
pagi hari irene masih berbaring di ranjangnya perlahan matanya terbuka menengok ke arah korden tenyata di sela sela korden sudah ada sinar matahari yang muncul
"uhh jam berapa ini" ia menengok ke arah jam dinding menunjukkan pukul 8 pagi
"sudah jam 8 ternyata" lalu ia duduk mengumpulkan nyawanya 😂
beberapa saat ia menyadari ia masih pakai baju kerja
"kok aku masih pakai baju kerja apa aku tak mandi ya" sambil mengacak-acak rambutnya
hening
beberapa detik kemudian tiba-tiba ia menyingkap selimut nya lalu berlari menuruni tangga sampai di tangga ia melihat sekeliling tapi tak ada satupun orang lalu ia kembali berlari ke arah pintu utama
namun saat melewati ruang keluarga ia terhenti karena tubuhnya merasa terangkat
"aaa turunkan aku" teriak irene
"turunkan aku" teriak irene sambil memejamkan matanya
lalu Davin menurunkan tubuh irene karena irene terus berteriak setelah turun irene berbalik melihat siapa orang yang berani menangkapnya
"apa? mau marah silahkan" ucap Davin yang melihat irene menatap nya tajam
"ish kau ini mengagetkan saja aku kira maling eh tau kamu" ucap Irene kesal
Davin tersenyum
"kamu mau Kemana buru-buru begitu sampai lari-lari segala kalau jatuh bagaimana?" ucap Davin tersenyum
"nggak kemana-kemana kok, terus kamu kenapa pagi pagi sudah ada di sini?" ucap Irene mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
"ya aku di suruh mama nginap di sini katanya, kalau nanti aku pulang pasti ada yang nyariin aku katanya" sindir Davin
"mama" tanya irene bingung"
"iya mama Andini" ucap Davin
"ohh" ucap Irene ber oh ria aja
memang setelah bercerita semuanya Davin di suruh menginap di sini dan menyuruhnya memanggil mama Andini dengan sebutan mama
dan Mama Andini pun bercerita kalau irene baru bertemu orang yang selama ini ia rindukan pasti keesokan pagi harinya irene akan mencari orang itu
tak tak tak
mama Andini datang karena ia tadi sempat mendengar suara irene
"irene kamu sudah bangun?" tanya mama Andini
"sampai lari-lari tadi ma" sindir Davin
"apa sih mana ada" elak irene yang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus
"masak sih Davin" ucap mama Andini menggoda irene
"iya Kalau Davin enggak tangkap dia mungkin dia sudah naik mobil ma" goda Davin
"emang kamu cari siapa sih irene?" tanya Mama Andini pura-pura tak tahu
"apa sih ma, irene gak cari siapa siapa kok" elak irene yang semakin malu
"tapi kok mama nggak percaya sama kamu ya" ucap Mama Andini
__ADS_1
"mama ish, yang anak mama itu irene atau Davin, kok gak percaya sama irene"kesal irene sambil memanyunkan bibirnya
Davin melihat nya tersenyum lebar, mama Andini lalu memegang lengan irene
"anak mama kamu, tapi Davin sebentar lagi juga jadi anak mama, dan mana mungkin mama percaya sama kamu kalau kamu berpenampilan kayak gini" ucap mama Andini sambil memutar badan Irene ke arah kaca yang ada di ruang keluarga
saat menengok cermin Irene membulatkan matanya bagaimana tidak penampilan nya saat ini muka bantal mata bengkak rambut acak-acakan
"penampilan baru ya" sindir Mama Andini
mama Andini dan Davin pun tertawa
hahahahaha
"aaa mama" teriak irene berlari meninggalkan Davin dan mama Andini
"tenang sayang kamu masih cantik di mataku walaupun ada pulau di pipimu" teriak Davin saat menghentikan tawanya sejenak
lalu Mama Andini dan Davin kembali tertawa
hahahaha
sedangkan irene berlari menaiki tangga sambil memegang wajahnya yang terasa hangat mungkin wajahnya sudah merah melebihi kepiting rebus
karena menahan malu apalagi yang dari tadi mama Andini dan Davin terus menggoda nya
"ck sial, kenapa kebiasaan ini gak selalu hilang" kesal irene saat sampai di atas
jangan lupa vote like dan komen
terimakasih 🙏
__ADS_1
selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan semangat 💪