Cintai Kami Papa

Cintai Kami Papa
42 - Rahasia Apa?


__ADS_3

Saat jam pukul 7 malam.


Tama yang baru selesai bekerja pun keluar dari kantor, ia lansung di hampiri Yuna yang tampak cantik dengan style nya yang terlihat anggun.


"Hi Tam."


"Hi."Balas Tama datar, namun masih tersemat senyum tipis untuk Yuna.


"Ayo, itu mobil nya disana."Ajak Yuna.


Tama menatap mobil yang sejak mereka putus Yuna mengunakan nya.


"Mobil siapa?." Tanya Tama.


"Mobil sepupu ku, udah jangan banyak mikir, Ayo..." Yuna menarik tangan Tama menuju ke mobil mereka.


"Kamu bawa mobil ya."Ucap Yuna, Tama pun mengiyakan walau ragu.


Di dalam perjalanan, Tama hanya diam dan terus menyetir. sementara Yuna sesekali mengajak nya bicara, meski Tama tidak menggubris nya.


"Tam, Udah lama banget ya kita ga keluar bareng."Ucap Yuna. Tama melirik ke arah Yuna, tanpa menjawab ucapan wanita itu.


Setelah sampai di cafe, mereka pun turun dan duduk saling berhadapan di sebuah meja kecil.


"Untuk apa keluar negri?." Pertanyaan yang reflek terucap.


"Bekerja disana Tam, dan mungkin lama baru akan kembali kesini."Tutur Yuna.

__ADS_1


"Aku pasti akan merindukan mu."Lanjut Yuna, namun kalimat ini ia ucapan kan sangat pelan dengan wajah sedih.


"Semenjak kamu berhenti mencari ku, Aku merasa ada yang hilang Tam, aku merindukan dirimu yang terus memperhatikan ku, dan mendekati ku, Kalau saja kau dengar apa kata ku, untuk menjauh dari Shena, mungkin bukan dia yang menjadi istri mu, tapi aku."Ucap Yuna. Tama pun diam mendengar apa yang di katakan Yuna.


"Aku dengar Shena sudah meninggalkan mu, apa itu benar tam?." Tanya Yuna.


"Kamu tahu dari mana?." Tanya Tama.


"Aku dengar dari orang-orang kantor tempat aku bekerja, kau kan sangat terkenal juga disana, karena kau bekerja di perusahaan lain, padahal mertua mu kaya raya, apa kamu tidak tahu perihal gosib itu?." Tutur Yuna.


"Itu pilihan ku sendiri, biarkan saja."Balas Tama.


Yuna lalu mendekati diri nya ke arah meja, memegangi tangan Tama yang tengah mengaduk kopi di gelas itu.


Tama pun terpaku sebelum akhirnya ia menarik kembali tangan nya. "Yuna, aku harap kau mengerti posisi ku saat ini."ucap Tama.


"Kami telah menikah."


"Iya, aku tahu, tapi jelas bukan karena cinta, setelah kejadian hari itu, aku nyakin kalian tidak pernah lagi tidur bersama." Ujar Yuna.


Tama benar-benar di pojokan saat ini, ia tak tahu ucapan Yuna hanya menebak saja atau memang ia tahu tentang hubungan diri nya dengan Shena.


"Aku juga tahu tentang anak mu yang meninggal itu Tama, aku ada rahasia yang harus kau ketahui."


"Rahasia, Rahasia apa?." Tanya Tama kini di buat penasaran.


"Tapi aku ingin rahasia ini mendapatkan balasan yang setimpal, karena kalau kau dengar ini, kau pasti akan bahagia."Ucap Yuna.

__ADS_1


Tama menatap Yuna. apa Yuna sedang mempermainkan nya?.


"Apa syaratnya?."


"Tidak berat Tam, selama seminggu aku hanya ingin kita kesini dan duduk bersama."Ucap Yuna.


Syarat yang tidak berat. Tama pun mengangguk menyetujui nya.


"Katakan Yuna, rahasia apa?."


"Anakmu masih hidup Tam, dia lahir Prematur, tapi kini bayi mu sudah tubuh sehat."Ucap Yuna.


"Lelucon apa ini Yuna?."


"Ini bukan lelucon, aku serius Tam, dokter yang menangani Shena adalah Tante ku. aku melihat kau di rumah sakit waktu itu, aku melihat kau terlihat murung. semua sudah di rencana kan Shena untuk melepaskan hak mu atas anak mu itu."Ucap Yuna.


Pernyataan yang membuat Tama antara percaya dan tidak.


"Aku tak mengerti semua ini."Ucap Tama.


"Kau akan mengerti kalau kau datang diam-diam dan lansung masuk ke rumah menemui Shena. atau kau tanyakan pada orang tua mu."Ucap Yuna.


Mendengar hal itu, Tama lansung berdiri dari duduk nya. ia tidak tahan mendengar nya, dan butuh kejelasan apa benar yang di ucapkan Yuna saat ini.


"Aku harus pergi Yuna. maaf." Kata Tama dan berlalu pergi.


Tama pergi, Yuna menyungging kan senyuman nya.

__ADS_1


__ADS_2