
Selama di perjalanan Tania diam. Sedikitpun ia tak ingin berbicara pada Rakha yang sudah membuatnya kecewa.
Hingga akhirnya mereka tiba di rumah.
"Udah sampai. Buruan turun. Apa kau ingin tidur di mobil?" Ucap Rakha.
Tania meliriknya sinis, dengan bibir yang sedikit manyun.
Tania berjalan pelan membuntuti Rakha. Entah sejak kapan pria itu berhenti berjalan, hingga kini Tania yang tak fokus harus menabrak dirinya dan membuat gadis itu hampir terjatuh.
"Kau kenapa, sih?" Bentak Rakha.
Tania menatapnya tajam. "Dasar gak peka!" Gadis itu hanya bisa membenak.
"Kenapa Tuan tadi ngajakin ke Bioskop? Aku pikir, Tuan akan mengajak ku nonton, eh tau tau gak jadi. Tuan mah PHP!" Tiba-tiba kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Tania. Gadis itu lantas menutup mulut dengan kedua tangan.
"Salah sendiri. Bukannya menunggu, malah asik pacaran!"
"Udah di bilang kami gak pacaran! Tadi itu kami cuma ngobrol biasa, karena lama tidak bertemu."
"Makanya, lain kali ... kalau perginya bersamaku kau tak boleh jauh-jauh dari ku."
"Iya, maaf."
"Nontonnya lain kali saja. Kalau mood-ku sudah bagus."
"Huh! Padahal itu perdana aku pergi ke Bioskop. Boro-boro bisa nonton, masuk saja tidak pernah." Ucap Tania tertunduk lesu. Rakha hanya diam.
Tania berjalan lunglai menuju kamar.
"Tania, tunggu!"
Tania menoleh, menatap sangat sendu.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Kemarilah,"
Tania kembali ke hadapan Rakha. Pria itu lantas memegang tangan Tania, menarik dan menuntun gadis itu duduk di sofa tempat biasa untuk bersantai.
"Diam, dan duduk saja di sini." Ucap Rakha memerintah. Tania mengernyitkan dahi keheranan. "Apa yang akan orang ini lakukan?" Tania membenak.
Tiba-tiba suasana jadi gelap gulita. Tania semakin bingung. Ada apakah?
"Tuan?!" Teriak Tania.
Tak lama Rakha datang, dan duduk di sebelah gadis itu.
"Aku bilang, diam dan jangan berisik. Fokus aja liat ke depan. Aku sengaja mematikan lampunya." Ucap Rakha santai.
Kemudian layar Tv di depan mereka menyala.
"Kita nonton di sini saja." Lanjut Rakha. Tania semakin dibuat keheranan dengan apa yang di lakukan tuannya itu sekarang.
"I--ini m--maksudnya apa?" Tanya Tania terbata-bata.
"Tuan serius?" Tanya Tania sumringah. Ini kali pertama ia menonton di sini dan di beri kebebasan.
"Iya. Asal jangan kau rusak kan saja Tv-nya, Tania." Dalam minim cahaya ini dapat di lihat Rakha menyunggingkan senyum.
Tania mulai berselancar mencari film yang bisa ia nikmati. Akhirnya pencariannya terhenti melihat film yang tak asing.
Film yang menceritakan kapal tenggelam dan terdapat keromantisan di dalamnya. Dulu, Tania pernah menontonnya, sudah lama dan endingnya yang paling membekas dan berkesan.
"Akh! Film yang di ulang-ulang." Celetuk Rakha.
"Sssttt!" Tania menatap Rakha, dan meletakkan jari telunjuk di bibir.
Tania sangat menikmati film ini. Film yang sangat bagus dan tak membosankan.
***
__ADS_1
"Ah! Romantisnya!" Lirih Tania terbawa suasana.
Hingga tiba pada adegan itu. Wajahnya terasa sangat panas. Ia sesekali bersembunyi di belakang Rakha. Jantungnya mulai deg-degan. Benar-benar membuat penonton baper.
"Kau kenapa, sih? Lagian adegannya tidak di lihat kan." Celetuk Rakha lagi.
"Ish! Malu, tau! Apa sudah selesai?"
"Dah,"
Tania kembali menonton.
Tak terasa gadis itu menonton sampai akhir. Durasi film yang sangat panjang. Tapi benar-benar keren.
"Sudah puas?" Tanya Rakha.
Tania berbinar-binar, ia mengangguk sangat cepat.
"Bagian mana yang paling Tuan suka?" Tanya Tania kemudian.
"Pas di mobil itu," jawab Rakha sangat santai.
Tania berusaha mengingat yang mana yang tuannya itu maksudkan.
"Ih! Dasar!" Teriak Tania menimpukRakha dengan bantal sofa.
"Apa kau tak ingin mencobanya?" Rakha semakin mendekat ke arah gadis itu. Sepeti memang sengaja menggoda.
"Hah?!"
"Kita lakukan di sini."
"Ja-jangan, Tuan!"
%€°€\=€π÷¢{¢™¢{£}¶¢}¢}€{\=€#
__ADS_1