
"hehehe ampun" ucap Davin tersenyum lebar sambil mengangkat tangannya salam dua jari
"ck dasar" decak Irène lalu ia mengarahkan tangannya di depan Davin meminta sesuatu
"apa?" tanya Davin heran.
"mana" ucap Irene menaik turunkan alisnya
"apa ngomong yang jelas" ucap Davin meletakkan kue yang masih ia bawa dari tadi
apa enggak pegel tangan Lo Davin Davin🤔
gak lah ci gue kan sering angkat beban💪
beban kehidupan 🤣
ck lanjut ae lah😏
"kado" ucap Irene tersenyum menggoyangkan tangannya
"oh" ucap Davin lalu ia mengambil kain panjang berwarna hitam lalu memberikan nya pada irene
"kado bukan kain Davin" kesal irene
Davin terkekeh
"siapa yang mau kasih kamu kain itu" ucap Davin
"terus ini" ucap Irene mengangkat kain yang ia pegang
"buat tutup mata lah, masak buat makan" goda Davin
"ck untuk apa tutup mata, aku maunya kado" ucap Irene
"udah pakek aja" ucap Davin mengambil kain itu
dengan terpaksa irene menuruti perintah Davin
"mau hadiah enggak?" bisik Davin
"ya" ketus irene
kemudian mata irene di tutup setelah aman Irene tak bisa mengintip Davin menepuk tangannya tiga kali
prok prok prok
semua lampu mati hanya ada lampu lilin yang menghiasi jalan ke arah taburan bunga berbentuk love
Davin menuntun irene menuju taburan bunga itu
"hati-hati" ucap Davin memegang tangan irene
"kok tangan kamu dingin sih, kayak nya cuacanya enggak dingin deh" tanya irene merasakan tangan Davin yang dingin
(bagaimana tidak dingin, aku sekarang aja grogi takut di tolak sama kamu) batin Davin
" angkat kakimu" ucap Davin saat sudah sampai di tengah taburan bunga
"udah ni" ucap Irene hendak membuka penutup mata
"e nanti dulu, sebentar" cegah Davin
"ck lama" kesal irene
"sabar" ucap Davin
ia menghembuskan nafas panjang lalu ia mengangkat tangannya
__ADS_1
"buka" ucap Davin
irene dengan perlahan membuka penutup mata itu bertepatan dengan Davin berjongkok di depan irene di iringi lagu Ed Sheeran ' perfect '
Well I found a woman, stronger than anyone I know. She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home. I found a love, to carry more than just my secrets. To carry love, to carry children of our own
"Irene will you marry me?" ucap Davin menyodorkan kotak cincin
irene merasa terkejut apa yang ia lihat ia menutup mulutnya mata irene sudah berair merasa terharu ia kemudian Diam sesaat tak tau harus menjawab apa
semua orang yang menyaksikan berharap cemas sebab irene belum mengatakan apapun
"irene, will you marry me?" tanya Davin sekali lagi dengan jantung berdebar kencang
"aku" diam sejenak "huff" menghela nafas "maaf Davin aku" ucap Irene me jeda kalimat nya, tapi belum irene meneruskan kalimatnya sudah di potong Davin
"is oke no problem mungkin aku yang terlalu terburu-buru" ucap Davin sendu bangkit dari jongkok nya memandangi cincin yang ia pegang lalu ia menutup nya dengan kasar
semua orang yang melihat raut wajah Davin mendesah kecewa karena bisa di definisikan kalau Davin di tolak
Davin memandangi irene sejenak lalu
"aku pulang dulu ya, aku lupa kalau masih ada kerjaan" ucap Davin tersenyum paksa lalu ia berbalik hendak melangkah tapi tiba-tiba
bruk
"aduh sakit" suara Davin terjatuh sambil memegang bokongnya
orang yang melihat nya hanya meringis melihat irene menendang bokong Davin dengan keras
ya saat Davin hendak melangkah irene menendang bokong Davin dengan sangat keras hingga Davin jatuh tersungkur
"kenapa kau menendang ku" kesal Davin menatap tajam irene
irene membalas tatapan mata Davin tak kalah tajam
"kamu memang salah, orang belum selesai ngomong sudah langsung potong aja" kesal Irene melipat tangannya di depan dada
"emang kamu ngomong apa?" ucap Davin seperti orang linglung
"Davin" teriak irene dengan kesal
semua orang mendengar suara Irene sontak menutup telinganya begitu pula dengan Davin
"apa sih aku gak paham irene" ucap Davin bingung
"ck" decak Irène lalu ia mengambil kotak cincin di saku jas Davin
"e buat apa itu kembaliin" minta Davin
"diem" ucap Irene menatap tajam Davin
Davin yang di tatap tajam irene langsung terdiam
(wanita kalau marah kayak singa) batin Davin bergidik ngeri
"jangan ngatain orang" ucap Irene seakan tau batin Davin
"nih aku kembaliin gak guna" ucap Irene mengembalikan kotak cincin kepada davin dengan pura-pura kesal
"apa, kau bilang ini gak guna, asal Lo tau ya , ini itu - " ucap Davin terpotong saat mendengar teriakkan Aya
"yey , hore " teriak Aya kegirangan sambil loncat-loncat
mama Andini yang bingung melihat Aya kegirangan langsung saja mama Andini membekap mulut Aya tapi belum sempat mama Andini membekap mulut Aya
Aya sudah berlari ke arah irene mengajak irene berputar putar dengan senyum terus mengembang di keduanya
__ADS_1
semua orang yang melihat kelakuan Aya hanya menganga lebar bahkan Davin seperti patung tak berkedip sama sekali
"yey yey yey" teriak Aya kegirangan
"udah pusing aku" ucap Irene
"selamat Kaka" ucap Aya memeluk irene
"terimakasih" ucap Irene tersenyum
semua orang masih menganga lebar bingung dengan kedua orang itu
"mama kita akan punya keluarga baru" teriak Aya membuyarkan lamunan semua orang
"maksud kamu apa Aya" tanya mama Andini heran
"iya maksud mu apa Aya" tanya Davin
semua orang bertanya hal yang sama tapi tidak dengan asisten Ken ia sudah tau apa yang Aya maksud
"ish kalian ini" kesal Aya saat semua orang tak paham apa yang ia maksud
"ini liat ini" ucap Aya mengangkat tangan irene dan yang di angkat tangan nya tersenyum lebar
"terus kenapa dengan tangan irene sayang" ucap Mama Davin sedangkan papa Davin sudah tau maksudnya hanya bisa tersenyum tipis
"ish kau juga tidak tau maksudnya apa ka Davin" ucap Aya menatap Davin
Davin yang di tanya hanya menggeleng dengan polosnya
"Kaka Davin" teriak Aya kesal
huff ia mengambil nafas dalam-dalam
"dengarkan baik-baik ya" ucap Aya mengontrol kekesalan nya
semua orang mengangguk setuju kecuali papa Davin dan asisten ken yang masih santai menikmati makanan nya
"sebenarnya Kaka irene itu menerima lamaran Kaka Davin" ucap Aya menekankan kata menerima
irene tersenyum mengangguk membenarkan ucapan Aya
semua orang hanya ber oh ria aja tapi beberapa detik kemudian hening seketika saling melirik lirik lalu mereka bersorak gembira setelah sadar apa yang barusan mereka dengar
"congratulations Irène dan Davin" ucap mereka serentak
Irene masih tersenyum lebar sedangkan Davin malah terbengong menatap irene tak memberikan reaksi apapun
Dave yang melihat Davin diam saja ia kemudian berlari ke arah Davin lalu
byur
mendorong Davin ke kolam renang
"dasar Kaka gak peka" kesal Dave berkacak pinggang
semua orang tertawa melihat Davin yang di cebur kan ke dalam kolam
sedangkan Davin mendengus kesal karena ia tercebur ke dalam kolam tapi kekesalan nya itu sirna dalam sekejap saat ia baru menyadari bahwa cintanya terbalas kan
"hahaha lamaran ku di terima" ucap Davin kegirangan
"cintaku tak bertepuk sebelah tangan haha" ucap Davin menjatuhkan diri di atas air
semua orang yang melihat Davin telat bereaksi hanya menghiraukan saja malah meninggalkan Davin sendiri di dalam kolam renang seperti orang gila
jangan lupa vote komen Dan like sebanyak banyaknya
__ADS_1
terimakasih 🙏