Dari Nyaman Jadi Cinta

Dari Nyaman Jadi Cinta
Bab 39 - Ke Luar Kota


__ADS_3

"Aku akan berangkat ke luar Kota, Tania." Ucap Rakha saat Tania menyiapkan seragam kerjanya pagi ini.


"Lalu aku harus apa, Tuan?" Tanya Tania tanpa melihatnya.


"Di rumah saja. Jangan kemana-mana. Aku pergi selama dua hari."


Tania diam, ada rasa tak nyaman di hati. Dua hari sendirian? Tapi bukankah ini hal yang bagus untuknya, dua hari tak melihat wajah si brengs3k itu?


"Iya, Tuan." Jawab Tania mengangguk.


"Apa kau senang?" Tanya Rakha, ia sekarang berdiri di sebelah Tania.


"Apanya?" Tania mendongak.


"Bebas selama dua hari."


"Selalu saja berfikir negatif!"


"Ku lihat raut wajahmu seperti kegirangan."


Tania mendengus kesal. "Seragam Tuan sudah ku siapkan, aku permisi." Ucap Tania sengaja beranjak, tak ingin berlama-lama dalam perdebatan itu. Lebih baik ia mengalah untuk mengakhiri.


"Tunggu, Tania." Rakha menarik tangan gadis itu, hingga membuat dada mereka bersentuhan, serta mata yang saling beradu tatap.


"Apa lagi, Tuan? Aku masih harus menyiapkan sarapan." Ucap Tania berusaha menghindar.

__ADS_1


Rakha semakin menarik tangan Tania. Sedangkan tangan yang satunya sudah melingkar di pinggang gadis itu.


"Semakin hari kamu semakin ..." LirihRakha terus menatap mata bulat Tania. Gadis itu masih berusaha melepaskan pegangan tangan tuannya.


"Tuan lepaskan! Bukankah tadi Tuan bilang akan berangkat ke luar Kota?"


Rakha tiba-tiba melepaskan Tania begitu saja. Ia seperti baru tersadar dari lamunan. Tania meniup-niup tangannya yang terasa sakit akibat cengkeraman pria itu.


Tania meninggalkan Rakha dengan tatapan yang sangat sinis. Sedangkan, Rakha hanya memandanginya. Pria itu kebingungan dengan dirinya sendiri.


*****


"Kau tidak boleh kemana-mana, Tania." Ucap Rakha sebelum ia benar-benar berangkat. Entah berapa kali ia mengucapkan kalimat itu pada Tania. Kenapa ia takut sekali Tania akan pergi? Padahal Tania sama sekali tak mempunyai niat untuk itu.


*


Tania berjalan ke arah gerbang hendak menutup gerbang itu. Ia harus ekstra hati-hati karena ia yang kini tinggal seorang diri di rumah.


Gerakan Tania terhenti kala melihat seorang perempuan turun dari mobil tepat di depan gerbang. Matanya terbelalak memperhatikan.


Wanita cantik, tinggi langsing, berkulit putih bersih, dan berambut keriting gantung. Ia memakai baju dress ketat berwarna putih selutut.


Wanita itu berjalan semakin mendekat ke arah Tania. Terlihat gaya berjalannya bak model, begitu tertata langkahnya. Di lihat dari dekat ia terlihat semakin cantik. Wajahnya seperti tak asing. Wajah yang seperti Tania lihat sebelumnya.


"Apa benar ini rumahnya Rakha Adimas Satya?" Tanya wanita itu pada Tania. Ia terlihat celingak-celinguk memperhatikan ke dalam.

__ADS_1


"I--iya," jawab Tania ragu dan terus memandangi wajah cantik itu. Tak hanya cantik, wanita itu sangat bersih dan wangi.


"Kamu siapa? Rakha mana?" Tanya wanita itu lagi.


"Maaf, Mbak. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan, Mbak. Kalau ada urusan, silahkan hubungi Tuan Rakha saja."


"Tuan?" Tanya wanita itu lagi seraya memicingkan alis dan menatap Tania lumayan lama.


Tania mengangguk.


"Oh, ya sudah." Ucap wanita itu kemudian berlalu.


Dapat Tania dengar wanita itu bergumam, "Pantes saja tak ku temui kamu di rumah lama, ternyata kamu di sini."


Tania tak menghiraukan. Ia segera bergegas menutup gerbang. Karena takut untuk menerima orang asing masuk ke rumah.


Tania masih berusaha mengingat wajah perempuan tadi yang sangat tak asing. "Siapa?"


'Tau akh, bukan urusanku. Terserah mau siapa juga.' Batin Tania


***


Malam,


Malam ini terasa berbeda karena Tania yang sendirian di rumah itu. Ia merasa malam ini lebih sunyi dari biasanya.

__ADS_1


__ADS_2