
Holla bagi yang nungguin dendam CEO cantik season 2 silahkan mampir ya
Season sudah up jangan lupa tinggalkan kritik dan saran kalian ya
...****************...
jangan lupa pembaca dendam CEO cantik, mampir season 2 nya
cerita tentang anak pertama Irene dan Davin
Yaitu Darren sasedro Prayoga, sosok yang begitu kaya raya tampan dan tak lupa sikap dingin kejam yang menurun dari orang tua nya
Dan seorang perempuan yang bernama Cika yang tak takut akan sifat Daren
Mohon dukungan untuk reader untuk meninggalkan like, comen, vote dan favorit terimakasih banyak
...****************...
Pagi harinya sesuai janji Daren pada irene hari ini dia akan meminta maaf pada Cika tak lupa juga ia merekam perminta maafkan
"Daren jangan lupa janji kamu kemarin" ucap Irene mengingatkan
"Iya ma iya Daren ingat" kesal Daren pasalnya baru kali ini dia akan meminta maaf pada orang lain apa lagi pada cewek yang menurut nya ah entahlah
Daren menaiki mobilnya menuju kantor mobil sport berwarna hitam itu memecah jalanan kota Daren terbiasa mengendarai mobil nya sendiri jika berangkat ke kantor ataupun pulang dari kantor
"Sial masak gue harus minta maaf sama tu cewek" kesal Daren memukul stir mobilnya
"Mau di taro mana muka gue, nyebelin banget sih" ucap Daren semakin kesal
Mobil Daren sudah sampai di depan pintu kantor lalu ia turun tak lupa ia menyuruh satpam untuk memarkirkan mobilnya di basement khusus CEO
Ia melangkah masuk kedalam karyawan yang melihatnya pun menyapa Daren tapi Daren hanya diam saja memasang wajah datar bin dingin
Ia terus berjalan sampai di di lantai atas ia berhenti sejenak menatap sekertaris nya
"Selamat pagi tuan, ada yang bisa saya bantu" ucap sekertaris Daren
"Panggil karyawan wanita kemarin yang keluar terakhir dari ruangan ku suruh dia ke ruangan ku" ucap Daren berlalu pergi saja tanpa menunggu jawaban sekertaris nya
"Untuk apa tuan memanggil Cika sepagi ini pasti ada masalah" gumam sekertaris Daren menatap pintu ruangan Daren
"Sudahlah bukan urusan ku lebih baik aku cepat-cepat panggil Cika kalau enggak nanti aku bisa kena sembur" ucap sekertaris Daren lalu ia menghubungi kepala departemen yang bertanggung jawab memegang Cika
__ADS_1
Di dalam ruangan Daren mondar mandir sambil memikirkan apa yang harus ia lakukan
"Huh apa yang harus aku lakukan" ucap Daren bolak balik seperti setrikaan
"Sial kalau bukan karena janji aku tak Sudi minta maaf pada itu cewek" ucap Daren kesal
Sedang asik mondar mandir tak jelas Daren memperhentikan langkahnya ketika mendengar suara ketukan pintu, lalu ia duduk di kursi kebesarannya setelah duduk baru menyuruh orang di luar masuk ke dalam
"Masuk" ucap Daren dengan cool nya
"Permisi tuan ada perlu apa ya manggil saya" ucap Cika ketika sudah sampai di hadapan Daren
Daren diam mulutnya terasa saat ingin mengucapkan kata maaf
"Tuan ada perlu apa ya" tanya Cika sekali lagi
Daren tetap diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun ia hanya menatap Cika
"Tuan hello, kalau tak ada urusan saya permisi dulu saya masih banyak kerjaan" ucap Cika hendak melangkah kan kaki tapi ia berhenti sejenak saat Daren mencegahnya
"Tunggu" cegah Daren Cika menoleh menatap Daren
"Maaf" lirih Daren bahkan Cika tak mendengar nya hanya bisa melihat Mulut Daren yang bergerak
"Maaf" ucap Daren kurang jelas
"Apa tuan saya tidak mendengar dengan jelas" ucap Cika menghampiri Daren
"CK, dasar tuli, Maaf buat yang kemarin" ucap Daren kesal
"Yang kemarin apa tuan" tanya Cika lupa
"CK yang menatap dan bilang dada mu kecil, padahal kenyataannya kecil" ucap Daren pelan di akhir kalimat
"Oh yang itu saya maafin tuan" ucap Cika tersenyum licik
(Aku kerjain ah, kapan lagi ngerjain boss mesum) batin Cika tersenyum licik
"Oke, kamu boleh keluar" ucap Daren
"Eits tunggu dulu tapi ada syaratnya" ucap Cika menarik turunkan alisnya sambil bersedekap
"CK apa lagi kan kamu sudah bilang maafin saya" kesal Daren karena perasaan nya tak enak
__ADS_1
"Saya maafin tapi ada syaratnya tuan" ucap Cika tersenyum
"Apa syaratnya" kesal Daren
"Saya harus naik gaji" ucap Cika tersenyum
"Cuma itu gampang" ucap Daren menyepelekan
"Itu yang pertama tuan" ucap Cika tersenyum licik
"Yang pertama" ucap Daren tak percaya Cika mengangguk membenarkan ucapan Daren
"Yang kedua, khusus 3 hari ke depan saya cuti kerja" ucap Cika tersenyum
"Lalu" ucap Daren menatap Cika
"Yang terakhir tuan belanjain saya apa pun yang saya mau" ucap Cika tersenyum puas
"Dasar cewek matre" ucap Daren mendengar permintaan Cika
"Kalo gak matre gak bisa pak" ucap Cika asal
"Terserah kau saja, ambil ini untuk semua permintaan mu" ucap Daren memberikan sebuah kartu limited edition
"Eits tapi" ucap Cika tersenyum licik
"Tapi apa lagi hah" kesal Daren
"Tuan harus ikut aku belanja" ucap Cika tersenyum
"Apa, tidak bisa saya punya kerjaan banyak" tolak Daren
"Oh tidak bisa ya udah, aku pergi tapi jangan harap tuan saya maafin" ucap Cika hendak pergi
"Baiklah baiklah" final Daren karena ia tak mau jika sampai rumah iya dapat hukuman dari irene
"Oke kalau gitu let's go" ucap Cika tersenyum girang sedangkan Daren menekuk wajahnya sambil mengikuti Cika
Satu hari ini Daren memenuhi semua persyaratan dari Cika bahkan saat Cika menyuruh membawakan belanjaan nya Daren pun terpaksa menerima nya
Daren merasa hari ini adalah hari yang paling sial dalam hidupnya ia di kerjain habis-habisan oleh karyawan nya sendiri
haha rasain kau Daren makanya di jaga matanya 😂
__ADS_1
hay readers cukup sampai di sini ya extra part nya novel ini pun sudah tamat, author ngucapin banyak terimakasih buat kalian yang udah dukung author selama ini, tanpa kalian author tak bisa apa-apa thankiyu 🙏 lopeyu 😘 and mohon maaf jika author banyak salah ya🙏