
Hari ini genap tiga bulan usia kehamilan irene tiga bulan ini pula Davin menjadi suami yang siap siaga mencoba mengerti (cobalah mengerti semua ini mencari arti, ealah malah nyanyi author ini, yuk lanjut) mengerti semua tingkah irene mulai dari seperti anak kecil manja mudah menangis mudah marah
Seperti saat ini irene bertingkah manja pada Davin ia tak mau melepaskan badan nya dari gendongan Davin
Irene terus meminta gendong pada Davin padahal Davin sudah rapi dengan setelan jas nya
"sayang lepas ya harus ke kantor" ucap Davin mencoba membujuk irene
"gak mau" ucap Irene semakin mempererat pelukannya
"hey jangan erat-erat bayi nanti kegencet sayang" ucap Davin mengingat kan
"maaf" lirih irene melonggarkan pelukannya
"huh, sayang lepas ya Daddy harus pergi ke kantor, Daddy ada meeting hari ini" ucap Davin lembut
irene yang mendengar Davin memanggil dirinya dengan sebutan Daddy ia mendongak menatap Davin lalu ia turun dari gendongan Davin
"baiklah dad, Daddy boleh pergi" ucap Irene tersenyum
Davin bernapas lega karena irene mudah sekali di bujuk jika Davin menyebutkan dirinya dengan sebutan Daddy
"ya udah Daddy berangkat dulu ya sayang" ucap Davin mencium kening Irene
"Daddy pergi dulu ya little baby jaga mommy baik-baik" ucap Davin mengajak bicara anaknya lalu ia mencium perut irene
__ADS_1
"iya Daddy hati-hati cari uang yang banyak ya Daddy" ucap irene dengan nada anak kecil
"bye-bye" ucap Davin melambaikan tangannya sambil berjalan menuju mobilnya
"huh bosen" Keluh irene duduk di sofa
Karena ia tak bisa mengerjakan apa apa karena Davin melarang itu semua takut jika irene kecapean dan berimbas pada kandungan
"apa aku masak buat makan siang terus anterin ke kantor Davin" ucap Irene menemukan ide
"tapi kalau Davin marah bagaimana" ucap Irene mengingat larangan Davin sambil mengelus perutnya
"bagaimana little baby mommy harus gimana?" tanya Irène pada anaknya
Seakan tau di ajak bicara irene merasakan penggerakan di dalam perut ya seakan berkata "saya sih yes"
"kau setuju little baby, mari kita masak" ucap Irene tersenyum senang
Lalu ia berjalan ke arah dapur membuka pintu kulkas dan mulai mengambil bahan makanan yang di gunakan menaruhnya di atas meja setelah semua ada irene mulai memotong sayuran yang perlu di potong
"nyonya anda mau ngapain nyonya" ucap Bi Surti khawatir sebab ia takut irene kenapa- kenapa dan ia akan kena amarah tuannya
"aku masakin buat Davin bik" ucap Irene tersenyum
"biar saya aja ya nyonya" ucap bik Surti
__ADS_1
"enggak usah bi biar irene aja" ucap Irene mencegah bik Surti yang ingin membantunya
"tapi nyonya entar saya di marahin tuan" ucap bik Surti memohon
"tenang aja Bik, bibi gak di marahin tuan saya jamin" ucap Irene menyakinkan
"baiklah nyonya, tapi bibi bantuin ya" ucap bik Surti pasrah
"baiklah bi" ucap Irene
Masakan irene sudah selesai setelah berkutat selama setengah jam ia melihat jam dinding masih menunjukkan pukul 9 pagi masih ada waktu banyak untuk mengistirahatkan sejenak
Dua jam kemudian Irene sudah rapi dengan pakaian dress khusus bumil nya siap untuk menuju kantor Davin
"pak kita berangkat sekarang ya" ucap Irene pak sopir
"iya nya" ucap pak sopir itu lalu ia segera melajukan mobilnya menuju kantor Davin
Setengah jam kemudian Irene sampai di kantor Davin ia keluar dari mobil dengan pak sopir yang membukakan pintu mobil
Lalu ia berjalan ke dalam kantor para karyawan Davin yang melihat irene notabene istri Davin mereka menyapa irene dan di balas irene dengan anggukan
Ia terus berjalan menaiki lift sampai di depan ruangan Davin irene mendengar amarah Davin yang meluap-luap
lanjut besok aja ya gis, author suasana hatinya lagi gak mood maaf ya cuma sedikit 🙏🙏
__ADS_1