DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
Wedding Day


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu banyak orang dimana dua pemilik perusahaan terbesar di negara ini menjadi satu


Setelah satu Minggu terlewat tepat hari irene dan Davin akan menjadi pasangan suami istri sah di mata hukum dan agama


Keluarga dari pihak irene hanya ada papa Irène, Aya, mama Andini, dan asisten El


Pernikahan irene di adakan di hotel berbintang dengan tema outdoor, irene sengaja memilih tema outdoor karena menurut nya mengadakan pesta sambil menikmati bulan bintang di malam hari adalah pilihan yang tepat


Irene juga memperketat penjagaan untuk acara pernikahan nya, keluarga nya dan keluarga Davin karena ia takut jika ada pihak orang jahat yang memanfaatkan momen ini untuk mencelakai keluarga irene maupun keluarga davin


Di sebuah kamar terlihat irene memakai gaun pengantin berwarna putih tulang tanpa lengan kepalanya di hias dengan mahkota berlian yang harganya sangat fantastis, wajah yang sudah ber make up menambah aura kecantikannya keluar


"Kaka sudah siap belum" ucap Aya menghampiri Irene di ruang make up Dangan mama nya


"wow lihat ma Kaka cantik sekali" puji Aya saat melihat penampilan Irene


"kau cantik sekali nak" ucap mama Andini tersenyum


"terimakasih ma, sudah merawat irene" ucap Irene memeluk Mama Andini


"kau anak mama, Aya juga anak mama, El juga anak mama semua anak. mama, pasti mama akan merawat kalian" ucap mama Andini mengusap punggung irene


"aku enggak di peluk ni" ucap Aya dengan wajah cemberut nya


Mama Andini dan irene terkekeh geli melihat Aya yang cemberut


"sini" ucap mama Andini menarik tangan Aya untuk berpelukan " mama sayang kalian semua" ucap mama Andini mencium kening mereka bergantian


"kita juga sayang mama" ucap Irene dan Aya tersenyum terjadilah mereka bertiga berpelukan tanpa menyadari ada sepasang mata yang memandangi nya dengan sendu


(kau begitu beruntung di kelilingi banyak orang irene maafkan papa yang sudah membuat kamu menderita) batin papa Irène mengusap air matanya lalu ia pergi dengan tongkatnya


Papa Irène ingin menghampiri irene di ruang make up tapi ia urungkan ketika melihat pemandangan di depannya, rasa sesak menyelimuti dirinya ia merutuki kebodohannya, nasi sudah menjadi bubur mau mengulang kembali pun tak bisa hanya bisa menerima kenyataan yang ada


tok tok


Suara pintu terketuk memperhatikan acara pelukan mereka


"maaf mengganggu, tapi acara sudah mau di mulai" ucap asisten El tersenyum kikuk


"o ya udah kita ke sana sekarang, kamu rapiin dulu ada yang kurang enggak" ucap mama Andini meneliti penampilan Irene


"sudah perfect ayo kita keluar sekarang" ucap mama Andini menggandeng tangan Irene


"ayok" ucap irene tersenyum


Lalu mereka berjalan keluar menuju tempat pesta irene berjalan di apit oleh Aya dan maka Andini sedangkan asisten El berjalan di belakang mereka


"jangan gugup tenang aja" ucap mama Andini menenangkan irene

__ADS_1


Irene tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban


Di tempat pesta semua sudah berada di sana tinggal menunggu sang pengantin wanita nya saja


"sudah jangan gugup begitu, tenang saja rileks" ucap mama Davin menenangkan Davin yang sedari tadi berkeringat dingin


"sudahlah ma kan wajar kalau Davin gugup, papa juga dulu seperti itu" jujur papa Davin


Obrolan mereka terhenti kala pengantin wanita nya memasuki ruang acara


Semua orang menatap. kagum kepada irene apalagi Davin yang sudah ingin meneteskan air liurnya


(cantik sekali istriku)batin Davin


"lap air liur mu Davin" ucap mama Davin terkekeh kecil


Sontak Davin langsung tersadar dan ternyata irene sudah berada di samping nya yang entah sejak kapan di sampingnya pikirnya


"bisa kita mulai sekarang tuan" ucap penghulu


"iya bisa-bisa pak ayo" ucap Davin grogi


"baik, untuk wali saudari perempuan" tanya pak penghulu


"bisa di wakilkan saja pak" ucap papa irene


"baik lah kalau begitu" ucap penghulu menjabat tangan Davin


"saya pak" jawab Davin


"ish kau ini Davin malu-maluin saja" kesal mama Davin mejitak kepala Davin


"salah Davin apa ma kan pak penghulu panggil Davin ya Davin jawab lah" ucap Davin dengan polosnya


Sontak semua orang yang mendengar ucapan Davin malah tertawa


"ish kamu ini malu-maluin saja" kesal mama Davin sedangkan papa Davin hanya memijat kepalanya sambil menahan malu


"mas Davin tolong ikuti perkataan saya ya" ucap pak penghulu Davin mengangguk


"saya nikahkan dan kawinkan saudara Davin Eka Prayoga dengan irene Abika Sasedro binti bapak Mahesa dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap pak penghulu


"saya terima nikah dan kawinnya irene Abika Sasedro binti bapak Mahesa dengan mas kawin di bayar tunai" ucap Davin lantang


"bagaimana saksi sah" ucap penghulu


Dan semua bersorak berkata SAH


Saat ini detik ini juga irene dan Davin sudah sah menjadi pasangan suami istri hingga maut yang memisahkan

__ADS_1


Akad sudah selesai kini tinggal acara resepsi pernikahan yang di gelar sampai malam saja tak perlu sampai 3 hari malam capek gak irene yang capek juga author juga capek hehe peace✌️


"kamu capek ya" tanya Davin Davin ketika mereka sudah di atas pelaminan


"lumayan" jawab irene


"sabar ya sebentar lagi selesai kok" ucap Davin yang tak tega melihat irene kecapean


"selamat ya nak kalian sudah menjadi suami istri, kalian harus akur saling terbuka jangan berantem ya" ucap mama Andini


"iya ma" ucap mereka kompak


"selamat ya ka, happy wedding" ucap Aya memeluk mereka berdua


"terimakasih ya" ucap Irene tersenyum


"Aya udah siapin kado buat Kaka di kamar kalian, jangan lupa nanti di buka bareng ya" bisik Aya irene hanya mengangguk saja


"selamat ya sayang sudah menjadi sebagian dari keluarga kita" ucap mama Andini memeluk irene


"iya ma, Terimakasih sudah mau menerima irene jadi menantu mama" ucap Irene tulus


"iya sama-sama sayang, kalau nanti Davin nakal tepuk pantatnya ya" ucap mama Davin sedangkan Davin hanya berengut kesal


"ya udah mama papa ke sana dulu ya" ucap mama Davin


"iya ma" ucap mereka kompak


"irene" panggil papa irene


Irene menoleh dan tersenyum memeluk papa nya


"selamat ya nak kamu sudah menjadi seorang istri jaga baik-baik suami dan anak-anak mu kelak" ucap papa Irène menahan tangis


"iya pa Terimakasih" ucap Irene melepaskan pelukannya


Lalu papa Irène beralih menatap Davin


"jaga baik-baik anak saya ya jangan sakiti dia, jangan melakukan kesalahan yang papa pernah buat" ucap papa Davin memeluk Davin


"pasti pa, Davin akan membahagiakan irene" ucap Davin membalas pelukan papa irene


"ya sudah papa gabung dengan yang lainnya ya"ucap papa irene tersenyum


"iya pa Terimakasih" ucap mereka kompak


Hari ini adalah hari paling bahagia untuk irene semua berkumpul menjadi satu ya walau ada yang kurang di antara mereka


(sekarang irene sudah menjadi istri ma, mama yang tenang ya di sana) batin irene

__ADS_1


hay readers, jangan lupa vote like dan komen ya, Terimakasih 🙏


__ADS_2