
Beberapa jam kemudian asisten ken sudah terbangun terlebih dahulu lalu ia berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri
Sedangkan di kamar Davin juga baru membuka matanya lalu ia mengumpulkan nyawanya yang masih di tertinggal di atas bantal.
Setelah terkumpul ia bangun dari tidurnya duduk di tepi ranjang berdiri berjalan ke arah balkon membuka pintu balkon
Ia merenggangkan otot-otot nya sambil melihat pemandangan di sekitar rumah irene
"pintar juga cari rumah udara jam segini pun masih sejuk beda di kota kelahiran" gumam Davin tersenyum tipis
Lalu ia kembali masuk kedalam berjalan menuju ke arah kamar guna membersihkan diri
Satu jam lebih kemudian Davin dan asisten Ken keluar dari kamarnya berbarengan
Ceklek
"baru bangun tuan" tanya asisten Ken basa-basi
"kau juga baru bangun" ucap Davin berjalan menuju meja makan
"iya tuan" ucap asisten Ken mengikuti langkah Davin
Bella yang sedari tadi menunggu Davin pun akhirnya tersenyum lebar kala melihat Davin dan asisten Ken jalan menuju meja makan
"selamat siang tuan" sapa Bella dengan senyum menggoda nya
Dua pria itu hanya diam saja tanpa menjawab sapaan dari Bella
(sombong kali orang ini, sabar nanti juga kamu bisa dapetin dia) batin Bella
"anda mau makan apa tuan biar saya siapkan" tanya bella menatap Davin dan asisten Ken bergantian
"nasi goreng saja" ucap Davin datar
"kalau anda tuan?" tanya Bella pada asisten Ken
"samakan saja" jawab asisten Ken tanpa melihat Bella
"baik tunggu sebentar tuan" ucap Bella menahan kekesalan nya
(huh dasar manusia es) gerutu Bella dalam hati sambil berjalan ke arah dapur
Beberapa menit kemudian nasi goreng sudah jadi Bella meletakkan nasi goreng itu di atas piring tak lupa pula ia menyediakan minuman untuk Davin
Dan saat hendak memasukkan obat yang ia bawa ia menoleh ke kana ke kiri terlebih dahulu memastikan bahwa tidak ada orang tapi sayang seribu sayang ternyata ada salah satu pelayan yang masih berada di sampingnya
"ish kenapa pelayan itu tidak pergi pergi" ucap Bella pelan saat melihat salah satu pelayan yang terus berada di dekatnya
"ck malah kesini pula" gumam Bella pelan
__ADS_1
"hai bell mau kasih ke siapa" tanya orang itu basa-basi
"makanan untuk tuan Davin" ucap Bella cuek
"ohh kenapa gak di antar sekarang, kan tinggal antarin ke sana kan?" tanya pelayan itu tersenyum
"iya ini mau di antar ke sana" ucap Bella kesal
"ya udah sana antar kenapa gak di angkat juga" ucap pelayan itu
"ini juga mau di antar, cerewet banget sih kamu" ucap Bella kesal
(aku takkan biarkan kamu menyakiti nona irene) batin pelayan itu tersenyum puas
Lalu dengan terpaksa Bella mau tidak mau mengantarkan makanan itu yang belum sempat ia kasih obat itu
(sial, gara-gara dia rencana ku harus di tunda) batin Bella kesal
"permisi tuan ini makanan anda" ucap Bella dengan senyum menggoda nya
" terimakasih" ucap asisten Ken saat menerima makanannya sedangkan Davin hanya diam
"sama-sama tuan semoga suka dengan makanan nya" ucap Bella lembut mungkin
Mereka mulai memakan nya dengan santai tanpa memperdulikan Bella yang masih setia menunggu mereka berdua
Sedangkan asisten Ken kembali ke dalam kamar nya menyelesaikan pekerjaan nya
"huh nyaman banget di sini, sampai di rumah aku mau bangun kayak gini, pintar banget calon istriku punya tempat kayak gini" monolog Davin
Ruang santai irene berada di lantai tiga sedangkan mansion irene sendiri berlantai empat
Lantai dasar terdiri dari ruang tamu kamar tamu, dapur, ruang berkumpul, ruang makan, dan kamar para pembantu
Di lantai dua lebih dominan kamar untuk keluarga kamar irene berada di lantai dua
Di lantai tiga tempat di mana untuk bersantai ria tempat nongkrong-nongkrong bareng ada mini bar, tempat karaoke dll tempat untuk semua orang
Lantai paling atas tempat untuk olahraga, gym, renang, beladiri, judo dll
Ruang santai yang Davin tempattin saat ini ada kulkas tv sofa meja sofa malas dan kasur lumayan besar
Ruang kaca lebih dominan menggunakan kaca jendela pintu semua kaca tak lupa pula tanaman hias yang berada di sudut ruangan menambah kesegaran ruangan
"huh enaknya ngapain ya" ucap Davin yang berbaring di atas kasur
"keliling tempat ini aja seperti nya tempat ini lumayan luas" gumam Davin beranjak dari tidurnya
Ia mulai berjalan mengelilingi ruang santai meneliti setiap sudut, beberapa menit kemudian ia merasa lelah lalu memutuskan untuk tidur kembali tak lupa pula ia mengunci pintu takut jika ada orang yang berbuat jahat
__ADS_1
✓✓
Sore hari Davin yang sedang tidur merasa ada yang menjilati wajahnya ia merasa jika seluruh wajahnya sudah basah akibat jilatan itu
Mau tak mau ia terpaksa membuka mata walau matanya masih ingin tidur
"apa ini" ucap Davin masih belum bisa melihat dengan jelas
"stop it, wajahku sudah basah semua" ucap Davin bangun dari tidurnya
Ia mengucek kedua matanya melihat apa yang menjilati wajahnya saat tidur ternyata ada seekor kucing bukan beberapa kucing mengelilingi dirinya bahkan ada yang tidur di pangkuannya
"kucing siapa yang naro kucing di sini padahal pintu sudah ku kunci" ucap Davin pelan
Lalu ia teralihkan saat ada seseorang yang baru keluar dari kamar mandi
Ceklek
"sudah bangun" ucap orang itu tersenyum
"ternyata kamu sayang, ku kira siapa" ucap Davin tersenyum melihat irene
"kenapa bangun kan masih sore" tanya irene duduk di samping Davin mengelus salah satu kucing
"bagaimana mau tidur jika kucing kamu jilatin wajahku" sebal Davin
"hehe iyalah, bagus dong itu tandanya kamu di suruh bangun jangan tidur Mulu" ucap Irene terkekeh geli
"ck" Davin berdecak kesal merebahkan dirinya kembali
"anak mommy mau makan, iya " ucap Irene pada kucing-kucing itu
Seakan tau apa yang di bilang irene kucing itu mengeong ngeong
"ayok kita makan sayang" ajak irene pada kucingnya
Lalu kucing itu segera berlari mengikuti langkah irene tapi tiba-tiba
Bruk
"aduh perutku" jerit Davin memegangi perutnya
Irene menoleh ke arah Davin lalu irene tertawa ngakak saat tau apa yang terjadi dengan Davin
"Hahaha, good job oyeng" ucap Irene mengangkat dua jempolnya pada kucing orange yang berada tak jauh dari davin
ternyata kucing orange itu berada di atas Davin saat berbaring waktu irene mengajak untuk makan kucing berwarna orange itu langsung melompat ke atas perut Davin lalu kucing orange itu berjalan tanpa dosa,. emang kucing oyeng tak tertandingi 😄😂
jangan lupa vote like dan komen sebanyak banyaknya readers tercinta Terimakasih 🙏
__ADS_1