
Malam hari acara pesta sudah selesai semua orang sudah membubarkan diri tinggal anggota keluarga yang menginap di hotel
Irene dan Davin sudah berada di kamar pengantin yang romantis ranjang di taburi kelopak bunga mawar, ruangan di beri aroma terapi lilin di sudut-sudut ruangan menambah kesan romantis nya
"kamu mandi duluan saja aku mau hapus make up dulu" ucap Irene tersenyum
"baiklah aku mandi dulu" ucap Davin berjalan ke arah kamar mandi
Sedangkan irene berjalan ke arah sofa ia mulai menghapus make up mencopot semua aksesoris yang melekat setelah beres begitu juga dengan Davin sudah keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk di pinggangnya
"aaa kenapa kau tak memakai baju" ucap Irene menutup matanya karena ia baru pertama kali melihat laki-laki bertelanjang dada apalagi hanya berbalut handuk saja
"memang kenapa aku kan suami mu jadi tak masalah dong" ucap Davin tersenyum menghampiri Irene
"kenapa di tutup" ucap davin berusaha membuka tangan Irene di wajah nya
"sana jangan, sana pakai baju mu" ucap Irene malu
"kenapa, kamu malu ya" ucap Davin tersenyum lalu ia meraih pinggang irene memeluknya erat
"lepas aku mau mandi" ucap Irene berusaha melepaskan diri
"mandi nya nanti saja nanti juga kamu mandi lagi" goda Davin sambil mendekatkan wajahnya
"apaan sih Davin lepas" ucap Irene wajahnya yang sudah merah seperti tomat
Davin tak mengindahkan ucapan irene ia semakin mendekat kan wajahnya hingga deru suara nafas irene bisa ia rasakan di wajahnya
Irene yang gugup ini adalah pertama kalinya detak jantungnya berdetak kencang dulu saat berpacaran dengan Bryan tak seperti ini
__ADS_1
Wajah Davin semakin dekat hingga irene bisa merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya, tapi itu tak bertahan lama hanya sebuah kecupan
"sudah sana mandi" ucap Davin tersenyum melepaskan pelukannya
Sontak irene langsung berlari ke arah kamar mandi dengan wajah merah padam Davin yang melihatnya pun menjadi gemas sendiri
"huh gila ni jantung berasa mau copot" ucap Irene di balik pintu kamar mandi dengan nafas tak beraturan
"ini baru kecupan saja apa lagi nanti pas ,hi" ucap Irene bergidik ngeri membayangkan malam pertamanya dengan Davin
Lalu irene mulai ritual mandi nya dari pada mikir yang aneh-aneh batinnya
Setengah jam kemudian Irene sudah selesai ia juga sudah selesai berganti baju lalu ia menghampiri Davin di atas ranjang dengan memainkan ponselnya
"kamu lapar enggak?" tanya Davin tanpa melihat irene
"enggak memang kenapa kamu lapar?" tanya balik Irene
"tenaga? tenaga buat apa?" ucapu Irene bingung
"buat nanti buka-bukaan" ucap Davin Menarik turun kan alisnya
"Bu bukaan apa sih gak jelas" ucap Irene mengalihkan pandangannya ke arah lain
"ayo" ajak Davin tersenyum menarik tangan irene
"ayo ap apa" ucap Irene gugup
"kita buka-bukaan" ucap Davin menarik tangan Irene agar berdiri dan irene menurut saja toh juga ini adalah kewajiban nya pikirnya
__ADS_1
"siap" ucap Davin menatap irene yang ada di depannya dan irene mengangguk
Wajah Davin mendekat ke wajah Irène, irene yang melihat wajah Davin mendekat langsung saja memejamkan matanya
"kenapa kau memejamkan mata" tanya Davin heran
Irene yang mendengar ucapan Davin membuka matanya
"tadi kamu mau ngapain" tanya Irène
"ini ngambil semut di rambutmu" ucap Davin
"oh" ucap Irene salah tingkah sendiri
Lalu Davin berjalan ke arah sofa mengambil beberapa kotak kado
"ayo kita buka-bukaan" ucap Davin duduk di tengah ranjang
"maksudnya buka kado" ucap Irene baru sadar
"iya memang kamu pikir apa" ucap Davin heran
"enggak enggak apa-apa" ucap Irene bernapas lega irene pikir ini akan jadi malam pertama tapi Davin tak meminta haknya dan lagian juga irene capek harus berdiri di pelaminan satu hari
Lalu mereka mulai membuka kado dari keluarga masing-masing
hay readers sedikit aja ya, kayaknya kalian pada lebih suka yang Irene bikin orang di penjara wkwk canda reader✌️
Author mau nanya mau kagak kalau kita bikin QnA jawab yak di kolom komentar 🙏
__ADS_1
Dan bocoran novel ini mau tak tamatin readers hehe😂
jangan lupa like vote and komen ya lopeyu, 😘 terimakasih 🙏