Dari Nyaman Jadi Cinta

Dari Nyaman Jadi Cinta
Bab 32 - Kembali Bekerja


__ADS_3

Hari libur Tania telah berakhir. Kini saatnya ia kembali bekerja.


Kini Tania sudah berada di rumah Rakha. Ia menenteng tasnya masuk ke kamar. Ia harus profesional bekerja, walau sebenarnya waktu liburnya kurang panjang.


*


Tania mulai memasukan kembali pakaiannya ke rak. Menyusunnya rapi. Kamarnya terasa sumpek, mungkin karena beberapa hari tak di tempati dan tak pernah di buka jendelanya.


Tania melihat rumah ini juga sudah mulai berdebu lantainya. Wajar saja karena tak ada yang menyapu dan mengepel. Tapi sama sekali tak ia temukan piring atau gelas kotor. Tuannya itu pasti tak pernah makan di rumah selama ia pergi.


"Ehem!" Ucap seseorang mengagetkan Tania.


Tania menoleh. Rakha sudah berdiri di belakangnya dengan gaya kedua tangannya di masukkan ke dalam kantong celana.


"Tuan," ucap Tania pelan. Di sini nyali Tania seketika menciut. Gadis itu hanya jago kandang.


"Selamat kembali lagi ke sini. Kau ingat, ini daerah kekuasaan ku." Ucap Rakha sinis.


"Iya, Tuan. Aku tau. Sama seperti sebelumnya, aku akan tetap profesional dalam bekerja."


"Bagus!"


Tania berpikir Rakha bermaksud untuk menyentuhnya lagi malam ini. Karena begitulah majikannya itu, tak akan menyia-nyiakan kesempatan selagi ada.

__ADS_1


*****


Malam,


Rakha tak menampakkan lagi wajahnya hingga malam ini. Terakhir Tania bertemu dengannya tadi siang, setelahnya entahlah. Mungkin Rakha sedang sibuk di ruang kerjanya. Tapi sesibuk-sibuknya, Rakha pasti akan memanggil Tania untuk sekedar di ambilkan air minum. Tapi hingga sekarang, pria itu sama sekali tak terlihat.


*****


Beberapa hari berlalu.


Rakha semakin berbeda dari hari sebelumnya. Ia terlihat lebih cuek dari biasanya. Jika sebelumnya ia terlihat dingin, maka akhir-akhir ini ia dua kali lipat lebih dingin. Tania hanya bisa bertanya-tanya.


Tapi bukankah itu bagus untuk Tania? Rakha jadi jarang memanggilnya, tak pernah mengganggunya, dan tak pernah lagi memintanya melakukan 'hal' itu.


'Tapi ini terasa aneh. Apa aku mempunyai kesalahan?' Benak Tania.


*****


Diamnya itu hanya membuat Tania semakin merasa bersalah dan semakin bertanya-tanya.


Bahkan sekarang Rakha terlihat kembali berangkat ke kantor tak lagi bekerja dari rumah seperti katanya waktu itu. Pagi ia berangkat dan pulang saat larut malam. Ibarat kapal, singgah lalu pergi lagi.


Tania hanya bisa menebak, mungkin sekarang majikannya itu sedang tak ingin di ganggu karena suatu hal. Mungkin juga ia sedang banyak masalah. Bisa jadi masalah kantor atau bisa juga masalah percintaan.

__ADS_1


Tapi, dengan sikap Rakha seperti ini membuat Tania jadi serba salah.


*****


"Kenapa setiap hari Tuan selalu pulang larut malam seperti ini?" Tanya Tania, hari ini ia sengaja menunggu kepulangan pria itu di depan pintu.


Rakha menatapnya. "Minggir, Tania. Aku mau masuk." Ucap Rakha tak kalah sinisnya.


Tania masih berdiam di tengah pintu tak ingin menggeser sedikitpun tubuhnya.


"Aku bilang minggir!" Bentak Rakha. Tania hanya diam menatapnya.


Sontak Rakha menerobos tubuh Tania, hingga membuat gadis itu terjatuh di lantai.


"Awh!" Rintih Tania.


Rakha sama sekali tak menghiraukan. Tania hanya bisa merintih serta menatap punggung Rakha yang semakin menjauh.


Tania bangkit. Entah kenapa ia menangis, ia juga tak paham apa arti tangisan ini.


Tania kesal dengan sikap Rakha yang sekarang. Sikapnya semakin dingin dan semakin cuek, bahkan terkesan tak menganggapnya ada di rumah ini.


'Kenapa?'

__ADS_1


'Apa salahku?'


'Bukankah aku sudah melakukan semua tugas dan tanggung jawabku seperti semestinya.'


__ADS_2