak mereka masih hidup, Tama pun mencoba menurunkan ego nya, menuruti, mengiyakan semua yang di inginkan Shena, di inginkan keluarga Shena.


Kini ia mencoba untuk melepaskan Yuna karena yang tersisa kini bukan lah cinta, tapi rasa bersalah karena sudah menghianati nya yang menemani nya beberapa tahun ini.


__ADS_2