DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
pergi


__ADS_3

keesokan pagi harinya irene dan Davin, lebih tepatnya Davin yang sudah terbangun dari tidurnya dengan posisi davin memeluk tubuh Irene lengan Davin menjadi bantal irene


"enghh" Davin membuka matanya ia tersenyum Kala pagi hari ia bisa melihat wajah Irène


"pasti kau lelah ucap Davin mengelus pipi irene lalu ia mengecup kening Irene


Tak lama Davin melepas kan kecupannya irene mulai menggeliat Davin yang menyadari irene akan terbangun ia pura-pura memejamkan matanya seolah belum terbangun dari tidurnya


Irene mengucek matanya lalu membuka matanya perlahan yang ia lihat pertama kali adalah wajah tampan Davin


"aku tak percaya kalau kau akan menjadi suamiku" ucap Irene mengelus pipi Davin


"terimakasih sudah mencintai ku, I love" ucap Irene lalu mengecup pipi Davin


"I love you too" ucap Davin ketika irene mengangkat wajahnya dari pipi Davin


Sontak ucapan Davin membuat Irene terkejut sekaligus malu yang telah mencuri kecupan dari suaminya


"kenapa hanya di pipi, yang ini juga dong" ucap Davin memonyongkan bibirnya


"ish apaan sih" ucap Irene malu membenamkan wajahnya di dada bidang Davin


"kenapa malu aku kan suami mu, ayo morning kiss lah sayang" ucap Davin


"apaan sih enggak mau lah" ucap Irene langsung bangun dari tidurnya berlari ke arah kamar mandi


"sayang aku belum dapat kiss kenapa kabur" teriak Davin sambil terkekeh geli


"enggak mau" teriak irene dari dalam


"sayang, kiss dong" teriak Davin menggoda irene


"enggak" teriak irene kesal


"mau lah" ucap Davin


"pokoknya enggak mau titik" teriak irene final


Davin yang mendengar teriakkan Irène hanya menggeleng kepala sambil tersenyum

__ADS_1


✓✓


siang hari irene dan Davin memutuskan untuk pulang ke rumah irene karena Davin berencana membawa irene ke rumah mereka sendiri setelah ke rumah irene mereka juga ke rumah Davin untuk memberitahu keluarga Davin


"udah belum, jangan ada yang ketinggalan" tanya Davin memakai jam tangannya


"sudah beres semua, yok" ucap Irene menggandeng tangan Davin


"beneran?" tanya Davin memastikan


"iya ayok kita berangkat sekarang" ucap irene mengangguk kan kepala


"ayo" ucap Davin tersenyum


Lalu mereka berjalan keluar dari kamar presiden suite menuju basement hotel untuk mengambil mobil yang sudah di sediakan asisten Ken


Setelah sampai mereka langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke rumah irene


setengah jam perjalanan mereka akhirnya sampai juga lalu ia turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah


"siang ma" ucap Irene tersenyum


"iya ma Davin mau minta ijin bawa irene untuk tinggal di rumah kita" ucap Davin tersenyum


"kenapa gak tinggal di sini saja" tanya mama Andini


"irene mau mandiri jadi istri mas Davin ma" ucap Irene mantap


"ya sudah kalau begitu terserah kalian saja" ucap mama Andini ia membiarkan Irene tinggal bersama Davin


"terimakasih ma kalau begitu irene dan Davin ambil barang-barang irene dulu ma" ucap Irene berdiri di ikuti Davin.


Mama Andini mengangguk pasrah berat melepaskan seorang yang sudah ia anggap anak sendiri tapi mau bagaimana lagi itu semua sudah keinginan irene sendiri ia hanya mendoakan yang terbaik


beberapa saat kemudian irene dan Davin sudah selesai berkemas dan turun menghampiri mama Andini


"ma kita pamit dulu ya" ucap Irene


"iya hati-hati, ingat pesan mama kemarin" ucap mama Andini memeluk irene

__ADS_1


"iya ma" ucap irene dan Davin


"kapan kalian akan pergi bukan madu" tanya mama Andini teringat


"terserah Davin saja ma" ucap Irene menoleh ke arah Davin


"secepat nya ma" ucap Davin tersenyum


"ya sudah hati-hati di jalan ya mama doakan biar kalian cepet dapat momongan" doa mama Andini


"amin" " kita pergi dulu ma" ucap pengantin baru lalu mereka berjalan keluar melanjutkan ke rumah Davin


Sampai di rumah Davin Irene dan Davin juga di kasih pertanyaan yang sama dan irene juga sama menjawabnya saat di rumah nya


"hati-hati di jalan sering sering datang kemari" ucap mama Davin memeluk mereka bergantian


"iya ma kita pergi dulu" ucap pengantin baru melambaikan tangan lalu Mereka masuk ke dalam mobil


Di tengah perjalanan irene di buat heran karena Davin bilang akan ke rumah mereka tapi jalan yang di lalui adalah jalan menuju Bandara


"kita akan kemana" tanya Irène menatap Davin


"tentu saja kita akan berbulan madu" ucap Davin tersenyum senang


"sekarang?" tanya Irène tak percaya


"iya sekarang, biar cepat ada debay nya di sini" ucap Davin sambil mengelus perut irene


"terus kita kemana bulan madunya" tanya Irène penasaran


"rahasia" ucap Davin tersenyum sumringah


"ish" kesal irene Davin hanya tersenyum melihat tingkah irene


(haha takkan aku biarkan kamu turun dari ranjang) batin Davin tersenyum jahat


Mobil yang mereka tumpangi akhirnya sampai di bandara langsung saja mereka berdua berjalan menuju pesawat pribadi milik Davin soal koper yang irene bawa tadi tenang ada yang ngatur


Irene hanya pasrah mengikuti Davin yang entah ia mau di ajak bulan madu kemana karena sedari tadi irene terus bertanya dan Davin hanya menjawab RAHASIA

__ADS_1


like komen dan vote Jangan lupa Terimakasih 🙏


__ADS_2