DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
penjelasan


__ADS_3

" irene" lirih orang itu


lalu ia bangun dari duduknya menatap mata irene yang sedari tadi tak mengatakan sepatah kata pun


huff orang itu menghela nafas berat bagaimana pun tetap ia harus menjelaskan semuanya pada irene apapun semua keputusan irene ia terima


"kalau kau mau marah silahkan aku terima, tapi bukan maksudku untuk menyembunyikan semua darimu, awalnya aku mau bilang kepada mu tapi aku takut irene aku takut kau tak percaya padaku" jelas orang itu


irene masih diam menatap orang di depannya


karena tak ada jawaban dari irene ia pun pasrah


"baiklah mungkin semua ini tidak bisa kau terima, terimakasih sudah menjadi teman baikku, maaf jika aku menyembunyikan semua nya dari mu" ucap orang itu tersenyum lalu berjalan melewati Irene


saat hendak melanjutkan langkahnya tangan nya di cekal oleh irene dan ia berhenti lalu menoleh ke arah irene


"kenapa kau pergi" ucap Irene menahan tangisnya


"kau tega meninggalkan aku LAGI sendirian di sini" ucap Irene menekankan kata lagi lalu mengusap air matanya


"pergilah jika kau tak mau peduli dengan ku lagi" isak irene melepaskan tangannya


"pergilah" isak irene tanpa melihat orang itu


tiba-tiba orang itu membalikkan badan irene agar irene menghadap ke arahnya


ia menatap mata irene lalu tangannya memegang wajah irene


"aku tak akan meninggalkan mu lagi, dan aku tak mau kehilangan kamu lagi, sudah cukup kau menyiksaku karena tak ada informasi mengenai dirimu, I love so much irene" ucap orang itu lalu membawa irene ke dalam pelukannya


tangis irene pecah seketika saat tau orang yang selama ini di carinya ada di dekatnya bahkan bisa di bilang cukup dekat


"kenapa kau tak jujur padaku Davin kenapa" Isak irene sambil memukul-mukul dada Davin


ya orang yang selama ini irene cari adalah Davin Eka Prayoga yang selama beberapa bulan terakhir selalu menemani nya dalam suka maupun duka

__ADS_1


"maaf" hanya kata maaf yang terucap di bibir Davin


"kau jahat" Isak irene mempererat pelukannya


"maafkan aku" ucap Davin sambil mencium kening irene


Isak tangis irene masih terdengar lirih di telinga Davin sudah lama ia memeluk tubuh irene dengan erat seakan tak mau melepaskan


15 menit berlalu Davin masih setia memeluk irene begitu pun sebaliknya tapi kali ini Davin sudah membawa irene untuk duduk bersandar di pohon


tangannya terus mengelus rambut irene Ia merasakan nyaman saat bersama irene


tangis irene sudah mereda namun masih ada Isakan lirih


"irene" ucap Davin mengelus rambut irene


"kau tau selama ini aku terus mencari mu tapi tak ada satupun informasi mengenai dirimu, bahkan aku mengutus orang untuk mencarimu tapi hasilnya pun sia-sia kau hilang bak di telan bumi" jelas davin masih mengelus rambut irene


"dan maaf, bukanya aku meninggalkan mu tapi aku selama ini bekerja keras supaya bisa berada di titik seperti sekarang ini, agar kau tak kesusahan hidup dengan ku irene" jelas davin


"bisa-bisa nya kamu tertidur sayang" ucap Davin tersenyum melihat irene yang tertidur


"sayang?, hah cintamu aja belum ada Jawaban Davin Davin" ucap Davin pada diri sendiri sambil menggeleng kepala nya


karena tak tega melihat irene yang tertidur dengan posisi duduk ia pun berinisiatif membawa irene pulang


saat mengangkat tubuh irene ia mendengar gumaman irene


"jangan pergi" gumam Irene yang masih terpejam


lalu ia pun menggendong irene ala bridal style berjalan ke arah mobilnya meletakkan irene di kursi penumpang


memakai kan sabuk pengaman lalu ia menjalankan mobilnya menuju rumah irene


setengah jam kemudian ia sampai di depan rumah irene ia kemudian mengendong irene melangkah ke pintu utama menekan bell rumah

__ADS_1


Ting tong


ceklek pintu terbuka, ternyata mama Andini yang membuka pintu


"nak Davin, irene kenapa nak Davin" cemas mama Andini melihat irene berada di gendongan davin


"ssstt (menaruh telunjuknya di bibir) irene tidur Tante" ucap Davin tanpa suara


"ah syukurlah irene tidak kenapa kenapa" ucap mama Andini mengelus dada


"kamar irene dimana ya Tante" ucap Davin tersenyum


"oh iya sampai lupa, ayo ikut Tante" ucap mama Andini lalu menuntun Davin ke kamar irene


sampai di kamar irene Davin membaringkan tubuh Irene di atas ranjang mencopot sepatu jas, dan jam tangan lalu menyelimuti tubuh irene


menatap sejenak wajah irene mengelus pipi irene lalu mencium kening irene


Mama Andini yang melihatnya pun tersenyum karena masih ada orang yang tulus mencintai irene


setelah mencium kening irene Davin pun berbalik badan hendak keluar


"eh Tante masih di sini " ucap Davin menggaruk kepalanya yang tak gatal


mama Andini tersenyum


"kita ke ruang tamu aja ya" ucap mama Andini lalu pergi ke ruang tamu duluan


"bodoh, seharusnya kau liat dulu situasinya bagaimana, dasar bodoh" ucap Davin pelan sambil menepuk-nepuk kepalanya


lalu ia menyusul mama Andini yang sudah menunggu nya


yuk tambah lagi like nya yang belum like langsung saja di like yang belum vote langsung saja di vote dan komen apa aja di kolom komentar buat rame iyekan 😂✌️


terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2