
"Kita mau kemana, Tuan?" Tanya Tania
"Ikut saja jangan bawel!" Jawab Rakha sangat ketus.
"Oke, baiklah." Tania kembali fokus ke jalanan.
"Ternyata seperti ini Kota pada malam hari. Tetap ramai. Kendaraan banyak berlalu lalang, mulai dari motor, mobil, hingga mobil-mobil yang berukuran besar. Lampu-lampu banyak sekali menghiasi jalanan."
"Aku sangat menikmati perjalanan ini."
*
Mobil Rakha kemudian berhenti di depan bangunan bertingkat. Tania keheranan, "Mau ngapain di sini?" benaknya.
"Ayo, masuk!" Ajak Rakha, Tania segera mengikutinya.
Dapat di lihat tulisan yang terpampang nyata di depan gedung.
'Bioskop Cinema'
"Apa ini? Apa Tuan Rakha akan mengajakku nonton? Seumur hidup ini kali pertama aku menginjakkan kaki di Bioskop. Aku sangat senang sekali!" Tania terbelalak kegirangan, ia sudah berkhayal masuk ke dalam sana.
"Kamu tunggu di sini, aku akan membeli tiket." Ucap Rakha. Tania mengangguk pelan.
Tania hanya memperhatikan, memperhatikan Rakha berbicara pada orang yang mungkin bagian mengurus penjualan tiket. Entahlah, ia tak paham.
*****
"Tania!" Panggil seseorang sembari menepuk bahu Tania. Refleks gadis itu segera menoleh ke arah suara.
"R--rey?" Tania terbelalak. Lagi-lagi, ia tak sengaja berjumpa dengan pemuda ini.
"Nonton juga? Sama siapa?" Tanya Rey sembari melihat sekeliling.
Tania bingung harus menjawab apa. Apa iya, ia akan mengatakan bersama Majikan? Tania hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Pacar?" Tanya Rey lagi.
"Bu--bukan. Sama temen, Rey."
"Oh, temanmu mana?"
__ADS_1
"Dia lagi beli tiket,"
"Masih lama, kah? Aku pengen ngobrol sama kamu. Sebentar saja."
"Ba--baiklah,"
"Yasudah kita duduk di sana saja," ucap Rey menunjuk bangku panjang yang tak jauh dari Parkiran.
*
"Jujur saja, aku masih sering kepikiran sama kamu, Nia."
Tania hanya diam mendengarkan Rey berbicara. Yang ada dalam hatinya adalah kegelisahan, was-was kalau-kalau Rakha akan mencarinya. Sesekali ia celingak-celinguk memastikan apakah Rakha sudah selesai atau belum membeli tiket.
"Rey, aku harus menemui temanku. Apa kita bisa bicara lain kali saja?" Ucap Tania yang semakin merasa gelisah.
"Bagaimana bisa? Kita bertemu saja jarang, Tania. Malam ini merupakan suatu keberuntungan aku bisa bertemu denganmu lagi."
"Yasudah, aku minta nomor Hp kamu. Ntar, kalo ada waktu aku bisa hubungi."
"Baiklah,"
Rey membuka dompetnya, lalu memberikan sebuah kartu, Tania segera menerimanya dan memasukkan ke dalam kantong jaket.
"Makasih, Rey. Semoga kita bisa bertemu lagi, ya." Ucap Tania seraya tersenyum dan memegang lengan Rey.
"Iya, aku selalu menantikan waktu itu." Rey membalas senyuman gadis itu.
Tania kemudian berlalu dari hadapan Rey, menuju tempat Rakha membeli tiket tadi.
Cukup lama Tania mencari keberadaan Rakha, tapi tak kunjung ia temukan.
"Apa mungkin ia pulang? Lalu aku di tinggalkan?"
"Astaga! Tuan Rakha. Tuan di mana?"
Tania mulai panik. Matanya tak henti mencari keberadaan Rakha di segala sudut.
"Dari mana?"
Suara khas itu sangat Tania kenali. Segera gadis itu membalikkan badan.
__ADS_1
"Tuan?!" Teriak Tania, sangat lega.
"Kau dari mana saja? Aku menyuruhmu menunggu, kenapa malah berkeliaran?"
"Maaf, Tuan. Tadi itu ..."
"Ketemu pacarmu, kan?"
"Bukan pacar, dia temanku."
"Terserah,"
"Bener!"
"Aku curiga, apa kalian sudah janjian ketemu di sini. Kok bisa?"
"Enggak! Itu cuma kebetulan dia juga mau nonton."
"Terserah, bukan urusanku!"
Rakha kemudian berjalan menuju parkiran. Tania heran, bukankah pria itu tadi sudah membeli tiket?
"Tuan! Apa kita tidak jadi nonton?"
"Kau yang membuat mood-ku berubah, Tania."
"Tapi, Tuan! Aku sangat ingin!" Teriak Tania sambil menarik lengan Tuan Rakha. Persis seperti anak kecil saja.
"Tidak!"
"Bukankah tadi Tuan sudah membeli tiketnya?"
"Aku sudah tidak berselera untuk nonton, Tania. Aku capek ingin istirahat."
Rakha kemudian masuk ke dalam mobil. Tania masih berdiri memendam kekecewaan.
"Padahal tadi aku sudah berkhayal bisa nonton di Bioskop ini. Bisa melihat layar yang gede. Tapi ... ternyata gak jadi. Tuan Rakha, PHP! Untuk apa ia membawaku ke sini, nyatanya gak jadi!"
"Kecewa! Kecewa! Kecewa!"
"Hoi! Mau pulang, gak? Atau mau di tinggal di sini?" Teriak Rakha sambil menyalakan klakson mobil.
__ADS_1
Tania mengusap matanya yang sedikit berkaca-kaca, kemudian masuk ke mobil.
Dan mereka, benar-benar pulang.