
Dua bulan lebih sudah hubungan Davin dan irene baik-baik saja tidak ada masalah apapun
Kini satu Minggu lagi pernikahan irene dan Davin akan segera di laksanakan
Undangan pun sudah di sebar pada seluruh rekan kerja dan para karyawan persiapan pernikahan pun sudah selesai tinggal nunggu hari H saja
Irene memang sengaja menyiapkan dari jauh-jauh hari supaya tidak ada yang terlewat kan
Di rumah irene tepatnya di meja makan
"pagi ma, pagi ay" ucap Irene saat berada di meja makan
"pagi ka" ucap Aya
"pagi tumben sudah rapi Aya juga kalian mau kemana" tanya mama Andini
"kita mau Desa jenguk Papa irene ma" ucap Irene mengambil makanan
"kalau Aya mau kemana" tanya mama Andini menuang minuman
"Aya ikut Kaka" jawab Aya memasukkan sendok ke mulutnya
"oh" ucap mama Andini ber oh ria aja
Lalu mereka mulai, bukan lebih tepatnya mama Andini dan irene yang mulai makan sedangkan Aya sudah memakan makanan nya duluan
Setelah selesai sarapan irene dan Aya bersiap untuk berangkat ke desa tinggal menunggu Davin saja
Papa irene berada di desa yang tidak jauh dari kota di sana tempatnya udaranya sangat bersih dan sejuk cocok bagi papa irene yang sedang masa pemulihan
Papa irene di rawat oleh perawat yang di perkejaan irene untuk papanya, asisten Rey juga tinggal di sana menemani papa irene di desa
Awalnya irene ingin memperkejakan asisten Rey di kantor nya tapi asisten Rey menolak keras karena ia merasa trauma, kebangkrutan perusahaan Mahesa membuat traumanya mendalam
Hingga asisten Rey memutuskan untuk menemani papa irene saja sambil bekerja di desa walaupun gaji tak seberapa tapi ketenangan yang ia dapatkan saat ini luar biasa katanya
Soal perusahaan Mahesa kini beralih ke tangan irene, perusahaan itu uang yang di dapat nantinya untuk di sumbangkan ke orang-orang yang membutuhkan biar tidak sial pikir irene
"sudah siap?" tanya Davin menghampiri dua wanita cantik yang ada di ruang tamu
"sudah datang ternyata, ku kira besok baru nyampe" Sindir irene
"hehe" Davin hanya tersenyum kaku sebab ia mengakui kalau ia terlambat satu jam dari waktu janji
"udah ayo ka, kita berangkat sekarang takutnya panas" saut Aya menggandeng tangan Irene
Lalu mereka berjalan ke arah mobil Davin membukakan pintu untuk dua tuan putri setelah mereka masuk baru Davin menutup pintu lalu ia berjalan mengitari mobil masuk di kursi kemudi
"sudah siap?" tanya Davin menyalakan mesin mobil
__ADS_1
"sesuai aplikasi ya pak" canda Aya bak penumpang yang sedang naik taksi online
"siap nona, Jangan lupa bintang lima ya nona" ucap Davin menimpali candaan Aya
"beres pak" ucap Aya mengangkat dua jempolnya
Kemudian mobil pun melaju memecahkan jalanan kota yang begitu padat maklum hari weekend jadi banyak orang yang jalan keluar
Dua jam kemudian mereka sudah sampai di depan rumah papa irene suasana di sana terlihat begitu asri banyak pohon besar
"Aya bangun" ucap Irene menggoyangkan lengan Aya
"Aya ayo bangun kita sudah sampai" ucap Irene memencet hidup Aya
"ish kaka, Aya kan gak bisa nafas" gerutu Aya mengusap hidungnya
"ayo turun kita sudah sampai" ucap Davin menatap mereka bergantian
"kita sudah sampai ya, wow di sini sejuk sekali ka" kagum aya turun dari mobil lalu berputar putar
"Ck dasar anak kecil, ayo masuk" ajak irene sedangkan Davin hanya menggeleng kepala
"ayo ka" ucap Aya menghampiri Irene lalu menggandeng tangan Irene
Ting tong
bell rumah di pencet tak lama kemudian keluar lah seorang perawat Tersenyum ramah
"bagaimana kabar papa mbak?" tanya Irène saat mereka sudah duduk di sofa
"papa non irene sangat baik sekarang sudah bisa berjalan walaupun masih beberapa langkah saja" jelas perawat itu
"oh" irene mangguk-mangguk "kalau bicaranya" tanya irene
"bicara juga sudah lancar tapi masih ada beberapa kata yang kurang jelas" jawab perawat itu
"lalu kemana asisten Rey?" tanya Irène celingukan
"asisten Rey sedang di ladang sedang panen padi" jelas perawat itu
"kalau istrinya" tanya irene lagi
"istrinya pergi non, istrinya tidak betah hidup miskin katanya" jelas perawat itu
"aduh sampai lupa buatin minum, mau minum apa nona nona dan tuan?" tanya perawat itu menatap mereka gantian
"apa aja mbak" ucap mereka berbarengan
"kompak sekali kalian" ucap perawat itu tersenyum berdiri
__ADS_1
"iya dong mbak kita kan keluarga" timpal Aya dengan senyum lebarnya
"ya ya" ucap perawat itu mengangguk paham
"tunggu sebentar ya saya buatin minum" ucap perawat itu lalu berjalan menuju dapur
"kaka ke belakang dulu ya" ucap Irene pada Aya
"ay" ucap Aya terpotong
"Aya di sini menemani ku kau pergilah" potong Davin tersenyum
"awas jangan ribut ya" peringat irene menatap mereka berdua
"siap komandan" ucap mereka serentak sambil memberi hormat pada Irène
"ada-ada saja kalian" ucap Irene tersenyum menggeleng lalu ia pergi ke belakang meninggalkan Davin dan Aya
"kak kenapa Kaka cegah Aya ikut?" tanya Aya saat irene sudah pergi
"biarkan Kaka mu selesai kan masalahnya sendiri dulu, beri waktu mereka sedikit lebih lama" jelas Davin
"tapi Kenapa Kaka masih ngurusin papanya ya padahal papa nya sudah jahat pada kaka irene?" tanya Aya menatap Davin dengan polosnya
Davin tersenyum, kemudian tangannya mengusap kepala Aya pelan
"Aya, seburuk apapun perlakuan papa irene pada Irène, beliau tetap papa irene, ada pepatah yang mengatakan darah lebih kental dari pada air yang artinya ikatan keluarga itu lebih penting dari pada orang lain" jelas Davin tersenyum
(kalau salah koreksi ya gis)
"gitu ya ka" ucap Aya mangguk-mangguk
"minuman sudah datang, maaf ya seadanya saja" ucap perawat itu yang baru datang membawa minuman
"tidak apa-apa mbak malah kita yang ngrepotin" ucap Aya tersenyum
"ah enggak kok, di minum tuan" ucap perawat itu pada Davin, dan Davin hanya mengangguk sebagai jawaban
" dimana nona irene" tanya perawat itu mencari irene
"katanya dia kebelakang mbak" ucap Aya
"oh" ucap perawat itu ber oh ria aja
Sedangkan di halaman belakang terlihat papa irene sedang berlatih berjalan dengan susah payah
Irene yang sedari tadi masih diam di pintu halaman belakang sambil menatap papanya sendu ia rindu akan sosok papa yang selalu menyayangi waktu kecil tapi semua itu sirna saat ia beranjak dewasa
lanjut nanti malam ya
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komen sebanyak banyaknya readers, dan Terimakasih dukungan dari kalian lopyu😘
selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan semangat 💪