
"Bergegaslah, Tania!" Teriak Rakha dari teras rumah.
Hari ini Rakha akan mengajak Tania berbelanja. Entah kenapa ... sikap Rakha memang sulit di tebak. Padahal selama satu minggu sejak kejadian 'hamil' kemarin mereka saling diam-diaman, hal yang sudah biasa terjadi diantara mereka berdua. Tapi hari ini, mereka tiba-tiba seperti 'baikan' lagi.
Rakha ... kalau ia tak suka pada Tania kenapa ia tak memecatnya saja, lalu mencari pekerja lain? Ia seperti sengaja tak akan membuat Tania bisa pergi dari rumah ini. Malah hari ini ia bilang Tania boleh membeli semua kebutuhannya.
*
"Kenapa lama sekali?" Tanya Rakha dengan raut wajah kesal.
"Aku tadi bersiap-siap, Tuan. Aku bingung harus memakai baju apa. Soalnya aku belum pernah berbelanja di tempat yang Tuan sebutkan tadi."
Rakha menatap wajah Tania, lumayan lama. Tania segera mungkin berpaling.
"Untung kau lumayan cantik, jadi tak nampak kalau kau cuma pelayan ku." Desis Rakha kemudian berlalu.
__ADS_1
"Apa ia memujiku?" Tania bergumam.
Tania lalu mengekor di belakang Rakha, ini kali pertama mereka akan pergi bersama. Pergi ke pusat perbelanjaan.
*****
Mata Tania terbelalak saat memasuki bangunan mewah bertingkat entahlah, sangat tinggi! Ia seperti tak mau berkedip, tak mau melewatkan pemandangan yang sangat memanjakan mata.
'Apa ini yang dinamakan Mall? Banyak sekali baju-baju, tas, sepatu terpajang rapi pada rak khusus.' Tania semakin terbelalak, apalagi melihat harga yang tertera pada masing-masing barang itu.
*
Tania berjalan beriringan dengan Rakha, hampir saja ia menabrak pria itu gara-gara terhanyut dengan pemandangan di sekeliling. Rakha hanya geleng-geleng kepala melihatnya.
Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah Toko baju. Rakha terlihat berbicara pada pegawai di sana. Tania hanya diam sambil terus memperhatikan isi di dalam Toko Baju itu.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba salah seorang pegawai datang dengan membawa beberapa helai baju, di lanjutkan dengan dua orang lagi yang juga membawa baju dengan model yang lain.
"Yang ini pas untuk dia, Pak. Warnanya juga gak terlalu mencolok." Ucap salah seorang pegawai itu sambil mengarahkan baju yang ia maksudkan pada Tania. Tania hanya diam memperhatikan.
"Ya sudah, itu saja." Jawab Rakha singkat. "Carikan beberapa helai lagi, agar ia bisa berganti setiap harinya." Sambung Rakha. Para Pegawai itu segera bergegas.
Tania mendekati Tuan Rakha. "Untuk apa banyak-nanyak, Tuan? Bajuku di rumah masih ada dan masih bagus. Lagipula, baju sebagus di sini sayang kalau di pakai untuk sehari-hari." Ucap Tania.
Rakha mendelik, "Berisik sekali! Aku sudah bosan melihat pakaianmu yang itu-itu saja, Tania. Lagi pula, kau juga harus merawat dan mempercantik diri untuk menyenangkan mataku." Ucap Rakha, yang membuat telinga dan hati Tania terasa panas mendidih.
Tania diam saja, membiarkan para pegawai toko melakukan pengukuran beberapa model baju pada dirinya dan juga memakaikan beberapa model sepatu pada kakinya.
Awalnya Tania senang berada di sini, karena akan diajak berbelanja. Ternyata eh ternyata, semua ini hanya untuk menyenangkan diri Rakha saja.
Tania bagaikan sebuah manekin. Yang di percantik untuk menjadi kesenangan mata orang yang menatapnya.
__ADS_1