
"Kamu Tania, kan? Anaknya bu Ayu?" Tanya kang ojek yang sedang membonceng Tania itu. Tania mengernyitkan dahi, kenapa pria ini bisa tau namanya dan juga nama ibunya. Padahal, pria ini seperti orang asing dan bukan berasal dari Desanya.
"Kok si Abang tau?" Tanya Tania penasaran.
"Tania, ini aku Reyhan. Teman sekolah kamu waktu SD dan SMP."
Tania diam, mencoba mengingat-ingat.
"Reyhan? teman sekolah waktu SD dan SMP?"
Beberapa saat mencoba mengingat, akhirnya Tania bisa ingat siapa pria itu. Reyhan merupakan teman sekelasnya dulu, tapi kemudian pindah sekolah karena harus pindah rumah ke kampung seberang.
Sebenarnya dulu Reyhan tidak begitu akrab dalam arti tidak berteman dekat dengan Tania, hanya saja ia dan Tania selalu saja di pertemukan di kelas yang sama dari SD hingga SMP kelas 1 dan kelas 2. Di kelas 2 SMP semester akhir ia kemudian pindah sekolah.
"Astaga! Lama ya, gak ketemu." Ucap Tania di sertai tawa.
"Iya, nih. Kamu masih sama kayak dulu. Manis." Balas Rey, membuat Tania sedikit tersipu.
"Kok kamu bisa berada di Desa ini?"
"Sengaja main, lagian teman-temanku kan banyak orang sini."
"Oh," Tania termanggut-manggut.
"Kamu dari mana? Kok kayak abis dari perjalanan jauh?"
"Aku dari Kota. Biasalah, kerja."
"Kamu dari dulu memang pekerja keras."
Tania hanya menyunggingkan senyum mendengar ucapan Rey.
"Sekarang kesibukan kamu apa?" Tanya Tania basa-basi.
__ADS_1
"Aku kuliah di Kota. Berhubung lagi libur, jadi aku nyempetin keliling-keliling Desa, termasuk ke Desa ini."
"Lha? Terus sekarang? Kok kamu?"
"Ya begitulah, sebenarnya aku bukan Kang Ojek. Sengaja tadi kumpul sama Bapak-bapak Ojek di pengkolan."
Wajah Tania seketika memerah. 'Astaga! Pantas saja ia terlihat berbeda dari yang lain, dan tadi orang-orang di sana pada ketawa-ketawa. Ternyata ia bukanlah Kang Ojek!' Ingin rasanya Tania turun dari motor saat itu juga. Malu!
Rey tertawa. Ia menyadari kegelisahan Tania. Sedangkan wajah Tania saat ini merah padam bak tomat.
"A--anu, maaf. Ta--tadi aku kira kamu Kang Ojek." Ucap Tania terbata-bata.
Rey masih tertawa, membuat Tania semakin malu dan salting.
"Udah gak apa-apa. Aku ikhlas kok anterin kamu ke rumah. Lagian aku juga gak sibuk."
"Astaga! Maaf ya, Rey. Aku jadi ngerepotin. Kamu sih, kenapa tadi gak bilang kalo kamu bukan Kang Ojek!"
"Ya gak apa-apa. Ada hikmahnya juga. Aku jadi bisa ngobrol sama teman lama. Siapa tau ini jadi awal yang bagus, kan?" Ucap Rey masih dengan tawanya.
"Masih di rumah lama?" Tanya Rey.
"Iya." Jawab Tania.
***
Motor Rey berhenti tepat di depan rumah Tania. Ia benar-benar masih mengingat rumah gadis itu ternyata.
Dari SD hingga SMP mereka sudah terbiasa berjalan kaki bersama-sama dan beramai-ramai. Dan rumah Tania adalah yang paling dekat dengan Sekolah. Jadi mereka semua tau di mana letak rumah gadis itu. Kadang juga mereka mampir untuk sekedar meminta air minum.
"Makasih ya, Rey." Ucap Tania saat turun dari motor.
"Iya, sama-sama."
__ADS_1
Rey masih belum pergi. Tania sebenarnya tau, pria itu pasti ingin di tawari mampir, tapi Tania tak mau.
'Ntar apa yang orang-orang bilang kalau aku mempunyai tamu seorang cowok. Ah malu! Lagian, di usiaku yang sudah memasuki 19 tahun aku belum pernah membawa cowok ke rumah. Kecuali kemarin Tuan Rakha yang memang datangnya dadakan bak tahu bulat yang di goreng dadakan.'
"Besok sibuk?" Tanya Rey.
"E--enggak juga,"
"Kaki kamu kenapa?" Tanya Rey mengamati kaki Tania.
"Emangnya kenapa?" Tania jadi ikutan mengamati kakinya.
"Bisa jalan?"
"Bisa lah, wong kaki ku gak kenapa-napa."
"Yaudah, kalo bisa jalan besok aku jemput. Jam 11 siang." Rey menyunggingkan senyum. Lagi-lagi gigi gingsulnya terpampang jelas. Dan itu ... sangat manis.
Tania hanya tertegun dengan mata melotot.
"Tapi aku gak tinggal di rumahku, Rey. Aku tinggal di rumah bu lek Rohimah." Ucap Tania.
"Oke. Besok aku jemput di sana." Rey tersenyum lebar.
"Ta--tapi!"
"Aku pamit dulu, sampai jumpa besok." Ucap Rey kemudian berlalu.
'Astaga! Apa-apaan dia? Kan aku belum bilang 'iya'. Ta--tapi, kenapa aku merasa senang?'
Tania bergegas berjalan ke rumah bu Rohimah, karena di sana ibunya berada. Perasaannya jadi tak karuan gara-gara Reyhan tadi.
__ADS_1
Reyhan Aditya