DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
ulat keket


__ADS_3

satu satu Minggu hubungan irene dan Bryan baik-baik saja masih belum ada sesuatu yang mengganjal


sudah satu Minggu pula Davin uring-uringan asisten Ken sampai kewalahan, tempramen Davin Yang tinggi sifat dingin kini mulai menjadi-jadi apalagi kekejaman semakin kejam tak menerima toleransi sedikit pun


tak urung banyak karyawan yang di pecat atau jadi sasaran emosi nya dan hampir setiap hari pasti membuka lowongan pekerjaan


Davin Eko Prayoga lelaki tampan mapan banyak di gilai wanita seperti contohnya nindi model papan atas wajah cantik dan body bak gitar spanyol, usahanya untuk mendekati Davin sia-sia karena selama ini Davin menganggap nindi sebagai parasit di hidup tapi nindi tak menghiraukan itu


di perusahaan ect


ceklek


suara pintu terbuka masuklah wanita berpakaian kurang bahan menghampiri Davin


"aku bilang jangan ada yang asisten Ken" ketus Davin tanpa melihat yang masuk ruangan nya


"sayang, aku bukan asisten Ken" manja nindi menghampiri Davin


"kau bagaimana bisa masuk" ucap Davin terkejut


"aku kan kekasih mu, mana mungkin aku tak bisa masuk" ucap nindi tersenyum lalu mengelus dada Davin


"jangan sentuh aku" bentak Davin sambil menghempaskan tangan nindi dengan kasar


"sayang kenapa kau begitu" ucap nindi manja


"kau tak kangen padaku kah?" ucap nindi bergelayut manja di tangan Davin


"ku bilang jangan sentuh aku, dan ingat aku bukan KEKASIH MU" ucap Davin dengan nada tinggi menekankan Kata terakhir


"tapi Davin aku mencintaimu" ucap nindi bersikeras


"berhenti omong kosong keluar dari sini" teriak Davin yang sudah kesal


"Davin please aku mencintaimu Davin" ucap nindi memohon


"ku bilang pergi atau aku panggil satpam buat nyeret kamu" ucap Davin yang emosi di ubun-ubun


"ck, tunggu saja kau akan bertekuk lutut di hadapan ku Davin" ucap nindi lalu berjalan membuka pintu dan menutup pintu dengan keras


brak


"ck sial bikin mood hilang aja, dan dimana asisten Ken kenapa bisa ulat keket bisa masuk ke ruangan ku" kesal Davin


"cabut ajalah daripada gue gak mood buat kerja" ucap Davin lalu mengambil jasnya dan memakai nya


ia berjalan keluar saat di luar ternyata ada asisten Ken ia ingin bertanya kenapa ular keket bisa masuk


"hey asisten Ken kemana kau" kesal Davin


"saya habis dari toilet tuan, emang ada yang perlu tuan butuhkan?" tanya asisten Ken bingung karena raut wajah tuannya seperti orang kesal

__ADS_1


"ck, pantas saja dia bisa masuk, lain kali jangan biarkan ulat keket masuk keruangan ku" titah Davin lalu pergi tanpa menunggu Jawaban asisten Ken


asisten yang masih kebingungan hanya diam saja sambil memikirkan bagaimana mana bisa ulat keket bisa masuk keruangan tuan Davin


Davin sudah sampai di lobby kantor lalu ia berjalan menuju mobil sport nya yang ia sengaja tinggal di kantor


membuka pintunya ia lalu masuk ke dalam menutup kembali pintu nya kemudian Davin menjalankan mobilnya memecah jalanan kota


"enaknya kemana ya?" gumam Davin celingukan


setelah lumayan lama ia mengendarai mobilnya ia akhirnya berhenti di sebuah taman, entah kenapa ia tertarik untuk turun


sampai di taman ia pun duduk di kursi taman melihat sekeliling lalu menyenderkan punggungnya matanya menatap keatas perlahan ia menutup matanya


beberapa menit sudah menutup matanya ia merasa moodnya sudah membaik, lalu ia membuka mata nya sebaiknya ia kembali ke kantor sebelum pekerjaan nya menumpuk


saat akan melangkah ia seperti mendengar suara tangisan anak ia pun memastikan pendengaran nya


"kok gue denger suara anak kecil nangis ya" gumam Davin


"masak sih jurig di siang bolong" gumam Davin sambil mencari sumber suara


"kayaknya di sekitar sini deh" ucap Davin celingukan mencari suara saat ia menoleh sebelah kanan ia melihat seorang anak kecil yang sedang menangis di bawah pohon


"itu orang apa hantu ya?" ucap Davin saat melihat anak itu


"gue samperin aja lah, mana mungkin hantu di siang bolong" ucap Davin lalu ia menghampiri anak itu


anak kecil itu menoleh ke arah Davin beberapa detik kemudian ia kembali menundukkan kepalanya


"adek kenapa di sini di mana orang tuamu?" tanya Davin pelan


"Da Dave nggak pu punya orang tua" ucap Dave masih sesenggukan


ya anak kecil yang menangis adalah Dave anak yang pernah irene selamat kan


"terus adekk tinggalnya dimana?" tanya Davin


"Davin lupa jalannya" ucap Dave


"kok bisa ada di sini, emang dari mana mau kemana?" tanya Davin heran karena Dave masih memakai seragam sekolah


"Dave pulang sekolah mau ke rumah Kaka cantik ta tapi Dave enggak tau rumahnya" ucap Dave sedih


"ya sudah kalau begitu Kaka anterin Dave pulang ke rumah Dave ya" ucap Davin


"Dave Ingat nggak Dave tinggal di rumah mana?" tanya davin


"Dave hanya ingat kalau Dave tinggal di panti asuhan permata" ucap Dave mengingat-ingat


(panti asuhan permata, panti asuhan yang itu kali ya, coba tanya deh) bating davin

__ADS_1


"Dave tinggal di panti asuhan permata, bener nggak kalau ibu panti namanya ibu Ririn" tanya Davin


Dave pun mengangguk mengiyakan perkataan Davin


"mungkin itu Kaka tau di mana, yuk Kaka anterin ke sana" ajak Davin


dan Dave pun berdiri merapikan pakaian nya dan mengambil tasnya yang tergeletak di samping nya


"yuk kak" ucap Dave tersenyum


mereka berdua berjalan beriringan menuju mobil sampai di mobil Davin membukakan pintu untuk Dave setelah Dave masuk ganti ia yang masuk dan menjalankan mobilnya


di tengah perjalanan Dave pun memulai berbicara


"Kaka terimakasih sudah anterin Dave pulang" ucap Dave tulus


"iya sama-sama" ucap Davin tersenyum setelah itu tak ada obrolan sama sekali hanya deru suara mesin mobil menghiasi keheningan diantara mereka berdua


beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di tujuan


"ini bener tempat nya" tanya Davin memastikan


"iya ka bener, itu ibu panti" tunjuk Dave saat melihat ibu panti yang khawatir


"ya sudah kita ke sana kayaknya ibu panti nyariin kamu" ucap Davin keluar dari mobil lalu membukakan pintu mobil keluarlah Dave


mereka berdua menghampiri ibu panti yang masih belum tau keberadaan nya


"ibu" teriak Dave sambil berlari menghampiri ibu panti


"ya ampun Dave Kemana aja, ibu nyariin Dave nggak ketemu ketemu" ucap ibu panti memeluk dave


"maafin Dave bu, Dave tadi mau ke rumah kaka cantik tapi nggak tau rumahnya di mana, untung Dave ketemu Kaka ganteng ini"tunjuk Dave ke Davin yang sudah berdiri di depan mereka


"Lo tuan Davin, ternyata Anda terima kasih sudah mengantarkan Dave pulang" ucap ibu panti


"iya Bu, kebetulan ketemu Dave di taman, sekalian anterin Dave pulang karena hari sudah siang"ucap Davin tersenyum mengelus rambut Dave


"sekali lagi terima kasih tuan, kalau begitu mari masuk tuan" tawar ibu panti


"eh iya Bu, maaf ngrepotin" ucap Davin sungkan


"nggak ngrepotin kok, yuk masuk" ajak ibu panti


mereka bertiga lalu masuk ke dalam berjalan menuju kantor panti


Ni Hao readers yuk Like komen dan vote untuk dukung author


terimakasih 🙏


selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan semangat 💪

__ADS_1


__ADS_2