DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
bucin


__ADS_3

pagi hari suasana begitu cerah cahaya matahari membangunkan wanita cantik yang masih terlelap tidur


tok tok tok


"Irene" panggil mama Andini


"irene ada yang mencari mu di bawah" ucap mama Andini


"Irene" panggil mama Andini sambil mengetok pintu irene


karena tak ada jawaban mama Andini pun masuk ke dalam, sampai di dalam ia di buat geleng-geleng kepala melihat irene yang masih tertidur pulas


"Irene bangun nak" ucap mama Andini sambil membuka tirai jendela


"Hem" gumam Irene bergerak menutupi wajahnya yang terkena sinar matahari


"anak ini" ucap mama Andini lalu ia duduk di pinggir ranjang


"Irene bangun nak" ucap mama Andini menggoyangkan lengan irene


"Hem" terdengar hanya gumaman irene saja


"Irene, cepat bangun di bawah ada yang cari kamu" bisik mama Andini


"siapa yang cari irene pagi-pagi begini?" ucap Irene masih menutup matanya


"dia bilang dia pacarmu, emang kamu sudah punya pacar irene?" tanya mama Andini


"sudah ma" ucap Irene setengah sadar


"kok enggak bilang sama mama" ucap mama Andini sedikit kesal


"irene rencananya juga mau bilang mama tapi mama keburu tau ka-" ucap irene terhenti


lalu ia membuka selimut yang menutupi wajahnya


"tunggu-tunggu mama bilang apa tadi?" tanya Irene sedikit sadar


"kok kamu nggak bilang" ucap mama Andini bingung


"bukan, bukan yang itu yang sebelum itu" ucap irene menatap mama Andini


"kamu sudah pacar ya?" ucap mama Andini terlihat bingung karena Irene menyuruh mama Andini mengulang lagi kata-kata nya


"ada yang nyariin kamu di bawah katanya dia pacarmu" ucap mama Andini lagi


"pacar" gumam Irene pelan


"pacar? di bawah" tanya Irene menatap mama Andini


"iya kamu kenapa sih" tanya mama Andini heran


beberapa detik kemudian irene menepuk keningnya ia tersadar bahwa kemungkinan besar Bryan pacarnya datang ke rumah


"aaa kenapa mama nggak bilang dari tadi?" tanya Irene bangun dari tidurnya

__ADS_1


"mama kan sudah bilang dari, kamu sendiri yang gak sadar kayak orang linglung gitu" ucap mama Andini heran


"tau lah, Irene mau mandi" ucap Irene sedikit berlari ke kamar mandi


pintu tertutup sedetik kemudian pintu terbuka lagi menampilkan wajah irene meyengir


"ma, kasih tau Bryan ya kalau Irene lagi mandi" ucap irene tersenyum lalu menutup pintunya kembali


"ck dasar anak ini" ucap mama Andini tersenyum tipis sambil menggeleng kepala


di ruang tamu terlihat Bryan sedang menunggu urine sambil memainkan handphone nya


tak lama kemudian mama Andini menghampirinya


"nak Bryan" panggil mama Andini


"eh iya Tante" ucap Bryan tersenyum


"irene lagi mandi sebentar lagi dia turun tunggu aja di sini" ucap mama Andini


"iya Tante Bryan tunggu irene di sini" ucap Bryan sopan


"tapi maaf ya nak Bryan Tante tidak bisa temani nak Bryan ngobrol soalnya Tante mau pergi dulu" kata mama Andini


"iya Tante gak apa-apa, apa perlu Bryan anterin Tante" tawar Bryan


"nggak perlu nak Bryan, kamu tunggu irene saja di sini" tolak mama Andini


"beneran gak papa nih Tante" tanya Bryan


sedangkan di kamar Aya, terlihat ia sudah bangun karena hari ini ia janjian dengan temannya


"huh, haus kali aku, ambil minum dulu lah aku masih ada satu jam untuk siap-siap" ucap Aya melihat jam dinding


ia pun turun dari ranjangnya memakai sendal lalu menguncir rambut nya asal-asalan kemudian keluar menuruni tangga


saat sampai di tengah tangga ia memelankan jalannya karena melihat seorang pria duduk di ruang tamu


"siapa itu?, apa mungkin pacar kak renren?" gumam Aya terus memperhatikan Bryan


"tapi kok rasanya aku pernah liat ya, tapi di mana?" ucap Aya sambil mengingat-ingat


"ah sudahlah" ucap Aya karena tak mengingat apapun, ia pun meneruskan jalannya menuju dapur tanpa mau menyapa Bryan


sampai di dapur Aya ketemu sama sama asisten El karena jiwa penasaran dengan pria di ruang tamu ia pun bertanya pada asisten El


"kak El" panggil Aya saat di samping asisten El yang sedang mengambil minuman


"oh nona kau mengagetkan ku" ucap asisten El terkejut


"hehe sorry asisten El" ucap Aya tersenyum dan mengangkat dua jarinya


"ada apa nona, ada bisa saya bantu?" tanya asisten El


"gak ada kak, cuma mau tanya, itu pria yang di ada di ruang tamu siapa kak?" kepo Aya

__ADS_1


"kepo" ucap asisten El tersenyum tipis


"ih kak El Aya serius" ucap Aya sebal


"pacar nona irene" ucap asisten El


"benarkah, tapi kak renren kok gak pernah bilang?" gerutu Aya


"entahlah, tapi Kaka El tak terlalu suka dengan nya" ucap asisten El berjalan menuju halaman belakang


"Emang kenapa kak?" tanya Aya penasaran sambil mengikuti asisten El


"ya gak suka aja, Kaka merasakan kalau dia bukan orang baik-baik" ucap asisten El duduk di kursi taman


"oh, Aya juga kayak pernah liat dia tapi di mana gitu" ucap Aya berdiri di depan asisten El


"sekarang Kaka kau jadi bucin, liat saja kalau kau masuk kedalam nanti pasti liat Kaka kamu suap-suapan" ucap asisten El


"masa sih kak?" tanya Aya tak percaya


"liat aja nanti, tumben kau sudah bangun, mau kemana kamu?" tanya asisten El heran karena biasanya Aya jam segini masih molor


"oh iya" ucap Aya menepuk keningnya


"aku lupa kalau aku lagi ada janji sama teman-teman" ucap Aya


"kalau begitu aku siap-siap dulu kak El" imbuh Aya sambil berteriak karena ia sudah lumayan jauh dari asisten El


"hati-hati di jalan" teriak asisten El


Aya hanya mengacungkan jempol nya lalu berjalan menuju kamarnya, saat sampai di ruang tamu benar saja dia Melihat irene dan Bryan sedang bucin


karena tak mau menganggu Kaka nya ia pun langsung naik ke atas bersiap-siap untuk bertemu teman-teman nya


di ruang tamu ada dua sejoli yang sedang bucin siapa lagi kalau bukan irene dan Bryan


"kamu hari ini cantik sekali"puji Bryan


"ah masak sih" ucap Irene malu malu


"iya bener, bunga yang paling cantik di dunia aja kalah sama kecantikan kamu" gombal Bryan


"ish kamu ih" ucap Irene yang pipinya sudah merah seperti tomat matang


"aku kan ngomong kenyataan sayang" ucap Bryan tersenyum


"tau ah" ucap Irene


Bryan hanya tersenyum melihat tingkah laku irene


(buat dia semakin mencintai mu Bryan, lalu buat dia tak bisa hidup tanpa mu, setelah dia cinta mati dengan mu kuras uangnya) batin Bryan tersenyum licik


hallo readers, yuk dukung author dengan comment like dan vote, dukungan kalian semangat author untuk lebih rajin untuk up


terimakasih 🙏

__ADS_1


selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, semangat 💪


__ADS_2