
setelah makan malam mereka mengantarkan ibu panti Dave dan Davin ke halaman depan karena mereka akan kembali ke panti asuhan
"sering sering lah datang kemari" ucap mama Andini pada ibu panti
"iya, kami akan datang lagi ke sini" ucap ibu panti
"nak Davin juga sering seringlah kemari" ucap mama Andini
"iya Tante pasti" ucap Davin sambil menggendong Dave yang sudah tertidur
"kalau begitu kami permisi dulu ya Tante dan Irene " ucap davin menatap mama Andini lalu beralih menatap ke irene
"ya hati-hati di jalan ya, bawa mobilnya jangan ngebut ngebut" ucap mama Andini pada davin
"iya Tante" ucap Davin
"kita pergi dulu ya din, nak irene terimakasih untuk makan malam nya" ucap ibu panti
"ya bu sama-sama, hati-hati di jalan" ucap Irene sedangkan mama Andini tersenyum
mereka pun masuk ke dalam mobil Davin lalu pergi meninggalkan halaman rumah irene sebelum pergi Davin menyalakan klakson mobilnya
mobil Davin keluar dari pagar berpas-pasan dengan Aya yang baru saja pulang dari tugas kelompok nya iapun turun dari taksi masuk kedalam sambil bertanya tanya siapa yang datang
baru saja mama Andini hendak menutup pintu ia mengurungkan niatnya karena ia mendengar suara Aya
"ee tunggu ma jangan di tutup" teriak Aya berlari saat melihat mamanya hendak menutup pintu
"eh Aya baru pulang kamu" ucap mama Andini
"iya ma" ucap Aya menyalami tangan mamanya
"ya udah sana mandi terus makan kalau belum makan" ibu mama Andini setelah menerima salaman Aya
"iya ma, tadi itu siapa ma?" tanya Aya saat sudah masuk
"tamu Kaka mu" ucap mama Andini menutup pintu
"terus ka renren sudah pulang?" tanya Aya
"baru saja ia naik mungkin ia sedang mandi" ucap mama Andini
"memang kenapa tumben cari kak mu" ucap mama Andini heran
"ada yang mau Aya sampaikan" ucap Aya
"ya udah Aya ke atas dulu ya" ucap Aya meninggalkan mama Andini yang akan bertanya tapi Aya keburu kabur
dua jam kemudian Aya sudah selesai melaksanakan tugas dari mama Andini, kini ia sedang menghampiri Kaka nya untuk membicarakan sesuatu
tok tok
"kak ini Aya" ucap Aya dari luar
"masuklah pintunya tidak Kaka kunci" teriak irene dari dalam
__ADS_1
Aya yang mendapat Jawaban dari sang empunya langsung saja masuk ke dalam kamar irene
"kak, kau sedang apa?" tanya Aya basa-basi saat melihat irene bersandar di ranjang nya
"ada apa, tumben kau cari Kaka" tanya Irene menyelidik karena jika Aya mencarinya itu pasti ada obrolan serius atau meminta sesuatu
"ada yang mau Aya omongin" ucap Aya menatap sang Kaka dengan serius
"baiklah kita duduk di sofa saja" ucap Irene bangun dari ranjang nya lalu berjalan ke arah sofa di ikuti Aya
"katakan" ucap Irene yang sudah duduk
"tapi Kaka jangan marah ya" ucap Aya
"katakan dulu Aya" tegas Irene tak mau bernegosiasi
"huf baiklah, dua hari yang lalu Aya sempat melihat pacar Kaka makan dengan wanita lain" jelas Aya
"jangan mengada-ada kamu Aya" ucap Irene tak percaya
"Aya serius kak bahkan mereka berciuman" ucap Aya mencoba menyakinkan irene
"kamu salah lihat kali, mungkin saja dia orang lain yang mirip Bryan" ucap Irene membela Bryan
"tapi kak Aya tidak berbohong aya punya buktinya,ini" ucap Aya menyodorkan handphone nya
Irene pun mengambil handphone Aya dan melihat foto yang aya perlihatkan
"gak mungkin aya, lihat mereka tampak biasa saja" ucap Irene masih tak percaya
ia mengembalikan handphone Aya, memang di dalam foto itu terlihat Bryan dan wanita lain sedang makan tak ada yang mencurigakan
"sudah?" ucap Irene singkat
"percaya sama Aya kak" kekeh Aya
"cukup Aya, kau sudah nuduh orang belum tentu itu benar" ucap Irene tegas
"tapi kak "ucap Aya terpotong
"stop, sekarang Aya keluar dari kamar Kaka" usir irene sambil menarik pelan tubuh aya
mau tak mau Aya keluar dari kamar irene karena ia tak mau membantah irene jika irene sudah mode seperti itu akan bisa berakibat fatal
sekeluarnya Aya handphone irene berbunyi tanda pesan masuk langsung saja ia mengambilnya tertera nama Bryan di sana
irene mengeryit heran karena tumben Bryan mengirim sebuah foto, tanpa basa-basi ia membuka foto yang di kirim Bryan
matanya membulat sempurna ia terkejut foto yang di kirim Bryan memperlihatkan saat Davin menangkap tubuh Irene yang tampak seperti berpelukan
karena takut Bryan salah paham irene langsung saja menelfon Bryan
Tut Tut
"halo bry aku bisa jelasin semuanya" ucap irene saat Sambungan telepon nya terhubung
__ADS_1
"jelasin apa lagi irene?" ucap Bryan pura-pura kesal
"itu tak seperti yang kau lihat bry, tadi itu aku mau jatuh saat bermain, Davin yang melihatnya pun refleks menangkap ku bry " jelas irene
"mana ada jatuh irene di dalam foto kau terlihat berpelukan mau mengelak apa lagi kamu?" ucap bryan pura-pura marah
"itu semua nggak bener bry, tolong percaya lah padaku bry" ucap Irene memohon
(memohon lah padaku) batin Bryan menyeringai
"sudah lah irene aku kecewa sama kamu" ucap Bryan nada kecewa
"bry tolong maafin aku bry" ucap Irene meminta maaf
"entahlah irene" ucap bryan pura-pura marah
"aku harus apa bry agar kau tak marah padaku bry" ucap Irene bingung
"kau mau aku tak marah? tapi ada syaratnya" ucap Bryan
"iya apa itu bry" ucap Irene senang
"pinjamin aku uang lagi, bagaimana" ucap bryan tersenyum licik
"tapi kemarin kan baru aku kasih bry?" tanya irene heran
"aku mau bekerjasama dengan teman membutuhkan uang banyak" ucap bryan beralasan
"memang berapa bry yang kamu butuhkan?" tanya irene
"cukup 1M" ucap Bryan enteng
"apa 1M bry?" ucap Irene memastikan pendengaran nya
"kau mau pinjamkan tidak, kau kan kaya jadi uang segitu hal kecil buatmu" ucap Bryan kompor
ya memang uang segitu hanya hal kecil buat Irene tapi jika uang sebanyak itu terbuang sia-sia irene juga tak mau lebih baik ia berikan pada orang tidak mampu pikirnya
"tapi bry" ucap irene ragu
"ya sudah kalau tidak mau" ucap Bryan kesal hendak mematikan telfonnya
"iya iya nanti aku kirim uangnya tapi janji jangan marah lagi" ucap irene lembut
(tak apa lah ngeluarin uang segitu katanya kan hanya pinjam) batin Irene
(kena kau) batin Bryan tersenyum senang
"iya sayang aku tidak marah lagi" ucap Bryan lembut
mereka akhirnya berbaikan walau irene merasa di rugikan, cinta irene pada Bryan sudah menutup akal sehat irene sehingga ia tak sadar jika selama ini ia hanya di manfaatkan Bryan
benar kata orang cinta bisa membuat orang buta akal, itu yang di alami irene
jangan lupa vote like dan komen
__ADS_1
terimakasih 🙏
selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan semangat 💪