
Empat bulan juga sudah berlalu kini perut irene sudah semakin besar dan sudah trimester untuk melahirkan semua perlengkapan untuk kelahiran little baby sudah siapkan di dalam tas agar nanti saat akan berangkat ke rumah sakit lebih gampang mengambilnya
"kamu beneran gak apa-apa aku tinggal ke kantor sebentar" ucap Davin khawatir meninggalkan irene karena ia mempunyai meeting penting hari ini
"gak apa-apa kamu pergilah aku baik-baik saja lagian juga ada pelayan di sini" ucap Irene menyakinkan Davin
"tapi aku tak tenang meninggalkan kamu apalagi ini sudah Minggu terakhir untuk melahirkan" ucap Davin khawatir
"aku gak apa-apa pergilah nanti kalau telat meeting nya" ucap Irene tersenyum
"beneran gak apa-apa nih" ucap Davin merasa tak tenang
"iya pergilah, kasian asisten Ken nanti" ucap Irene tersenyum
"baiklah, Kalau ada apa-apa hubungi aku ya" ucap Davin mencium kening irene
"little baby kalau mau keluar tunggu Daddy pulang ya kamu jangan keluar dulu kalau Daddy belum pulang oke baby" ucap Davin mengajak bicara perut irene seakan tau davin mengajak bicara anak yang di kandungan irene menendang kuat
Davin tersenyum menatap irene yang juga tersenyum
"kau bisa merasakan nya" tanya Davin tersenyum lebar
Irene tersenyum mengangguk membenarkan ucapan Davin
"baiklah little baby daddy pergi dulu cari uang ya" ucap Davin lalu mencium perut irene
"aku pergi dulu ya jangan lupa hubungi aku kalau terjadi apa-apa" ucap Davin mengelus kepala irene
Irene tersenyum mengangguk lalu Davin pergi ke kantor untuk menghadiri rapat penting yang tak visa di wakilkan oleh siapapun
✓✓
Siang hari mansion irene sudah ramai banyak orang karena mereka sudah tak sabar menanti anak irene dan Davin lahir di dunia
"Kaka kapan ini lahirnya Aya udah gak sabar menunggu ponakan Aya lahir" ucap Aya mengelus perut irene
"perkiraan dokter sih Minggu ini katanya juga bisa maju bisa mundur dari perkiraan dokter" jelas irene Aya mengangguk saja
"terus kamu udah pernah rasain kontraksi belum irene?" tanya mama Andini
"iya betul udah pernah belum sayang yang lumayan sering gitu" timpal mama Davin
__ADS_1
"em pernah sih ma udah dari kemarin irene ngerasain nya terus tadi pagi sebelum mas Davin pergi sekarang enggak lagi" jelas irene
"mungkin kontraksi palsu kali ya" ucap mama Andini
"mungkin saja ma" ucap Irene tersenyum
"lalu perlengkapan untuk di bawa ke rumah sakit sudah siap belum" tanya mama Davin
"udah siap semua ma tinggal bawa aja" ucap Irene
Mama Davin mengangguk paham tak berapa lama kemudian tiba-tiba
"aduh" rintih irene memegang perutnya
Semua orang menengok ke arah irene yang memegangi perutnya
"kau kenapa nak" ucap mama Andini
"Perut irene sakit ma" jawab Irene
"jangan-jangan Kaka mau melahirkan lagi ma" ucap Aya panik
"apa sekarang" timpal mama Davin
" tinggal bawa ke rumah sakit lalu hubungi Davin lah" ucap papa Davin santai sambil menyesap kopinya
"ish papa nih" kesal mama Davin
"aku pulang" ucap Davin tiba-tiba dari arah pintu
"kamu kenapa sayang" tanya Davin menghampiri irene saat melihat irene seperti orang ke sakittan
"perutku sakit mas" jawab irene meremas tangan Davin
"jangan-jangan kamu mau melahirkan sekarang" ucap Davin
"kalau begitu bawa irene ke rumah sakit sekarang nak Davin" ucap mama Andini
Tanpa menunggu lama Davin lalu menggendong irene keluar dari rumah
"ma tolong ambilkan tas warna biru di kamar Davin samping pintu, tolong ya ma" pinta Davin pada mama Andini sebelum melangkah keluar
__ADS_1
"iya-iya" ucap mama Andini lalu berjalan menuju kamar Davin mengambil tas yang di maksud Davin
Setelah dapat apa yang di cari mama Andini segera menyusul Davin yang lebih dulu membawa irene ke rumah sakit
✓✓
"mas sakit" ucap Irene
"sabar ya sayang baby kita mau lahir" ucap Davin mencoba memberi semangat pada Irène
"masih berapa lama lagi dok" tanya Davin pada dokter
"saya periksa dulu ya tuan" ucap dokter itu lalu memeriksa sudah pembukaan berapa
"sudah Saatnya nyonya melahirkan tuan" ucap dokter
"tunggu apa lagi cepat" seru Davin.
"baik tuan, nyonya tolong ikuti instruksi dari saya ya" ucap dokter itu di anggukki irene
"sekarang nyonya dorong" ucap dokter itu
Lalu irene mulai mengejang
"terus nyonya kepalanya sudah keluar" ucap dokter itu
"ayo sayang kamu pasti bisa" ucap Davin mencium kepala irene
"ayo nyonya sekali lagi" ucap dokter itu
Lalu irene mengejang kembali tak berselang lama seluruh ruangan mendengar suara tangisan bayi
Oek oek
"anak kita sudah lahir sayang" ucap Davin mencium kening irene
"terimakasih sudah mau melahirkan bayi kita" ucap Davin tersenyum hanya di anggukki irene karena irene sudah lemas
sedangkan di luar ruangan semua orang bersorak gembira mendengar suara tangisan bayi
hay readers jangan lupa untuk like vote dan komen dukung terus author ini terimakasih 🙏
__ADS_1
minal aidzin wal Faizin mohon maaf lahir dan batin maaf jika author banyak salah sama kalian 🙏🙏