DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
Kaka cantik


__ADS_3

mereka bertiga masuk ke dalam, sampai di halaman depan suasana panti begitu asri banyak pohon tanaman yang mereka tanam membuat Davin merasa jauh lebih tenang


(rasanya di sini nyaman sekali) batin Davin


sampai lah mereka di ruang tunggu, tempat biasanya orang bertamu dan Dave sudah kembali ke kamarnya


"silahkan duduk tuan Davin" ujar ibu panti


"terimakasih Bu, panggil saja Davin tidak usah pakek tuan" ucap Davin tersenyum


"baiklah mau minum apa nak Davin biar ibu bikinin" tawar ibu panti pada Davin yang sudah duduk


"gak usah bu nanti Davin ngrepotin ibu lagi" ucap Davin sungkan


"nggak ngerepotin kok, mau minum apa?" ucap ibu panti


"em kalau gitu air putih aja Bu" ucap Davin


" bener air putih saja?" tanya ibu panti memastikan


"iya Bu itu aja" ucap Davin


"baiklah tunggu sebentar ya" ucap ibu panti lalu ke belakang mengambil air putih


tak berapa lama ibu panti sudah kembali sambil membawa nampan berisi air putih


"silahkan di minum nak Davin" ujar ibu panti


"terimakasih Bu" lalu Davin pun meminumnya sedangkan ibu panti duduk di hadapan Davin


"nak Davin kalau ibu boleh tau, nak Davin ketemu Dave dimana ya?" tanya ibu panti penasaran


"oh davin ketemu Dave di taman kota panglima Bu, saya lihat pas Dave nangis sambil meluk kakinya, ya udah Davin deketin Dave ternyata dia lagi tersesat di sana" jelas Davin


"dasar anak itu memang keras kepala" ujar ibu panti

__ADS_1


"maaf Bu tapi kenapa Dave sampai di situ ya Bu" tanya Davin


"huh" ibu panti menghela nafas


"dia itu dulunya bukan dari sini, dia dulunya tinggal bersama seorang wanita paruh baya bukan hanya Dave saja tapi juga anak panti lainnya, mereka di paksa untuk mengemis kalau nggak dapat uang banyak mereka nggak di kasih jatah makan sampai dia dapat uang banyak" ujar ibu panti mulai berkaca-kaca


"beruntung Dave bertemu orang baik jadi mereka bisa bebas dari wanita itu, dan orang baik itu juga banyak membantu kehidupan anak-anak disini, seperti mengirim makanan enak, baju baru, mainan dan dia juga menyekolahkan anak-anak sampai tinggi, dan mereka suka memanggilnya Kaka cantik" jelas ibu panti mengusap air matanya lalu Tersenyum


"jadi karena itu Dave nekat pergi sendiri Bu" tanya Davin


"iya nak, ibu sudah bilang pada Dave tunggu Kaka cantiknya datang kemari tapi Dave ngotot ingin ketemu Kaka cantik katanya" ucap ibu panti bingung


"emang ibu tidak di beri tau alamat rumahnya Bu?, atau tempat bekerja mungkin?" tanya Davin


"itu masalah nya ibu lupa terus mau bertanya" ucap ibu panti


"ooh kalau nomer telepon nya pasti ada kan Bu?" tanya Davin


"ada kalau nomer telepon nya, tapi ibu nggak enak kalau terus merepotkan dia" ucap ibu panti


"kalau boleh, Davin minta nomor telepon nya siapa tau nanti Davin bisa ketemu orangnya" tawar Davin


Davin pun mengangguk lalu ibu panti mengambil catatan nomer telepon setelah dapat ibu panti menyerah kan pada Davin


"ini nak nomor telepon nya, lalu nggak salah itu nomer telepon kantor kayaknya" ucap ibu panti


"ohh gapapa bu, tunggu sebentar ya Bu" ucap Davin


ia keluar menuju mobilnya membuka bagasi mobil mengambil laptopnya setelah dapat yang ia cari ia menutup kembali bagasi mobil dan kembali lagi ke ruangan ibu panti berada


"nak Davin mau apa kok bawa laptop?" tanya ibu panti


"Davin mau coba cari alamat dari nomer telepon itu Bu" ucap Davin membuka laptopnya


"emang bisa ya nak Davin" tanya ibu panti penasaran

__ADS_1


"semoga saja bisa Bu, tunggu sebentar ya Bu" ucap Davin yang masih mengotak-atik laptop nya


lima menit kemudian Davin berhasil mendapatkan alamat nya


(bukankah ini alamat rumah dan alamat kantor irene?) batin Dave bertanya


karena masih belum yakin ia memastikan sekali lagi


(bener ini alamat nya apa jangan-jangan yang di maksud Kaka cantik itu irene?, kalau memang benar pasti ini jodoh) batin Davin tersenyum girang


ibu panti yang melihatnya pun heran karena Davin senyum senyum sendiri


"nak Davin" panggil ibu panti


"ah iya Bu" Jawab Davin


"kenapa nak Davin senyum senyum sendiri emang ada yang lucu ya?" tanya ibu panti


"eh anu enggak Bu" ucap Davin malu karena terciduk ibu panti, ternyata kau juga punya malu ya Davin


"oo terus ketemu nggak alamatnya nak Davin" tanya ibu panti


"ini sudah ketemu Bu, tapi Davin boleh tanya gak Bu?" tanya Davin


"tanya apa nak Davin" ucap ibu panti


" gimana ya" ucap Davin ragu


"kamu ini bikin ibu penasaran aja, mau tanya apa emangnya tanya aja gapapa" ucap ibu panti


"ibu . . .


lanjut besok ya readers pisβœŒοΈπŸ˜‚


jangan lupa dukung terus author dengan like komen dan vote

__ADS_1


terimakasih πŸ™


selamat menunaikan ibadah puasa semangat πŸ’ͺ


__ADS_2