DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
menghilang


__ADS_3

dua hari setelah masuk nya nindi ke penjara, ia terbukti bersalah dan terkena hukuman 15 tahun penjara


semenjak masuknya nindi ke penjara kehidupan Davin menjadi lebih tenang karena setiap pagi sudah tidak ada yang mengganggunya lagi


pagi hari ini Davin sudah rapi dengan jas berwarna hitam kemeja putih dari hitam dan juga celana hitam


tak lupa pula jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya senyum yang sedari tadi tak luntur pun menghiasi wajahnya


"pagi ma" sapa Davin mencium pipi mama nya


"pagi sayang" jawab mama Davin


"papa mana ma" tanya Davin yang tak melihat papa nya di ruang makan


"papa sudah berangkat, katanya ada rapat penting" ucap mama Davin mengambilkan Davin makanan


"terimakasih ma" ucap Davin tersenyum


"sama-sama, udah di makan ayok" ucap mama Davin


mereka pun menikmati sarapan mereka tanpa adanya sang papa


di tempat berbeda


"pagi ma" ucap Irene


"pagi" jawab mama Andini tersenyum


"kok mama sendiri yang lain kemana" tanya irene


"asisten El katanya tadi ada urusan jadi dia pergi dulu, kalau adikmu masih molor" ucap mama Andini


"kita sarapan berdua aja yok" ajak Mama Andini

__ADS_1


"iya ma" ucap Irene dan mereka juga mulai memakan sarapan nya


setelah sarapan irene berangkat ke kantor menggunakan sopir karena asisten El berangkat menggunakan taksi


beberapa menit kemudian irene sampai di kantor lalu ia masuk ke dalam para karyawan yang melihatnya pun menyapa nya


"selamat pagi Miss"


"selamat pagi Miss Ier"


"selamat pagi Miss"


yang hanya di jawab dengan anggukan kepala saja, ia terus melangkah dengan memasang wajah datarnya


Ting


pintu lift terbuka lalu ia masuk ke dalam kemudian menekan tombol lift paling atas, tak lama kemudian pintu lift terbuka lalu ia berjalan keluar menuju ruangan nya


pintu terbuka saat masuk ia sudah mendapatkan pemandangan yang menguras tenaga


"huh" menghela nafas berat


"seperti gunung Everest saja" gumam Irene sambil menutup pintu


lalu ia berjalan meletakkan jas dan tas ke tempat nya Kemudian ia mulai mengerjakan dokumen yang menumpuk seperti gunung Everest sampai lupa waktu


siang hari waktu istirahat irene juga belum beranjak dari duduknya matanya masih fokus meneliti tulisan di atas yang sedang ia pegang


tok tok tok


"masuk" ucap irene


pintu terbuka muncullah seorang OB membawa sebuah paper bag

__ADS_1


"permisi Miss, saya mau mengantar kan makanan buat Miss Ier" ucap ob itu


irene mengeryit


"aku tak memesan makanan" ucap Irene heran


"maaf Miss tapi ini yang menyuruh asisten El" jawab OB itu


"asisten El, ku baru sadar kalau asisten El belum muncul dari tadi pagi" gumam Irene pelan


" emang di mana asisten El?" tanya irene


"saya tidak tau Miss, soalnya tadi asisten El telpon cuma bilang siapkan makanan untuk Miss Ier saja" jawab OB


(sebenarnya kemana asisten El) batin Irene bertanya karena seharian asisten El tak menampakkan diri


"ya sudah taro di sana saja" ucap Irene menunjuk meja depan sofa


"baik Miss" ucap ob itu lalu meletakkan paper bag yang ia bawa di atas meja


"sudah saya taro Miss, jika tidak ada keperluan lain saya permisi dulu" pamit OB itu


Hem irene hanya berdehem saja lalu sang ob berjalan keluar membuka pintu dan menutup pintu dengan pelan


kemudian irene menutup dokumen nya lalu berdiri berjalan menuju sofa lalu ia mulai memakan makanan nya dan setelah makan ia melanjutkan kembali pekerjaannya


tentang asisten El ia akan tanyakan nanti saat ia selesai mengerjakan pekerjaannya jika ia mencari asisten El sekarang takutnya akan menghambat pekerjaannya


sedikit dulu ya lanjut besok


jangan lupa vote like komenya yang banyak biar author tambah semangat untuk up nya


terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2