
Setelah semua selesai, Shena merasa sangat lega, ia dengan antusias menyajikan makanan di atas meja makan berharap ini tidak terlalu buruk untuk di makan oleh Tama.
Saat Tama keluar dari kamar, ia akan melewati meja makan begitu saja, Shena dengan segera memanggilnya.
"Tama." Panggilan Shena menghentikan langkah laki-laki itu.
Tama menoleh dan menatap Shena dengan dingin.
"Aku sudah siapkan sarapan untuk mu, aku sedang belajar...."
"Aku makan di luar saja, aku ada wawancara kerja hari ini." Jawab Tama.
Belum selesai Shena menjelaskan kalau ia sedang belajar memasak, Namun sudah di patahkan dengan kekecewaan oleh Tama.
"Kenapa tidak makan sedikit saja dulu, agar tidak terlalu lapar, nanti kau masuk angin sebelum pergi tidak makan."Ucap Shena.
Tama terdiam, ia lalu berjalan pergi tanpa mengatakan apa pun lagi pada Shena, Shena benar-benar merasakan di hiraukan oleh Tama saat ini. Shena mengepalkan tangan nya, melapangkan hati nya untuk bersabar. ia lalu duduk di kursi meja makan, menatap makanan yang ia masak.
Semua ia lakukan dengan sepenuh hati dan juga semangat, tapi ia tak menyangka Tama bahkan tak mau melirik masakan nya sama sekali.
Shena lalu berjalan mendekati jendela, melihat dari dalam rumah Tama yang berangkat mengunakan motor nya. Air mata Shena menetes membasahi pipi nya.
__ADS_1
Shena lalu duduk di meja kan makan, mulai memakan yang ia masak, hasil nya tidak begitu buruk, hanya sedikit asin, namun masih bisa untuk di konsumsi.
•••
Tama bertemu dengan Jovi yang mencarikan nya pekerjaan di sebuah perusahaan yang di kenal baik oleh Jovi.
"Bagaimana malam pertama mu?. ceritakan sedikit, Aku ingin tahu."Tanya Jovi sembari senyum menatap Tama.
Tama tersenyum mengelengkan kepala nya.
"Kau lebih pengalaman dengan hal ini, sudah berapa wanita yang kau tiduri?." Ucap Tama.
"Hei-hei mulut mu, aku bukan laki-laki seperti itu, mana ada banyak wanita, hanya beberapa saja." Jawab Jovi lalu tertawa.
"Apa yang perlu di nikmati, tidak bekerja dan hanya di rumah, kau pikir nanti masih bisa menikmati makanan."Ucap Tama.
Jovi menyunggingkan senyuman nya.
"Kau setelah menikah jadi bijak sekali."Kata Jovi
Setelah sampai, Tama pun bertemu dengan teman Jovi, bernama Pak Jojo, setelah pembicaraan singkat Tama pun di terima bekerja di perusahaan itu.
__ADS_1
Tentu saja Tama sangat senang, perusahaan besar ini idaman orang-orang yang selama ini, dan diri nya yang baru saja lulus dapat di terima lansung di sana.
"Selamat Tam, kau bekerja juga, semoga kau betah dan berkembang disini."Ucap Jovi yang kini sudah duduk di cafe bersantai bersama menunggu jam makan siang.
"Berkat kau juga aku bisa bekerja disana."Balas Tama. Jovi tersenyum kecil.
•••
sementara di ruangan Pak Jojo, ia menerima telefon Pak Anton ayah nya Shena.
"Bagaimana Jo, dia sudah menemui mu??" Tanya Pak Anton
"Sudah Ton, lewat Jovi Aku menghubungi nya."Balas Pak Jojo.
"Baiklah, terima kasih untuk bantuan nya, maaf merepotkan mu."Ucap Pak Anton.
"Semua bisa di atur, kita kan teman, Tapi kalau boleh tahu, kenapa dia tidak boleh tahu, kamu yang meminta dia bekerja disini?."
"Iya, dia bukan tipikal orang yang mau menerima dengan mudah bantuan orang."
"Aku mengerti, kalau kau butuh yang lain, jangan sungkan Anton."ucap Pak Jojo.
__ADS_1
Pak Anton yang sudah mengenal karakter Tama sejak awal pun sudah merencanakan semua nya, dengan bantuan Jovi mengatakan Tama ke perusahaan sahabat nya, tempat ia berinvestasi besar disana. Karena ia tahu Tama tidak akan mau jika ia menawarkan Tama untuk bekerja di perusahaan nya.