
malam hari irene sudah menyelesaikan pekerjaannya dan saat ini ia sedang merapikan dokumen yang selesai ia kerjakan
"huh capek nya" gumam irene merenggangkan otot-otot nya
"asisten El kemana sih dari tadi pagi gak ada kabar gak tanda-tanda dia muncul" kesal irene saat mengingat asisten El menghilangkan bak di telan bumi, irene juga sudah menghubungi tapi nomer nya tidak aktif
"pulang ah siapa tau asisten El sudah di rumah awas saja kalau dia sengaja bolos kerja hari ini akan ku potong gajinya" gerutu irene
lalu ia turun ke bawah menuju mobilnya
"kita pulang sekarang pak" ucap Irene saat sudah masuk dalam mobilnya
"baik nona" ucap pak supir
sang supir pun langsung menyalakan mesin mobilnya lalu menjalankan mobilnya menuju rumah sebelum menjalankan mobilnya sang sopir tak lupa menghubungi seseorang
beberapa menit kemudian irene sampai di depan rumah lalu ia turun dari mobil nya melangkah menuju pintu utama
ia mendorong pintu utama saat pintu terbuka ia mengeryit heran karena semua lampu mati kemudian ia mengambil handphone yang ada di tasnya
(semua kemana sih kok lampu pada mati padahal ini baru jam 7 malam enggak seperti biasanya) batin irene
lalu ia menyalakan senter di handphone nya menutup pintu tapi saat ia hendak melangkah kakinya menyandung sesuatu
Duk
"apa ini" ucap Irene mengambil kotak berukuran sedang bewarna biru langit
dengan hati-hati ia membuka kotak itu saat membuka kotak itu irene memberi jarak pada tubuhnya takutnya yang ada di dalam kotak bisa membahayakan dirinya
"surat?" gumam irene saat melihat isi kota itu
dengan pelan ia mengambil surat itu lalu membukanya
"datanglah ke halaman belakang jika kau ingin tau sesuatu" ucap irene membaca surat itu
(ada apa ini sebenarnya) batin Irene bertanya tanya
lalu Irene melangkah kakinya menuju halaman belakang sampai di halaman belakang suasana sama seperti di depan sepi dan juga tak ada penerangan sedikit pun
"katanya di halaman belakang tapi kenapa di sini gelap banget" ucap Irene heran memandangi halaman belakang lewat pintu kaca
karena penasaran irene membuka pintu kaca halaman belakang lalu ia berjalan ke depan tiba-tiba lampu menyala
"surprise" teriak semua orang
irene terkejut saat melihat semua orang ada di sini ada Mama Andini, Aya, asisten El, asisten Ken, Davin, orang tua Davin, ibu panti, dan juga dave
ia bingung kenapa semua orang ada di sini pikir nya tapi pertanyaan itu terjawab saat mereka menyanyikan sebuah lagu
"happy birthday to you"
"happy birthday to you"
__ADS_1
"happy birthday, happy birthday, happy birthday to irene" semua orang menyanyikan lagu selamat ulang tahun
irene merasa terharu melihat semua telah menyiapkan kejutan ulang tahun nya dengan tulus ia juga tak menyangka jika masih banyak orang yang menyayangi nya
lalu ia menatap Davin yang ada di depannya yang sedang membawa kue ulang tahun
" selamat ulang tahun, semoga sehat selalu, banyak rezeki, panjang umur, happy birthday" ucap Davin tersenyum
"terimakasih" ucap Irene berkaca-kaca
"jangan nangis dong masak seorang Miss Ier nangis sih" ucap Davin pelan
irene tersenyum
"tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga sekarang juga" ucap Aya di ikuti semua orang
irene memejamkan matanya berdoa dalam hati apa yang ia inginkan lalu membuka mata meniup lilinnya
"yeeeeyy" teriak Aya dan dave heboh
"potong kue sekarang" teriak Aya
Davin yang mendengar ucapan Aya pun memberikan pisau kue ulang tahun
Irene menerima pisau itu lalu mulai memotong kue itu potongan pertama ia suapkan pada mama Andini Davin yang mengharap jadi yang pertama harus kecewa lantaran irene memberikan pada mama Andini
Di suapan kedua Davin juga sedikit kecewa karena suapan ke dua irene memberikan nya ke Aya suapan ke tiga tanpa Davin duga irene memberikan potongan kue itu untuknya
tanpa menunggu lama Davin menerima suapan itu dengan senyum mengembang, tak apa yang ketiga daripada tidak sama sekali pikirnya
setelah acara potong kue kini semua orang mengucapkan selamat kepada irene
"selamat ulang tahun sayang" ucap mama Andini mencium pipi irene
"terimakasih ma" ucap Irene memeluk Mama Andini
"selamat ulang tahun Kaka ku sayang" ucap Aya memeluk erat irene
"terimakasih" ucap Irene membalas pelukan Aya dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya
"kaka cantik" panggil Dave mendongak ke arah irene
"ada apa sayang" ucap Irene mensejajarkan diri nya dengan Dave
"selamat ulang tahun Kaka cantik, Dave dan anak-anak lainnya punya hadiah buat Kaka cantik" ucap Dave menyodorkan sebuah kotak
"terimakasih sayang" ucap Irene mencium pipi Dave
"Kaka cantik buka dong kado nya" ucap Dave
Irena pun membuka kado itu ternyata isinya sebuah syal dan kartu ucapan
"maaf Dave dan anak-anak lainnya cuma bisa kasih Kaka itu dan itu buatan kita, soalnya kalau beli mahal" ucap Dave lirih di akhir kalimat
__ADS_1
semua orang yang mendengar penuturan Dave pun tertawa
"tak apa Kaka suka kok, udah sana makan lagi kue nya" ucap Irene
"yey" teriak Dave kegirangan
kini ke mama Davin mendekat ke arah irene
"selamat ulang tahun ya sayang" ucap mama Davin memeluk irene sambil mengelus rambut irene
"terimakasih banyak ya ma" ucap Irene tulus
"sama-sama" ucap mama Davin melepaskan pelukannya lalu ia kembali pada papa Davin
asisten Ken mendekat ke arah irene
"selamat ulang tahun nona" ucap asisten Ken menjabat tangan irene
" terimakasih asisten Ken" ucap Irene menerima jabatan tangan asisten Ken
asisten Ken langsung melepaskan tangannya karena ia merasa ada hawa dingin di belakangnya
lalu ia kembali ke tempat semula
"selamat ulang tahun ya nak irene" ucap ibu panti memeluk irene
"terimakasih ya Bu panti" ucap Irene membalas pelukan ibu panti
ibu panti tersenyum mengangguk lalu ia kembali menikmati makanan
"asisten El" ucap Irene datar saat irene melihat asisten El menghampiri nya dengan menundukkan kepalanya
"darimana saja kau asisten El" ucap Irene menatap tajam asisten El
"anu Miss, selamat ulang tahun, tolong jangan potong gaji saya, sayang hanya menuruti perintah" bela asisten El pada diri sendiri
"perintah siapa?" tanya irene
asisten El Diam lalu cepat cepat ia meletakkan kadonya pada tangan irene dan kembali ke tempatnya
sebelum melangkah asisten El berhenti sejenak
"itu semua atas perintah tuan Davin nona" ucap asisten El langsung buru-buru melanjutkan langkahnya
irene langsung menatap tajam Davin yang ada di depannya, Davin yang melihat tatapan irene hanya menelan ludah dengan kasar
"Davin" ucap Irene menekan kan katanya
lanjut nanti malam ya
Jangan lupa di vote like dan komen sebanyak banyaknya terimakasih 🙏
selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan semangat 💪
__ADS_1