DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
kehancuran ke 2


__ADS_3

Munculnya berita yang menjadi top trending, rumah keluarga Mahesa sudah banyak para wartawan yang standby di depan rumah


Di luar rumah ada wartawan yang menunggu sedangkan di dalam rumah nyonya rumahnya sedang harap-harap cemas


"Aduh Tasya kok belum nyampe nyampe sih" cemas mama Tasya


"Duh wartawan di luar banyak lagi, gimana ya keadaan Tasya, kenapa dia belum nyampe" ucap mama diva saat melihat wartawan dari jendela


Iapun menunggu Tasya dengan harap-harap cemas sambil mondar-mandir gak jelas, pelayan yang melihat nya hanya bisa diam karena takut kena semprot apalagi majikan mereka sangat kejam


Di dalam mobil Tasya


"Itu kenapa ya kok wartawan pada ngumpul di depan rumah" heran Tasya ketika mau sampai di rumahnya


"Duh sebenarnya ada apa sih" ucap Tasya bingung


Mau tak mau Tasya terpaksa pulang kerumah dengan pikiran penuh tanya sampai di depan gerbang iapun sudah di kerumuni wartawan beruntung tuan Mahesa sudah menyewa beberapa pengawal sehingga ia berhasil masuk ke dalam walau bersusah payah


Ceklek


"Ma" panggil Tasya


"Ya ampun Tasya kamu gak apa-apa kan, gak ada yang lecet kan "ucap ibu Diva sambil memutar badan Tasya


"Ma, ma Tasya gak papa, ini buktinya Tasya udah di rumah baik-baik saja" ucap Tasya kesal


"Ngapain sih mama suruh Tasya pulang, Tasya kan belum selesai shoping. Dan itu wartawan ada di depan rumah ngapain, emang ada apa" gerutu Tasya


Sebelum ibu Diva menjawab mereka sudah di kaget kan suara teriakkan penuh amarah


"Tasya" teriak tuan Mahesa


"Iya pa, kenapa teriak teriak" Tanya Tasya heran sedangkan ibunya sudah gemetar


Plak


Sebuah tangan mendarat dengan mulus di pipi Tasya menciptakan bunyi yang cukup keras dan mengakibatkan sudut bibir Tasya berdarah


"Dasar anak kurang ajar, apa yang aku berikan padamu selama ini belum cukup, hingga kau menjadi simpanan suami orang, hah" bentak tuan Mahesa


"Maksud papa apa, dan kenapa papa nampar Tasya?" Ucap Tasya sambil memegang pipinya


"Ini liat akibat perbuatan mu, nama keluarga Mahesa jadi tercoreng" ucap tuan Mahesa sambil menyalakan tv di depannya


setelah tv menyala Tasya yang masih memegang pipinya langsung shok seketika kakinya mendadak lemas ia merosot kebawah, ibu Diva yang melihat nya menghampiri nya dan memeluk nya

__ADS_1


"sudah liat, liat perbuatan mu, mulai sekarang kau bukan lagi keluarga Mahesa lagi, sekarang kau angkat kaki dari rumah ini" usir tuan Mahesa


"pa, Tasya itu Anak kita bagaimana bisa kamu mengusir dia" ucap ibu Tasya kesal


"diam kamu, kamu juga sana saja sekarang kamu diam atau ikut dia keluar" bentak tuan Mahesa


ibu Diva langsung Diam jika ia pergi sumber mata uangnya akan hilang, tapi jika tak pergi bagaimana dengan anaknya


"arrrggghh" teriak tuan Mahesa frustrasi lalu ia duduk di sofa memegangi kepalanya, ia tak langsung menyuruh Tasya keluar karena masih banyak wartawan keluar


jika ia usir keluar sekarang maka nama baik keluarga Mahesa tambah jelek di masyarakat


saat tuan Mahesa tengah berpikir ia di kejutkan dengan suara yang penuh amarah


"apa yang lakukan Mahesa, liat akibat perbuatan anakmu, nama baik yang ku bangun selama ini sudah jelek di mata orang" teriak tuan besar


"dia bukan lagi anakku pa, aku tak Sudi punya anak seperti dia" ucap tuan Mahesa sambil menunjuk Tasya yang masih shok


"kau dasar cucu tidak tau di untung, gara-gara kamu keluarga Mahesa jadi jelek di mata mereka" mara tuan besar sambil menghampiri Tasya lalu menjambak rambut nya


yang di Jambak rambutnya hanya dia sesekali merintih kesakitan, ibu Diva yang melihat nya hanya diam cari aman pikirnya


"pergi kau dari rumah ini" usir tuan besar menyeret Tasya


"pa jangan pa" cegah tuan Mahesa


"bukan gitu pa di luar masih banyak wartawan, jika papa mengusir dia sekarang nama Mahesa nanti tambah jelek di mata mereka" jelas tuan Mahesa


tuan besar yang mendengar ucapan tuan Mahesa langsung melepaskan tangannya dengan kasar


"ingat, urus dia jangan sampai menginjakkan kaki di rumah ini lagi" ucap tuan besar lalu pergi ke kamarnya karena sudah muak melihat nya


sedangkan tuan Mahesa langsung menghubungi pengawal untuk mengusir para wartawan


beberapa menit kemudian para wartawan sudah berhasil di usir oleh pengawal tuan Mahesa


"sekarang kau pergi dari sini wanita ****** " usir tuan Mahesa langsung menarik tangan Tasya menyeretnya keluar


"pergi kau dari sini" ucap tuan Mahesa dengan nada tinggi


"pa Tasya takut pa, jangan usir Tasya" ucap Tasya memohon


"aku tidak peduli keluar dari sini" ucap tuan Mahesa lalu pergi meninggalkan Tasya


sedangkan ibu Diva hanya melihat saja dari rumah tanpa membantu anaknya sama sekali karena hatinya sudah tertutup demi harta ia rela meninggalkan anaknya

__ADS_1


Tasya mau tak mau ia pergi meninggalkan rumah nya, ia segera memesan taksi lalu pergi menuju apartemen nya


Disisi irene ia tersenyum puas karena rencananya berhasil tinggal menunggu besok giliran ibu tiri nya yang menderita


keesokan pagi hari nya di kediaman keluarga Mahesa sudah tidak ada wartawan karena hari ini keluarga Mahesa akan mengumumkan bahwa Tasya bukan merupakan bagian dari keluarga mereka


tapi sebelum mereka melakukan konferensi pers irene sudah menyiapkan kejutan lain untuk mereka


"diva, diva keluar kamu" teriak tuan Mahesa


ibu Diva yang mendengar teriakkan memanggil dirinya langsung menghampiri asal suara


"ada apa mas kok teriak teriak" ucap ibu Diva


"ini liat, coba jelaskan anak sama ibu sama saja" marah tuan Mahesa sambil melemparkan foto di muka ibu Diva


ibu Diva pun mengambil foto itu lalu matanya membulat sempurna saat melihat foto dirinya dengan selingkuhannya


"mas aku bisa jelasin" ucap ibu Diva sambil meraih tangan tuan Mahesa tapi langsung di tepis tuan Mahesa


"Jelasin apa jelasin kalau kamu memanfaatkan uangku saja" teriak tuan Mahesa


"bukan, mama bener bener cinta sama papa" bohong ibu Diva


"aku gak percaya lagi sama kamu, dan sekarang kamu keluar dari rumah ini" usir tuan Mahesa


"pa, mama bisa jelasin itu enggak seperti yang papa pikirkan" mohon ibu Diva sambil memeluk kaki tuan Mahesa


"aku sudah tau semua tak perlu kau jelaskan" ucap tuan Mahesa


"tapi pa" ucap ibu Diva


"kelamaan pergi kau" usir tuan Mahesa menyeret tubuh ibu Diva lalu melepaskan dengan kasar


"pa, mama mohon pa" mohon ibu Diva hendak meraih tangan tuan Mahesa tapi tuan Mahesa langsung menghindar


"cukup aku muak melihat mu, dan liat ini" marah tuan Mahesa lalu melemparkan sebuah kotak di hadapan ibu Diva lalu berjalan meninggalkan ibu Diva


ibu Diva yang penasaran langsung mengambil kotak tersebut membuka nya, setelah di lihat dia makin terkejut karena semua bukti dirinya berselingkuh


karena takut ada paparazi ibu Diva pun bergegas pergi meninggalkan rumah Mahesa


sedangkan di sebrang rumah seseorang menyeringai


(balasan buat kalian, tunggu kejutan spesial dariku) batin orang itu yang sedari tadi menyaksikan pertengkaran mereka lewat CCTV di rumah mereka yang ia retas

__ADS_1


terimakasih readers yuk kasi kritik dan sarannya di komentar like nya terimakasih 🙏 semangat untuk beraktivitas


__ADS_2