
keesokan pagi harinya Davin sudah rapi dengan setelan baju kerja nya tinggal memakai jam tangan penampilan nya sudah perfect
lalu ia turun ke bawah untuk sarapan
"pagi ma, pa" ucap Davin pada orang tuanya
"pagi sayang" ucap mama Davin sedangkan papa Davin hanya berdehem saja matanya fokus koran yang ia pegang
"bagaimana kabar perusahaan mu" ucap papa Davin menutup korannya
"perusahaan Davin baik pa sekarang perusahaan Davin sedang bekerja sama dengan perusahaan Miss Ier pa" ucap Davin menatap papa nya
"Miss Ier? ceo perusahaan yang sedang berkembang pesat itu?" tanya papa Davin karena ia belum tahu siapa itu Miss Ier
"iya pa" ucap Davin singkat
"sudah ayo sarapan, suka sekali bahas pekerjaan Mulu" protes mama Davin membawa mangkuk dari dapur
"iya ma, kita nggak ngobrolin masalah pekerjaan kok, iya kan pa" ucap Davin
"iya ma, kita hanya membahas kapan Davin membawa calon mantu kita ke sini kok ma" ucap papa Davin memprovokasi sambil tersenyum licik
(ck papa bahas yang lain aja gimana sih) batin Davin karena merasa papa nya sedang menyudutkan nya
"benarkah kamu sudah punya kekasih Davin?" ucap mama Davin antusias karena mama Davin sudah menginginkan cucu
"calon pacar ma" ucap Davin pelan
"apa Vin, jadi bener wah papa kita akan punya cucu" ucap mama Davin senang sekali
"ma bu - " ucap Davin terpotong
"sudah ayok kita sarapan papa udah laper" ucap papa Davin menyeringai
"ayok mama juga sudah lapar" ucap mama Davin tersenyum girang
Davin menatap papa nya kesal sedangkan papa Davin cuek saja tanpa memperdulikan tatapan Davin
mereka pun mulai sarapan dengan tenang karena papa Davin tak suka jika saat makan ada orang yang berbicara
setelah makan Davin berangkat ke kantor sendiri karena rumah asisten Ken rumah Davin beda jalur, tapi asisten Ken juga sering menginap di rumah Davin
waktu yang sama di tempat yang berbeda terjadi keributan di pintu masuk perusahaan ect
"biarkan saya masuk " ucap nindi membentak satpam
"maaf nona anda di larang masuk ke kantor ini" ucap satpam menahan nindi yang ingin masuk
__ADS_1
para karyawan yang melihat ada yang cuek saja ada juga yang melihat nya siapa tau ada pertunjukan nantinya pikir mereka
"aku ini pacarnya Davin, beri aku masuk atau kau mau di pecat" ucap nindi dengan nada sombong
"maaf nona kita hanya menjalankan perintah" ucap satpam kekeh
asisten Ken yang lebih dahulu berangkat melihatnya nindi ingin masuk pun menelan ludah dengan kasar
(pasti itu orang tak berhenti jika bukan tuan Davin yang menangani) batin asisten Ken
"selamat pagi asisten Ken" ucap kedua satpam itu nindi yang mendengar nama asisten Ken pun langsung menoleh
"dimana davin" ucap nindi celingukan mencari Davin
"maaf nona jika tidak ada keperluan silahkan pergi dari sini jangan membuat keributan di tempat ini" ucap asisten Ken menghiraukan pertanyaan nindi
"dimana davin, kenapa kalian tak berangkat bersama" ucap nindi dengan nada tinggi
"silahkan pergi dari sini nona" usir asisten Ken pada nindi yang terus mencari di mana Davin
"aku gak akan pergi sebelum Davin datang kemari" ucap nindi kekeh
(ck dasar nambah pekerjaan saja) batin asisten Ken yang jengah dengan kelakuan nindi
"terserah kau saja" ucap asisten Ken lalu meninggalkan nindi
"siap tuan" ucap satpam
beberapa menit kemudian mobil Davin datang berhenti di pintu loby Davin yang tak memperhatikan di depan berhenti begitu saja jika ia tau kalau ada nindi di depan pasti ia akan kabur
tok tok tok
"Davin" ucap nindi mengetuk pintu mobil
Davin pun kaget ada yang mengetuk pintu mobil padahal baru saja mematikan mobilnya apa lagi yang mengetuk nindi
(mampus, kenapa gue gak perhatiin) batin Davin kesal
"Davin buka pintu nya" ucap nindi berusaha membuka pintu mobil
"ck ngapain sih itu nenek lampir di sini" gumam Davin yang belum keluar dari mobil
"Davin buka pintu nya" teriak nindi
"ck ganggu saja" ucap Davin lalu membuka pintunya
"Davin" ucap nindi girang hendak memeluk Davin tapi Davin menghindari nya
__ADS_1
"mau apa kamu ke sini" ucap Davin menutup pintu mobil
" ish kamu kok ngomong nya gitu sih aku kan kangen kamu" ucap nindi dengan nada manja
"ck pergi kamu, jangan ganggu aku lagi" usir Davin lalu meninggalkan nindi tapi saat hendak masuk ke dalam Davin memberhentikan langkahnya saat mendengar teriakkan nindi
"Davin aku hamil" teriak nindi melancarkan aksinya
para karyawan yang mendengar nya pun sontak kaget lalu mereka mulai bergosip ria
"aku tak pernah berhubungan dengan mu ya" sarkas Davin
"tapi ini anakmu Davin" ucap nindi
"ck aku menyentuh mu pun tak Sudi bagaimana bisa kau mengandung anakku" ucap Davin membela diri
para karyawan pun mulai berbisik-bisik apa yang di bilang Davin benar
nindi melihat karyawan berbisik-bisik langsung mengeluarkan ultimate
(gunakan cara terakhir) batin nindi
"kau tak ingatkah Davin waktu itu kau mejanjikan aku menjadi kekasih mu bila aku memberikan harta berhargaku" ucap nindi dengan air mata buaya nya
"mimpi sana, aku pernah menjanjikan apapun padamu" ucap Davin
"kau tega davin tak mengakui darah daging mu sendiri" ucap nindi makin terisak
para karyawan yang melihatnya yang merasa iba
"masa tuan Davin tega ya tak mengakui anaknya"
"iya ya , saya kira dia orang baik Lo ternyata"
bisik bisik para karyawan nindi yang mendengar nya pun tersenyum senang
"ck sial, dasar wanita ular awas saja kau" gumam Davin pelan saat melihat karyawan banyak yang melihat
"biarkan dia masuk" ucap Davin pada satpam lalu meninggalkan nindi
nindi yang mendengar nya pun senang lalu ia mengejar langkah Davin
Davin terpaksa menyuruh nindi masuk takut ada paparazi yang melihat kejadian ini
jangan lupa vote like dan komen
terimakasih 🙏
__ADS_1