DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
extra part two


__ADS_3

Dua puluh sembilan tahun sudah berlalu kini Daren sudah berumur 30 tahun di usia 30 tahun ia sudah memiliki Adik kembar berumur 27 tahun mereka bernama Miko Sasedro Prayoga dan mika Sasedro Prayoga


Usia sudah matang begitu pula usia irene dan Davin sudah semakin tua walaupun usia sudah tua tapi irene dan Davin masih terlihat awet muda wajah yang cantik dan wajah yang tampan


Nenek mereka mama Andini sudah kembali kepada pencipta Aya sekarang sudah menikah dengan teman kuliah nya


Sesekali keluarga mereka berkumpul di mansion irene di akhir pekan guna untuk menjaga silaturahmi bersama


Daren lelaki tampan berwatak keras dingin tapi banyak wanita yang suka dengannya tak jarang pula banyak wanita yang mengaku sebagai kekasih nya


Tak juga berwatak keras dan dingin Daren juga merupakan pebisnis yang kejam jika ada perusahaan yang ingin bermain dengannya maka ia akan menggulingkan perusahaan itu detik itu juga


Kejam, keras, tampan dan dingin itu buat semua orang tapi tidak berlaku bagi Cika wanita karyawan biasa yang berkerja di perusahaan Daren


Wanita itu setiap hari harus berhadapan dengan si boss yang keras tapi ia hanya cuek saja dan itu terjadi seperti saat ini


Brak


Setumpuk map terbanting di atas meja kerja CEO


"Kalian bisa bekerja tidak hah buat laporan saja butuh waktu lama" teriak Daren menatap beberapa orang di depannya


"Sudah membuang waktu lama laporan pun tidak ada yang benar" teriak Daren suaranya terdengar nyaring di ruangannya beruntung ruangannya kedap suara kalau tidak mungkin satu kantor mendengar teriakkan nya


"Maaf pak" ucap mereka serentak kecuali satu orang


"Maaf maaf, aku tidak butuh maaf kalian" ucap Daren dingin

__ADS_1


Semua diam tak membantah dengan wajah ketakutan kecuali satu orang tadi Daren memperhatikan raut wajah orang di depannya pandangan nya terhenti pada seseorang yang wajah biasa saja


"Kalian pergi perbaiki laporan kalian, kecuali kau" ucap Daren menunjuk satu orang tadi


"Baik tuan permisi" ucap mereka lalu pergi dari ruangan Daren


(Ish kenapa lagi sih males gue kalau harus berurusan beruang kutub ini) gerutu orang itu dalam hati


"Jangan menggerutu dalam hati" dingin Daren seakan tau pikiran orang itu


"Maaf tuan" ucap orang itu


Setelah itu tak ada percakapan sama sekali hening hanya ada suara AC yang memenuhi ruangan tersebut


Karena tak sabar orang itu menanyakan buat apa ia di suruh tinggal di ruangan Daren


Daren yang mendengar nya pun menatap tajam orang di depannya


(Berani sekali wanita ini) batin Daren


"Hello tuan, kenapa diam lagi" ucap wanita itu melambaikan tangannya di depan wajah Daren


"Jaga tanganmu mau aku potong hah" ucap Daren dengan nada tinggi


"Emang dasar ya beruang kutub" gumam wanita itu pelan


"Apa yang kau bilang hah" teriak Daren samar-samar mendengar ucapan wanita itu

__ADS_1


"Tidak ada tuan" elak wanita itu


"Kamu kira aku tuli hingga tak mendengar suara mu hah" ucap Daren dengan nada tinggi


"Siapa tau tuan" seloroh wanita itu


"Kau, nama kamu siapa" ucap Daren dingin


"Anda tidak lihat tuan, ini ada tanda pengenal ku di sini" kesal wanita itu menunjuk dada kirinya yang ada name tag


Lalu Daren menatap dada wanita itu ternyata bername tag Cika tapi mata Daren bukan fokus pada name tag tapi melainkan sesuatu yang bulat eh dasar mata kau Daren


"Cih kecil seperti badannya" ucap Daren keceplosan


"Apa! dasar boss mesum" ucap Cika dengan nada tinggi sambil menutup dada dengan kedua tangannya


"Apa saya memang ngomong apa" elak Daren


(Dasar mulut gak bisa di kontrol) ucap Daren merutuki kebodohannya


"Kamu kira aku tuli hingga tak mendengar suara mu hah" ucap Cika menirukan ucapan Daren


"Kau" tunjuk Daren pada Cika ia tak menyangka bahwa wanita di depannya ini tak takut sama sekali dengannya


"Apa tuan mau mengelak dasar boss mesum, udah dingin mesum lagi" ucap Cika meninggalkan Daren dan menutup pintu dengan keras


Brak

__ADS_1


"Siapa wanita itu" gumam Daren pelan menatap pintu yang tertutup itu tanpa tau ia sedang di perhatikan beberapa pasang mata yang melihat kejadian tadi


__ADS_2