Dari Nyaman Jadi Cinta

Dari Nyaman Jadi Cinta
Bab 34 - Jangan Seenaknya!


__ADS_3

Lagi-lagi mereka saling diam-diaman. Tania sengaja menghindari Rakha. Karena, kalau ia mengingat perkataan Rakha waktu itu, ia masih merasakan sesak di dalam dada.


*****


"Bagaimana cara agar kau memaafkan ku, Tania?" Ucap Rakha pagi ini. Tania hanya meliriknya sesaat, lalu kembali pada aktivitasnya.


"Kau tau, aku tak pernah seperti ini sebelumnya pada pelayan ku."


Tania masih hening.


"Apa kau sengaja membuatku mengemis permintaan maaf dari mu?" Lanjut Rakha.


Tania menatapnya lekat. "Untuk apa meminta maaf kalau akhirnya Tuan menyakiti perasaan ku lagi?"


"Sudahlah, Tania. Semakin di biarkan, kau semakin seenaknya di rumah ini. Kau pikir kau siapa? Ingat, kau cuma pelayan ku di sini!"


Rakha mencengkram tangan Tania sangat kuat. Gadis itu sangat kesakitan. Tak hanya itu, ia menarik Tania sangat kasar.


"Tuan, lepaskan!" Teriak Tania berusaha melepaskan cengkraman tangan Rakha.


Rakha sama sekali tak menghiraukan. Bahkan sekarang ia menjatuhkan tubuh Tania di atas sofa ruang tamu. Rakha bagai serigala yang kelaparan, membuat gadis itu sangat ketakutan dengan perlakuannya sekarang.


Rakha membuka semua pakaian Tania secara paksa. Gadis itu hanya bisa memberontak dan melakukan perlawanan. Namun tak mungkin ia mengalahkan tenaga Rakha yang kuat.


Rakha seperti sengaja melakukan semua ini. Apa itu bentuk hukuman untuk Tania? Apa ia sengaja melakukannya? Hampir semua bagian tubuh Tania tersentuh oleh lembab bibirnya. Tania hanya bisa terisak saat tenaganya sudah habis untuk melawan.

__ADS_1


"Jangan merasa spesial, Tania. Karena sampai sekarang, tak ada wanita yang berhasil meluluhkan hatiku. Apalagi kamu!" Desis Rakha, kemudian berlalu setelah ia selesai melakukan semuanya.


*****


Malam hari,


Entah kenapa pandangan Tania berkunang-kunang, juga kepalanya terasa sangat pusing. Saat ia berjalan, ia sempoyongan, serta pengelihatannya yang semakin buram.


Tania masih berusaha menguatkan diri, pekerjaannya masih belum selesai. Ia masih harus memotong sayuran, dan menyiapkan bahan untuk di masak besok pagi. Di siapkan semuanya sekarang agar besok tak gelabakan.


Kepala gadis itu terasa semakin berat. Ia memejamkan mata cukup lama dan menarik nafas dalam. Tapi tetap saja, bahkan sekarang ia melihat semuanya seperti berputar.


***


Saat terbangun, Tania sudah berada di suatu ruangan. Matanya berputar ke segala arah, ternyata ini adalah kamarnya sendiri.


"Sudah siuman?" Tanya Rakha, yang rupanya duduk di sebelah ranjang.


"Tuan ..."


"Tadi kau pingsan,"


Tania masih kebingungan dan berusaha mengingat.


"Tadi dokter ku suruh datang kemari. Katanya kau kecapean." Sambung Rakha. "Istirahatlah, untuk beberapa hari biar ku panggil orang lain untuk mengurus rumah ini."

__ADS_1


Tania mengangguk pelan. Tapi ia benar-benar merasa tak enak badan dan hanya ingin tiduran. Apa ini efek kemarin seharian ia berendam di bath up hingga sekarang ia demam?


*


"Apa kau lapar, Tania?" Tanya Rakha. Entah kenapa sekarang ia berubah menjadi baik. Kadang sikap Rakha gampang berubah.


Tania menggelengkan kepala. "Kenapa Tuan masih di sini?"


"Memastikan kau baik-baik saja. Karena bagaimanapun, kesehatanmu menjadi tanggung jawabku."


Mereka kembali hening.


"Jangan terlalu memaksakan untuk bekerja jika keadaanmu sedang tak sehat."


Lagi, Tania mengangguk pelan.


"Ya sudah, sekarang kau istirahat saja."


"Iya, Tuan." Lirih Tania.


***


Setelah Rakha keluar dari kamar Tania, mata gadis itu tertuju pada kalender yang menggantung di dinding. Baru ia ingat, bulan ini ia belum haid. Seharusnya ia sudah haid di tanggal seperti ini. Tapi sekarang kenapa belum?


Seketika Tania menjadi panik, pikiran buruk mulai menghantui.

__ADS_1


'Bagaimana mungkin seseorang yang rutin berhubungan tapi tak hamil?'


'Astaga!'


__ADS_2