
" irene" lirih orang itu
lalu ia bangun dari duduknya menatap mata irene yang sedari tadi tak mengatakan sepatah kata pun
huff orang itu menghela nafas berat bagaimana pun tetap ia harus menjelaskan semuanya pada irene apapun semua keputusan irene ia terima
"kalau kau mau marah silahkan aku terima, tapi bukan maksudku untuk menyembunyikan semua darimu, awalnya aku mau bilang kepada mu tapi aku takut irene aku takut kau tak percaya padaku" jelas orang itu
irene masih diam menatap orang di depannya
karena tak ada jawaban dari irene ia pun pasrah
"baiklah mungkin semua ini tidak bisa kau terima, terimakasih sudah menjadi teman baikku, maaf jika aku menyembunyikan semua nya dari mu" ucap orang itu tersenyum lalu berjalan melewati Irene
saat hendak melanjutkan langkahnya tangan nya di cekal oleh irene dan ia berhenti lalu menoleh ke arah irene
"kenapa kau pergi" ucap Irene menahan tangisnya
"kau tega meninggalkan aku LAGI sendirian di sini" ucap Irene menekankan kata lagi lalu mengusap air matanya
"pergilah jika kau tak mau peduli dengan ku lagi" isak irene melepaskan tangannya
"pergilah" isak irene tanpa melihat orang itu
tiba-tiba orang itu membalikkan badan irene agar irene menghadap ke arahnya
ia menatap mata irene lalu tangannya memegang wajah irene
"aku tak akan meninggalkan mu lagi, dan aku tak mau kehilangan kamu lagi, sudah cukup kau menyiksaku karena tak ada informasi mengenai dirimu, I love so much irene" ucap orang itu lalu membawa irene ke dalam pelukannya
tangis irene pecah seketika saat tau orang yang selama ini di carinya ada di dekatnya bahkan bisa di bilang cukup dekat
"kenapa kau tak jujur padaku Davin kenapa" Isak irene sambil memukul-mukul dada Davin
ya orang yang selama ini irene cari adalah Davin Eka Prayoga yang selama beberapa bulan terakhir selalu menemani nya dalam suka maupun duka
__ADS_1
"maaf" hanya kata maaf yang terucap di bibir Davin
"kau jahat" Isak irene mempererat pelukannya
"maafkan aku" ucap Davin sambil mencium kening irene
Isak tangis irene masih terdengar lirih di telinga Davin sudah lama ia memeluk tubuh irene dengan erat seakan tak mau melepaskan
15 menit berlalu Davin masih setia memeluk irene begitu pun sebaliknya tapi kali ini Davin sudah membawa irene untuk duduk bersandar di pohon
tangannya terus mengelus rambut irene Ia merasakan nyaman saat bersama irene
tangis irene sudah mereda namun masih ada Isakan lirih
"irene" ucap Davin mengelus rambut irene
"kau tau selama ini aku terus mencari mu tapi tak ada satupun informasi mengenai dirimu, bahkan aku mengutus orang untuk mencarimu tapi hasilnya pun sia-sia kau hilang bak di telan bumi" jelas davin masih mengelus rambut irene
"dan maaf, bukanya aku meninggalkan mu tapi aku selama ini bekerja keras supaya bisa berada di titik seperti sekarang ini, agar kau tak kesusahan hidup dengan ku irene" jelas davin
"bisa-bisa nya kamu tertidur sayang" ucap Davin tersenyum melihat irene yang tertidur
"sayang?, hah cintamu aja belum ada Jawaban Davin Davin" ucap Davin pada diri sendiri sambil menggeleng kepala nya
karena tak tega melihat irene yang tertidur dengan posisi duduk ia pun berinisiatif membawa irene pulang
saat mengangkat tubuh irene ia mendengar gumaman irene
"jangan pergi" gumam Irene yang masih terpejam
lalu ia pun menggendong irene ala bridal style berjalan ke arah mobilnya meletakkan irene di kursi penumpang
memakai kan sabuk pengaman lalu ia menjalankan mobilnya menuju rumah irene
setengah jam kemudian ia sampai di depan rumah irene ia kemudian mengendong irene melangkah ke pintu utama menekan bell rumah
__ADS_1
Ting tong
ceklek pintu terbuka, ternyata mama Andini yang membuka pintu
"nak Davin, irene kenapa nak Davin" cemas mama Andini melihat irene berada di gendongan davin
"ssstt (menaruh telunjuknya di bibir) irene tidur Tante" ucap Davin tanpa suara
"ah syukurlah irene tidak kenapa kenapa" ucap mama Andini mengelus dada
"kamar irene dimana ya Tante" ucap Davin tersenyum
"oh iya sampai lupa, ayo ikut Tante" ucap mama Andini lalu menuntun Davin ke kamar irene
sampai di kamar irene Davin membaringkan tubuh Irene di atas ranjang mencopot sepatu jas, dan jam tangan lalu menyelimuti tubuh irene
menatap sejenak wajah irene mengelus pipi irene lalu mencium kening irene
Mama Andini yang melihatnya pun tersenyum karena masih ada orang yang tulus mencintai irene
setelah mencium kening irene Davin pun berbalik badan hendak keluar
"eh Tante masih di sini " ucap Davin menggaruk kepalanya yang tak gatal
mama Andini tersenyum
"kita ke ruang tamu aja ya" ucap mama Andini lalu pergi ke ruang tamu duluan
"bodoh, seharusnya kau liat dulu situasinya bagaimana, dasar bodoh" ucap Davin pelan sambil menepuk-nepuk kepalanya
lalu ia menyusul mama Andini yang sudah menunggu nya
yuk tambah lagi like nya yang belum like langsung saja di like yang belum vote langsung saja di vote dan komen apa aja di kolom komentar buat rame iyekan 😂✌️
terimakasih 🙏
__ADS_1