Dari Nyaman Jadi Cinta

Dari Nyaman Jadi Cinta
BAB 55 - Pesta


__ADS_3

"Maaf baru nemuin kamu hari ini." Ucap Rey.


"Gak apa-apa, kok."


"Aku agak sibuk,"


"Iya, gak apa-apa."


"Takutnya kamu ngira aku lupain kamu."


"Ah! Enggak, kok."


"Kamu sibuk malam ini?"


"Enggak juga. Kenapa?"


"Aku ada acara. Pesta temen. Kamu ikut aku, ya? Mau, kan?"


"Ta--tapi," Tania tampak berpikir panjang.


"Gak apa-apa. Kan ada aku."


Akhirnya Tania mengangguk tanda setuju.


"Yaudah. Ntar malem aku jemput jam 7. Sekarang aku harus balik, masih banyak kerjaan yang belum selesai."


"Iya," Tania tersenyum.


"Nah gitu. Aku paling suka liat senyum kamu, Nia." Ucap Rey menatap Tania lekat membuat wajah gadis itu merah merona.


"Aku pulang dulu, ya. Jumpa lagi ntar malem." Sambung Rey.


"Iya. Hati-hati." Balas Tania.


Kemudian Rey hilang dari pandangan.

__ADS_1


Tania bingung harus bagaimana. Teman-teman Rey pasti semuanya orang berada dan berpendidikan. Sedangkan ia? Orang biasa yang hanya lulusan SMA.


"Apa aku gak usah pergi? Tapi tadi sudah terlanjur mengiyakan." Tanya Tania pada diri sendiri.


****


Malam datang begitu cepat. Sangat tidak berasa, seketika semua sudah berubah menjadi gelap.


"Gadis ibu cantik sekali." Ucap bu Ayu memandangi Tania yang sedang berdiri di depan kaca.


"Ibu?" Tania mengulum senyum.


"Mau kemana?"


"Ikut Rey, Bu. Boleh, ya?"


Raut wajah bu Ayu berubah seketika.


"Bu ..." Panggil Tania lembut.


Bu Ayu hanya memberi senyum kecil kemudian mengangguk.


"Nia berangkat dulu ya, Bu." Tania mencium tangan ibunya.


"Iya. Hati-hati, Nak."


Tania bergegas menemui Rey. Hari ini, cowok itu tak nampak dengan motornya. Ia memakai mobil keren berwarna putih.


"Motor mana?" Tanya Tania heran.


"Ada. Dia istirahat dulu. Gantian si putih yang bawa Tuan Putri malam ini." Ucap Rey sembari tersenyum.


"Ah! Bisa aja. Aku kan jadi malu."


"Yaudah. Buruan naik."

__ADS_1


Tania masuk ke mobil. Meka berdua berlalu di telan gelapnya malam. Bu Ayu hanya memperhatikan dari jendela dengan hati yang berdebar was-was.


*****


"Ini rumahnya?" Tanya Tania saat mobil memasuki halaman sebuah rumah.


"Iya."


"Pestanya di sini?"


"Iya."


"Tapi ... kok sepi?"


Rey mengalihkan pandangan ke Tania yang keheranan.


"Tania sayang. Pesta anak muda itu gak sama dengan pesta hajatan di Kampung." Ucap Rey di sertai tawa.


"Ayo, masuk." Sambung Rey. Walau ragu, Tania akhirnya menuruti.


"Udah jangan takut. Kita cuma happy-happy. Kan ada aku."


Tania mengangguk.


Sesampai di depan pintu, Rey dan Tania langsung di sambut oleh temen Rey yang punya rumah--Rama.


"Welcome, Bro!" Ucapnya sangat girang.


Rey dan Tania masuk. Di sana sudah lumayan ramai orang, sekitar lima belas orang campur cewek-cowok.


Sesaat kemudian, suara musik DJ mulai memekakan telinga. Orang-orang mulai berlompat-lompatan, bergoyang ria, teriak-teriak sebagai ungkapan kegirangan.


Sesekali mereka menuang minuman yang sudah tersedia di atas meja, entah minuman apa itu. Dan mulai menghembuskan asap rokok, tak hanya para cowok-cowok, cewek-cewek pun sama. Asap mengepul di ruang itu.


Tania mengernyitkan dahi. Sangat risih, apalagi mendengar suara musik yang sangat keras, bau minuman yang khas, dan bau minuman.

__ADS_1


"Bawa happy aja." Ucap Rey pada Tania.


"Iya, Rey. Aku duduk aja." Ucap Tania menuju kursi. Tak menghiraukan orang-orang yang seperti tak ingat lagi akan dunia. Tenggelam dalam irama yang memabukkan.


__ADS_2