DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
menyesal


__ADS_3

maaf ya kalau cerita ini gak dapat momen dramatis nya author gak bisa bikin momen dramatis soal nya, maaf ya🙏


Irene masih dia menatap papanya dengan sendu hatinya masih tak rela atas semua perlakuan papanya, tapi ia selalu teringat kata mama nya (part benci tapi janji)


Hah irene menghela nafasnya lalu ia melangkah mendekati papa nya yang sedari tadi berlatih berjalan walau sering kali ia terjatuh


Papa irene hendak melangkah kaki tapi sudah terjatuh namun belum sempat sampai ke tanah tubuh papa irene sudah di tangkap Irène


"hati-hati" ucap irene membantu papanya berdiri


deg


Mendengar suara yang ia kenal jantung papa irene semakin berdetak kencang rasa bersalah pun meliputi dalam hati, lalu ia menatap wajah yang selama ini ia rindukan


"Irene" lirih papa irene matanya sudah berkaca-kaca


Irene menatap mata bola hitam papanya di sana terpancar kerinduan penyesalan dari dalam dirinya


"kau kah ituu nak" ucap papa irene menetes kan air mata


Irene mengangguk


"maafin papa nak, papa telah jahat sama kamu, papa gak bisa jadi ayah yang baik buat kamu papa gagal" ucap papa irene terduduk lemas di atas rumput dengan air mata yang keluar bercucuran


Sakit jujur, irene merasakan sakit saat melihat papa nya menangis seperti ini tapi irene juga terluka saat ingat papa nya tak menganggap nya anaknya lagi


"maafin papa irene, papa menyesal papa telah di buta kan dengan kesenangan sesaat, papa malu sama irene papa gak pantas jadi papa irene" ujar papa irene memukul-mukul tanah


Irene diam tak harus berkata apa ia hanya menatap raut wajah penyesalan papa nya


"maaf, maafin papa nak papa bersalah sama kamu dan mama kamu, papa minta maaf, papa bukan ayah yang baik buat kamu" ucap papa irene merasakan sesak di dada


"sudahlah pa" lirih irene


"maafin papa" ucap papa irene yang terus mengucapkan kata maaf


"pa irene sudah maafin papa" ucap Irene pelan menahan air matanya agar tak keluar


Di pintu halaman ternyata ada yang menyaksikan pendekatan mereka ia adalah Davin, Aya, perawat dan asisten Rey yang sudah ada pulang dari ladang

__ADS_1


Mereka menyaksikan dengan meneteskan air mata apalagi perawat dan asisten Rey yang tau betul papa irene selalu merindukan irene dan mama Serin selalu berkata maaf maaf dan maaf


Bahkan tak jarang papa irene menceritakan kisah keluarga mereka bertiga kelucuan irene saat bayi tapi di akhir cerita papa irene selalu berkata menyesal dan maaf


"maafin papa ya nak, papa menyesal dan sekarang lihat papa gak seperti dulu lagi" ucap papa irene memperlihatkan badannya


"papa sekarang susah jalan, terkadang juga papa ngomong nya gak jelas, mungkin semua ini hukuman buat papa, jadi maafin papa ya" ucap papa irene menyesal


"irene udah maafin papa, mama juga maafin papa kok" isak Irene air mata yang sedari tadi ia tahan kini ia tak sanggup menahan nya lagi


"maafin papa ya" ucap papa mengulangi kata maaf terus menerus


"jangan minta maaf terus pa, irene sudah maafin papa" ucap Irene mengusap bahu papa irene


"maafin papa, papa menyesal" ucap papa irene makin terisak


"sudah pa, papa gak boleh ngomong kayak gitu lagi ya" ucap Irene memeluk papa nya


"irene papa sayang sama irene, papa sayang sama kalian(irene dan mama nya)" Isak papa irene membalas pelukan irene dengan erat


"udah papa jangan nangis lagi, irene enggak mau melihat papa nangis seperti ini, hati irene sakit melihat papa nangis seperti ini". ucap Irene mengusap air matanya


"maafin papa" ucap papa irene


"papa menyesal nak" ucap papa irene tak mau melepaskan pelukan irene


"iya irene tau pa, irene sudah maafin papa bahkan mama yang tenang di atas sana sudah maafin papa, jadi papa jangan meminta maaf pada Irène lagi" ucap irene terisak


"Serin, maafin mas Serin mas sudah banyak salah sama kamu" ucap papa irene mengingat wajah mama Irene


"sudah pa jangan nangis lagi atau irene pulang lagi" ucap Irene hendak melepaskan pelukannya tapi papa irene menahan nya dengan kuat


"jangan tinggalin papa lagi, papa mohon irene" lirih papa irene


"iya makanya papa jangan nangis lagi ya" ucap Irene mengusap sisa air matanya


Papa irene mengangguk antusias lalu jari nya mengusap kepala irene


Pemandangan di halaman belakang tak luput dari penglihatan keempat orang tadi perawat itu menangis tersedu-sedu asisten Rey selalu mengusap air matanya yang mengalir Aya perempuan itu sudah terisak di pelukan Davin, Davin sendiri meneteskan air matanya tapi dengan cepat ia mengusap nya

__ADS_1


"udah Kenapa jadi sedih begini" ucap Davin dengan suara seperti orang habis nangis


"kaka nangis ya" ucap Aya melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Davin


"mana ada" elak Davin meninggalkan mereka bertiga


Sedangkan orang ketiga yang tadinya nangis Bombay kini malah terkikik geli melihat tingkah Davin yang malu mengakui kalau dirinya benar-benar menangis


Lalu mereka bertiga menyusul Davin yang sudah berada di ruang tamu meninggalkan ayah dan anak di halaman belakang yang masih setia berpelukan erat


"papa lepas ya, irene ke sini kan mau jenguk papa sekalian irene mau ngenalin seseorang" ucap Irene berusaha melepaskan pelukannya


"tapi irene sudah maafin papa kan" ucap Papa irene


"irene udah maafin papa jadi lepas ya" ucap Irene tersenyum


Papa irene pun melepaskan pelukannya lalu matanya menatap wajah Irène tangan terulur memegang wajah Irène yang dulu masih kecil sekarang sudah semakin besar dan cantik


"kamu tumbuh seperti mama kamu nak" ucap papa irene pelan mengusap pipi irene


Irene memegang tangan papa mengangguk membenarkan ucapan papa nya


"sudah nangis nya ayo kita ke ruang tamu sudah ada yang menunggu papa" ajak irene


"siapa yang menunggu papa, pacar kamu ya" ucap papa irene berusaha berdiri di bantu irene


"terimakasih" ucap papa irene setelah irene membantunya berdiri


"papa nanti juga tau ayok" ucap Irene tersenyum


Papa irene tersenyum dan mengangguk


(maafin papa nak) batin papa irene menatap irene yang tersenyum pada nya


Lalu ayah dan anak itu berjalan menuju ruang tamu meninggalkan halaman belakang yang penuh kisah haru


sekali lagi author maaf ya kalo ceritanya kurang buat kalian menangis 😂 hehe author gak pandai buat cerita dramatis 😄


jangan lupa vote like dan komen sebanyak banyaknya readers, terimakasih atas dukungan kalian 🙏

__ADS_1


Merci , lopeyu😘


__ADS_2