DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
rencana mereka


__ADS_3

"bagaimana bisa kamu menerima kerja sama pada orang kayak gitu hah" marah Davin pada asisten keduanya selain asisten Ken


"maaf pak" ucap asisten itu menundukkan kepalanya


FLASHBACK ON


"selamat pagi semua maaf sudah menunggu lama" ucap Davin semenjak menikah dengan irene Davin sudah tidak bersikap dingin lagi pada orang lain ya walau ada sedikit nada dingin


"tak apa tuan Davin" ucap seorang wanita yang merupakan sekertaris perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Davin


"baik kita mulai rapat sekarang" ucap Davin karena ia merasa risih di tatap oleh sekertaris itu


Rapat pun di mulai semua orang mempresentasikan semua keuntungan, kerugian produk apa saja yang ingin di kerjakan


Pembahasan ini berlangsung sangat memakan waktu yang lama


"baik rapat kita sampai di sini saja" ucap Davin menyudahi Rapat hari ini


"selamat siang tuan Davin" ucap orang-orang yang akan keluar dari ruang rapat


Semua orang sudah keluar ruangan kini tinggal sekertaris wanita tadi, Davin dan asisten Davin yang ke dua karena asisten Ken lagi tugas di negara lain dan soal kerjasama ini asisten Ken tak tahu


"tuan Davin bagaimana kalau kita makan siang bersama" ajak sekertaris wanita itu menghampiri Davin dengan nada menggoda


"maaf nona Tika saya sudah ada janji dengan istri saya" tolak Davin menekankan kata istri


"ayolah tuan Davin, kita makan bersama sebagai tanda kerjasama kita" ucap sekertaris Tika mulai mendekat ke arah Davin


"maaf sekali lagi nona Tika saya benar-benar tidak bisa" ucap Davin mulai kesal


"ayolah tuan Davin" ucap Tika membelai dada Davin


"jangan sentuh aku" marah Davin mendorong Tika dengan kasar lalu Davin meninggalkan asisten nya dan Tika di dalam ruangan


Sedangkan Tika menggeram marah


"ck sial" kesal Tika saat ia tak berhasil menggoda Davin


FLASHBACK OFF

__ADS_1


"sayang kenapa marah-marah" ucap Irene tiba-tiba masuk ke dalam


"kau boleh pergi" ucap Davin pelan ia masih merasa amarah belum reda


Asisten itu pun segera pergi dari ruangan Davin tak lupa pula ia menutup pintu nya


"kenapa kau marah-marah memang nya ada apa" tanya Irène menghampiri Davin setelah meletakkan rantang di atas meja


"huh asisten itu melakukan hal bodoh" ucap Davin berusaha menormalkan kembali emosi nya


"emang apa yang di buat" tanya irene membawa Davin duduk di sofa


"dia seenaknya sendiri ambil keputusan dengan mencuri tanda tangan ku" ucap Davin merebahkan dirinya paha irene sebagai bantal wajah nya menghadap ke arah perut irene


"titik permasalahan nya di mana?" tanya Irène masih bingung sambil mengelus kepala Davin


"karena pemilik itu mengutus sekertaris nya untuk menggoda agar bisa melancarkan kerja sama nya" jelas Davin mulai memejamkan matanya


Irene mangguk-mangguk mengerti ia sudah tau perusahaan mana yang menggunakan cara seperti itu


"batalkan saja kontrak nya jangan lanjutkan kerja sama itu, perusahaan mereka adalah parasit untuk perusahaan kita" ujar irene


"kau ambil aja dari perusahaan ku, untuk membantu membayar uang pinalti" tawar irene


"itukan uang mu, bukan uangku" ucap Davin menciumi perut irene


"sama saja buatku itu semua milik kita bersama (bukan TransTV ya)" ucap Irene


Davin hanya mengangguk karena ia merasa ngantuk apa lagi yang sedari tadi tangan irene tak berhenti mengelus rambut nya


Sesaat suana menjadi hening irene merasa heran karena Davin tak ada suara nya di lihatnya ternyata sudah terbang ke alam mimpi


"Davin hey bangun" ucap Irene yang melihat Davin malah tertidur di atas pangkuannya


"Hem" hanya suara gumaman Davin yang keluar dari mulutnya


"ck ayo bangun kita makan dulu habis itu baru boleh tidur, bangun" ucap Irene berusaha membangun kan Davin


"iya iya sayang" ucap Davin bangun dari tidurnya

__ADS_1


"nah gitu dong nanti baru lanjut tidur lagi" ucap Irene tersenyum sambil menyiapkan makanan untuk Davin..


"terimakasih" ucap Davin menerima makanan dari irene


Irene mengangguk dan tersenyum


(untung enggak nanya siapa yang masak) batin Irene lega


Lalu mereka mulai menikmati makanan mereka


Di tengah menikmati makanan mereka Davin mulai sadar saat ia menguyah makanan ada yang berbeda dengan masakan nya seperti masakan buatan irene lalu ia menoleh ke arah Irene


"kau yang masak makanan ini" tanya Davin


"enggak" bohong irene karena sekarang ia belum ada ide untuk mencari alasan


"oh oke" ucap Davin mangguk-mangguk lalu melanjutkan makan nya Davin semakin yakin kalau itu masakan irene dan setelah makan ia akan menghukum irene


(untung gak tanya lebih lanjut) ucap Irene bernapas lega ia tak tau jika Davin telah merencanakan sesuatu untuk nya


Setelah selesai makan Davin mengajak irene beristirahat di kamarnya


"yuk kita ke ruangan pribadi kita" ajak Davin tersenyum


"buat apa?" tanya Irène heran


"lanjut tidur lah" ucap berdiri dari duduknya


"ayo" ajak Davin mengulurkan tangannya


Tanpa curiga irene pun mengikuti ajakan Davin yang mengatakan kalau mereka akan tidur siang


lanjut nanti malam ya kalau sempat 😂🙏


jangan lupa vote like dan komen sebanyak banyaknya readers terimakasih 🙏


Minal aidzin wal Faizin mohon maaf lahir dan batin


selamat hari hari raya idul Fitri 1442 H🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2