DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
meminta restu


__ADS_3

"Kaka nangis ya" goda Aya saat mereka sudah di ruang tamu


"mana ada, Kaka enggak nangis kok" elak Davin


"ngaku aja lah ka" ucap Aya tersenyum menarik turunkan alisnya


"kau ya" ucap Davin mengacak rambut Aya


"ish kaka ni kan jadi berantakan" gerutu Aya kesal


"biarin wlee" ejek Davin sambil menjulurkan lidahnya


Perawat dan asisten Rey yang melihat itu pun hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya, ada-ada saja kalian ini pikirnya


"Ehem " suara deheman menghentikan kelakuan Davin dan Aya mereka lalu menoleh ke asal suara dengan nyengir dua jari nya


"Kalian ini gak pernah akur" ucap Irene menggeleng kepala sambil membantu papa nya duduk di kursi


"hehe, abisnya Kaka Davin yang mulai" ucap Aya menunjuk Davin


"mana ada kamu yang duluan" ucap Davin tak terima


"kaka dulu" ucap Aya sengit


"kamu" ucap Davin


"sudah cukup kalian ini selalu aja bikin berisik" ucap Irene memijat kepalanya yang merasa pusing melihat pertengkaran Davin dan Aya yang tiada habisnya


"hehe peace" ucap Davin dan Aya berbarengan


"pa kenalin ini Aya adik irene anak dari mama Andini yang ngurusin irene selama ini" ucap Irene memperkenalkan Aya


"hallo om" ucap Aya tersenyum sambil melambaikan tangan nya


"iya, Terimakasih ya sudah ngerawat irene selama ini" ucap papa irene tulus


"dan ini Davin calon menantu papa" ucap Irene menunjuk Davin


"hallo om, apa kabar" sapa Davin


"baik, om kayak pernah liat kamu ya" ucap papa irene mengingat ingat


"liat dimana om, Davin kan enggak terkenal om" ucap Davin


"kalo di sini" timpal irene


"kamu pemilik perusahaan ect bukan?" ucap papa irene setelah mengingat wajah Davin


"iya om, hehe" ucap Davin


"kalian mau nikah?" ucap papa Irene menatap mereka secara bergantian


" iya om, Davin ke sini jenguk om sambil meminta restu buat pernikahan kami" ucap Davin


"kapan kalian akan menikah" tanya papa irene


"satu Minggu lagi om" ucap Davin


Papa irene mangguk-mangguk


"kemari lah"ucap papa irene memanggil Davin


Davin beranjak dari duduknya menghampiri papa Irene


"om merestui kalian, kamu berjanjilah akan selalu bahagia kan irene jangan membuat nya menangis, berikan kasih sayang dan cinta mu untuk irene" ucap papa irene memegang tangan Davin.

__ADS_1


"Davin tidak bisa berjanji om tapi Davin akan berusaha untuk membahagiakan irene" ucap Davin mantap


"bagus laki-laki harus yang di pegang adalah ucapan nya" ucap papa irene


"iya om" ucap Davin mengangguk


"ya sudah ayo kita makan dulu" ucap Irene


"aduh aku lupa masak untuk kalian semua" ucap perawat itu panik


Memang perawat itu bertugas merawat dan memasak untuk papa irene soal bersihkan rumah nanti ada seorang art yang datang setiap pagi harinya dan pulang setelah semua selesai


"tenang saja mbak sebentar lagi juga ada yang ngantar makanan" ucap Irene


"syukurlah" ucap perawat itu bernafas lega


Dan benar saja tak lama setelah irene berucap bell rumah ada yang memencet


Ting Tong


"nah itu datang makanan nya, sebentar tak ambil dulu" ucap Irene berdiri hendak melangkah


"jangan biar saya saja non" cegah perawat itu


"gak apa-apa, saya juga ada perlu sama yang mengantar makanan" ucap Irene tersenyum


"baiklah kalau begitu aku siapin piring saja" ucap perawat itu melangkah ke belakang sedangkan irene menuju ke depan


Ceklek


Pintu terbuka ternyata yang mengantar bukan pengantar makanan melainkan bodyguard irene


"ini nona makanan nya" ucap bodyguard irene menyodorkan 2 buah paper bag berisi makanan


Irene menerima nya lalu menyodorkan kembali satu paper bag pada bodyguard nya


"tapi nona inikan punya nona". ucap bodyguard itu tidak enak


"ambil, ini juga bagian mu" ucap Irene datar


"baik nona terimakasih" ucap bodyguard itu menerima paper bag yang di sodorkan irene


"ya " singkat Irene


"kalau begitu saya permisi nona, dan sekali lagi terimakasih" ucap bodyguard itu membukakan badan lalu melangkah pergi ketika irene mengangguk sebagai jawaban


Lalu irene menutup pintu berjalan ke arah belakang menyusul perawat tadi yang sedang menyiapkan piring


"ini makanan nya mbak" ucap Irene meletakkan paper bag di atas meja


"banyak sekali nona, ini sampai nanti malam juga bisa" ucap perawat itu saat membuka isi paper bag itu


"tidak apa-apa, sekalian mbak nanti malam tidak usah masak lagi" ucap Irene menata makanan di piring


"terimakasih ya nona" ucap perawat itu


"iya sama-sama mbak" ucap Irene mengangguk


Setelah semua tertata rapi di atas meja irene segera memanggil para laki-laki dewasa dan satu perempuan yang tadi tidak mau membantu siapa lagi kalau bukan Aya


"ayo kita makan sekarang" ajak Irene ketika ia sampai di ruang tamu


"ayok kita makan" ajak papa irene sedangkan mereka bertiga hanya mengangguk dan berdiri


"Davin bantu om" ucap Davin membantu papa irene berdiri

__ADS_1


"terimakasih Nak Davin, panggil saja papa kan sebentar lagi kamu jadi mantu saya" ucap papa irene tersenyum Davin mengangguk setuju


Asisten Rey yang sedari tadi melihat nya kini ia merasa senang pasalnya papa irene baru kali bisa senyum kembali


Lalu mereka berjalan ke arah dapur papa irene di bantu Davin asisten Rey berjalan di samping nya irene dan Aya berjalan di belakangnya


"silahkan duduk" ucap perawat menggeret kursi untuk papa irene


"terimakasih"ucap papa irene


"sama sama tuan" ucap perawat itu lalu ia berjalan ke tempat duduknya


"buat papa" ucap Irene meletakkan piring di depan papa nya


"terimakasih nak" ucap papa irene tulus


"sama-sama" ucap Irene mengangguk


"Hem, jadi calon istri dong sayang" kode Davin


"apa?" ucap Irene tak mengerti


"jangan pura-pura tidak tahu sayang" ucap Davin mulai kesal


"aku memang tidak tau" ucap Irene dengan polosnya


" ck itu loh Ka, ka Davin minta di ambilkan makanan juga" ucap Aya mengerti kode Davin


"oh bilang lah" ucap Irene singkat lalu ia mengangkat piring nya mengisinya dengan makanan


Davin hendak protes tapi belum sempat berucap irene sudah menyodorkan makanan untuk nya


"terimakasih sayang" ucap Davin tersenyum senang irene hanya mengangguk saja


Mereka yang melihatnya hanya menggeleng kepala pasalnya mereka berempat jomblo semua bukan berempat berlima kok berlima iya berlima ini yang ngetik juga jomblo eaa dah lah lanjut Bae


Lalu mereka memulai sesi makannya dengan tenang dan damai tak ada obrolan sama sekali


Setelah selesai makan irene Davin dan Aya pamit pulang


"kita pamit pulang dulu ya pa" pamit irene ketika mereka sudah berada di halaman depan


"hati-hati ya, papa minta maaf ya" ucap papa irene sendu


"sudahlah pa, irene pulang dulu" ucap irene memeluk papa nya


"iya hati-hati di jalan ya" ucap papa irene membalas pelukan irene dengan erat


"Davin pamit ya om" ucap Davin saat irene sudah melepaskan pelukannya


"iya hati-hati di, titip irene ya" ucap papa irene


"pasti om" ucap Davin


"Aya pamit pulang om" ucap Aya


"hati-hati ya, kuliah yang benar dan terimakasih sudah mau merawat irene" ucap papa irene tulus


Aya mengangguk lalu mereka bertiga masuk ke mobil dan melambai kan tangan nya saat mobil akan berjalan


(terimakasih tuhan telah mempertemukan saya dengan anak saya) batin papa irene memandangi mobil irene


lanjut nanti malam ya


jangan lupa kasih vote like dan komen sebanyak banyaknya, buat yang sudah dukung author terimakasih banyak 🙏 lopeyu 😘

__ADS_1


selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏


__ADS_2