DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
ketahuan


__ADS_3

satu Minggu kemudian


pagi hari cahaya matahari masuk lewat sela sela korden mengusik ketenangan seseorang yang sedang tidur


irene yang masih tertidur terusik di kala sinar matahari menyilaukan mata, mau tak mau ia membuka matanya


perlahan ia bangun dari tidurnya di lihatnya jam dinding menunjukkan pukul 6 pagi


lalu ia bergegas mandi bersiap berangkat ke kantor


sementara di ruang makan mama Andini masih berkutat dengan masakan nya yang sebentar lagi siap di sajikan


"bi tolong jagain ini ya, sebentar lagi juga matang, nanti kalau sudah matang langsung taruh di meja sana" ujar mama Andini


"baik nyonya" ucap bi Iyem


mendengar kata bi Iyem mama Andini lalu berjalan ke atas untuk bersih-bersih


setengah jam kemudian meja makan yang tadinya sepi kini sudah ada orang yang menempati seperti biasa hanya Aya saja yang tidak ada, kau tau lah jam segini Aya ngapain 😂


sarapan pagi sudah berlalu tanpa adanya obrolan pagi setelah selesai irene dan asisten El berangkat ke kantor


setengah jam kemudian Irene sudah sampai di kantor ia berjalan masuk ke dalam di ikuti asisten El di belakangnya, saat menunggu pintu lift terbuka beberapa karyawan yang melihat irene menyapa dengan membukukan badan


sedangkan yang di sapa hanya mengangguk saja, pintu lift sudah terbuka Irene dan asisten El masuk ke dalam lalu pintu lift naik ke atas dan berhenti tempat di ruangan irene berada


sampai di lantai yang di tuju pintu lift terbuka orang yang berada di dalam nya keluar dan melangkah ke arah ruangan masing-masing dan mengerjakan pekerjaan nya


Siang hari Irene yang tidak sedang mengerjakan apa-apa teringat akan Bryan yang beberapa hari ini tak ada datang mencarinya


"tumben Bryan tidak ada kabar sama sekali, mungkin dia sibuk mengurus pekerjaannya" gumam irene positif


saat memikirkan Bryan ponsel irene berbunyi menandakan pesan masuk dari ibu panti bahwa besok Dave mengajak irene jalan-jalan dan irene pun mengiyakan


✓✓


keesokan pagi harinya jam menunjukkan pukul 8 pagi irene sudah rapi memakai baju santai nya ia kemudian turun sampai di ruang tamu ternyata ada mama Andini dan Aya sedang bersantai irene pun menghampiri mereka


" pagi ma, Aya " sapa irene


"pagi irene, mau kemana kok sudah rapi?" tanya mama Andini


sedangkan Aya diam saja pura-pura sibuk membaca majalah, Aya masih merasa kesal karena irene tak mempercayai omongan nya


irene yang tau Aya masih kesal padanya hanya diam saja menurut irene nanti juga baik sendiri pikirnya


"irene mau jalan sama Dave ma, irene jalan dulu ya ma takut kesiangan" pamit irene


"iya hati-hati di jalan" ucap mama Andini

__ADS_1


irene hanya mengacungkan jempol nya lalu ia bergegas menuju panti asuhan permata


setengah jam kemudian Irene sudah sampai di pantai asuhan ia pun masuk ke dalam, saat masuk ke dalam ia di sambut sama anak-anak panti


"kaka cantik" teriak mereka semua berlari menghampiri Irene


"hallo anak-anak, apa kabar kalian" ucap Irene tersenyum


"kami semua baik-baik saja Kaka, Kaka kemana aja tidak pernah jenguk kita" ucap salah satu anak panti


"maaf ya Kaka sibuk ngurus pekerjaan Kaka, belum ada waktu untuk jenguk kalian" jelas Irene


mereka hanya ber oh ria saja tak lama ibu panti menghampiri Irene sambil menggandeng Dave


"Kaka cantik" ucap Dave


"hai anak ganteng" ucap Irene mengacak-acak rambut Dave


"nak irene sudah lama nunggunya" ucap ibu panti


"enggak kok baru nyampe" ucap Irene


"kita berangkat sekarang saja ya Bu takut kesiangan nanti" imbuh irene


"baik, tapi ibu tidak bisa ikut tak apa kan nak irene?" tanya ibu panti


"ibu harus jagain anak-anak karena Tika sedang tidak enak badan" jelas ibu panti


"ya sudah tidak apa-apa Bu, yok dave kita jalan sekarang" ajak irene


"let's go" ucap Dave penuh semangat


"kita pamit ya Bu" ucap Dave and irene


"ya hati-hati di jalan" ucap ibu panti


irene hanya mengangguk kan kepala mereka berjalan ke arah mobil sampai di depan mobil irene membukakan pintu untuk Dave dan menutup nya lalu ia berjalan ke arah kursi kemudi


tanpa menunggu lama irene menancap gasnya, melajukan mobilnya menuju mall


sampai di mall irene turun bersama Dave, saat turun banyak mata yang memandang irene ada yang kagum, iri, dan ada yang menduga Kalau irene sudah punya anak


sedangkan irene cuek saja tak mempedulikan kata orang lain, ia pun mengajak Dave ke tempat baju anak membeli baju untuk Dave dan anak-anak


"mbak tolong Bungkus baju anak umur 1 tahun sampai 10 tahun untuk cowok cewek satu model semua ukuran kalau bisa warnanya sama, bungkus Semua yang ada" jelas irene


"baik nona, mohon tunggu sebentar" ucap karyawan itu lalu melaksanakan perintah Irene


"Dave kalau mau milih baju ambil aja ya" ucap Irene tersenyum

__ADS_1


"iya Kaka cantik" ucap Dave memilih baju yang ia suka


setelah memilih pakaian irene mengajak Dave ke area time zone tanpa membawa belanjaan nya, karena irene meminta toko untuk mengirim ke panti asuhan


di tengah perjalanan menuju time zone Irene melihat seseorang yang ia kenal dan ia pun berhenti memastikan apa yang ia lihat


"Dave, ikut Kaka sebentar ya, tapi jangan bicara oke" ucap Irene ingin membututi orang yang ia kenal


"oke kak" ucap Dave


irene pun mengikuti orang itu, beruntung irene membawa kacamata dan masker sehingga dapat mengikuti orang itu lebih dekat


"sayang kapan kamu beliin aku tas baru" ucap wanita yang berpakaian kurang bahan Sambil bergelayut manja di lengan pria itu


"sabar dong sayang, aku kan belum minta uang lagi sama si bodoh itu" ucap pria itu


"bener ya janji ya" ucap wanita itu


"janji" ucap pria itu


"kok bisa ya seorang CEO bisa kamu tipu" ucap wanita itu


(siapa yang dia maksud) batin irene yang berada di belakang mereka


"tentu saja dong, siapa yang bisa menolak ketampanan Bryan" ucap Bryan sombong


ya yang irene ikuti sekarang ini adalah Bryan kekasih irene lebih tepatnya calon mantan irene


"siapa namanya CEO bodoh itu, aku lupa" ucap wanita itu


"irene Abika Sasedro pemilik perusahaan terbesar di negara ini" ucap Bryan


deg


bak di sambar petir di siang bolong irene mendengar pun sontak amarah nya memuncak ingin rasanya ia langsung melabrak mereka tapi irene tahan


(jadi kau hanya memanfaatkan ku, tunggu saja kejutan dari ku pria brengsek) batin irene marah sambil mengepalkan kedua tangannya


"CEO besar tapi bodoh" hina wanita itu


dan bryan tertawa mendengar kata wanita di sampingnya, mereka terus mengobrol ngalur ngidul tanpa tau ada orang yang menahan amarahnya


karena irene tak mau mendengarkan celotehan mereka lagi akhirnya ia meninggalkan mereka tanpa mereka sadari


jangan lupa vote like dan komen


terimakasih 🙏


selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan semangat 💪

__ADS_1


__ADS_2