
sedangkan di tempat lain Davin sudah berada di ruangan irene menunggu irene belum kembali dari tempat pembangunan
"huh, bikin emosi saja dasar ular , nenek lampir" umpat Davin melonggarkan dasinya
ceklek
pintu terbuka masuklah irene dengan wajah terkejut lantaran ia kaget melihat Davin yang sudah ada di sana dengan wajah kesal penampilan acak-acakkan
"hai" ucap Davin tersenyum saat melihat irene membuka pintu
"kau kenapa berantakan sekali, terus kenapa tu muka kusut amat kayak jemuran belum di setrika" ucap irene menutup pintu lalu berjalan ke arah kursi kebesaran nya
"ck ada ular yang bikin orang kesel" ucap Davin menghampiri Irene
"ular?" ucap Irene tanpa melihat Davin
"iya ular berbisa" ucap Davin yang duduk di atas meja kerja irene
"emang apa yang di perbuat ular itu" ucap Irene yang mengerti maksud Davin
Davin pun menceritakan kejadian tadi pagi dari awal sampai akhir
"begitu ceritanya" ucap Davin selesai bercerita
"ohh" ucap Irene mangguk-mangguk sambil mengerjakan pekerjaan nya
"ck kau dengar tidak, cuma oh doang" ucap Davin kesal
"iya dengar, kau tinggal tunggu aja besok apa rencana nya" ucap Irene yang masih fokus kertas di depannya
"ck dasar tukang kerja" ucap Davin berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju sofa
karena tak ada jawaban dari irene Davin memutuskan untuk tidur di sofa irene
beberapa saat kemudian suasana hening seketika dan irene baru sadar jika Davin belum pergi lalu ia menoleh ke arah sofa terlihat Davin sedang tidur
"ck dasar kebo, apa gak kasian sama asisten Ken, kerja seenaknya saja" gumam irene lalu ia melangkah menuju ruang pribadi nya mengambil selimut
kemudian ia menyelimuti Davin dengan selimut yang ia bawa lalu ia kembali bekerja menyelesaikan pekerjaan nya
detik berganti menit menit berganti jam kini sudah waktunya istirahat tapi Davin masih belum bangun dari tidurnya
tok tok tok
"ya masuk" ucap Irene
__ADS_1
"selamat siang Miss, anda mau makan apa miss" ucap asisten El belum menyadari keberadaan Davin
"pesan nasi goreng 2 bungkus kau mau pesan apa terserah" ucap Irene menatap asisten El
"baik Miss, minuman nya apa Miss?" tanya asisten El yang tidak sadar jika Davin sudah bangun dan berdiri di belakang nya
"lemon tea 2" ucap Irene menahan senyum nya
"ada lagi Miss" ucap asisten El
"tidak ada" singkat Irene
"kalau begitu saya permisi dulu miss" ucap asisten El membukukan badan lalu berbalik tiba tiba
"aaaaaa" teriak asisten El terkejut saat melihat Davin di belakangnya dan refleks asisten El menendang Davin
"aduh" rintihan davin
lalu ia berlari ke luar tanpa melihat siapa yang ia tendang
sedangkan irene tertawa terbahak-bahak
hahaha
"sudah puas ketawa nya" kesal Davin sambil menggosok bokongnya
"ck terserah lah, aku mau pulang saja" ucap Davin merapikan pakaiannya
"tunggu setelah makan kau baru boleh pulang" ucap Irene bersandar di kursinya
Davin mengiyakan ucapan irene tak berapa lama kemudian asisten El datang membawa pesanan irene
saat asisten El menghampiri Irene asisten El terus di tatap tajam oleh Davin seakan ingin mengulitinya
asisten El yang merasakan aura pembunuhan pun langsung buru-buru meletakkan pesanan irene lalu ia keluar dari ruangan Irene
setelah asisten El pergi mereka pun mulai memakan makanan nya, setelah selesai makan Davin pamit pergi kembali ke perusahaan nya
✓✓
keesokan pagi harinya rumah Davin sudah heboh atas pemberitaan jika dirinya menghamili nindi model papan atas dan tak mengakui anaknya
brak brak brak
"Davin bangun buka pintunya" ucap mama Davin menggedor pintu kamar
__ADS_1
brak brak brak
"Davin buka pintunya" Teriak mama Davin
Davin yang masih tertidur merasa terganggu dengan suara gedoran pintu
dengan langkah gontai ia berjalan menghampiri pintu lalu membuka nya saat membukanya tiba-tiba
"dasar anak kurang ajar" marah mama Davin sambil memukuli Davin
"aduh mah sakit mah" rintih Davin
"dasar anak tidak tau di untung, mama gak pernah ngajarin kamu jadi anak kurang ajar ya" marah Mama Davin
"aduh ma, salah Davin ma, ampun sakit mah" protes Davin
"gak punya salah kamu bilang, kau menghamili orang dan tak mau mengakui nya, apa itu bukan salah hah" teriak mama Davin marah bercampur kesal
"cukup ma" ucap Davin memohon
"mama belum puas menghajar kamu" ucap mama Davin hendak memukul Davin tapi di tahan Davin
"sebentar Davin tidak mengerti ma, apa salah Davin bangun bangun Davin di pukuli" ucap Davin bingung
"huh ikut mama" ucap mama Davin menggeret Davin menuju tv
lalu Mama Davin menyalakan tv, saat layar tv menyala mata Davin membulat amarah nya sudah mulai memuncak tangannya mengepal erat
"mah Davin bisa jelasin kalau semua itu enggak bener mah, dia itu bohong" jelas Davin
"tapi di situ buktinya ada Davin, kau mau masih mengelak hah" marah mama Davin
"mah Davin beneran gak pernah melakukannya mah, Davin gak bohong tolong percaya sama Davin" ucap Davin dengan lembut sambil membawa mamanya duduk di sofa dan memegang erat tangan mamanya
mama Davin menatap mata Davin mencari kebohongan di matanya tapi yang ia lihat hanya ada sebuah kejujuran
"huh" mama davin menghela nafas mencoba mengontrol emosinya
"tolong percaya Davin" ucap Davin memohon
"mama percaya sama kamu" mengelus rambut Davin "selesaikan semuanya mama tak mau mendengar berita yang tidak baik tentang kamu" ucap mama Davin tersenyum
"terimakasih mah" ucap Davin memeluk Mama nya, sedangkan papa Davin masih asyik santai menyesap kopi nya sambil membaca koran
papa Davin bukan tak peduli dengan Davin tapi ia percaya jika Davin tak melakukan itu semua dan ia pun sudah tau jika nindi itu wanita seperti apa jadi papa Davin hanya melihat saja percaya jika Davin bisa menyelesaikan masalah nya sendiri
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komen
terimakasih atas dukungan dari kalian semua 🙏