DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
penggoda baru


__ADS_3

Beberapa menit kemudian penjaga itu kembali lagi menemui Davin dan asisten ken


"Allez, monsieur, vous attendiez Miss Irene à l'intérieur" ucap penjaga itu mempersilakan Davin masuk kedalam


(mari tuan anda sudah ditunggu nona irene di dalam)


Lalu mereka berdua berjalan mengikuti penjaga itu berjalan menuju pintu mansion yang sudah terbuka lebar


Sampailah mereka di tempat irene berada di ruang santai


"sayang, kenapa kau tinggalin aku" ucap Davin menghampiri Irene yang sibuk dengan laptopnya


"ck ngapain kamu nyusul kesini" ucap Irene tanpa melihat Davin


"aku kangen sama kamu" ucap Davin memeluk irene


Davin memeluk irene tanpa menghiraukan asisten Ken dan penjaga yang mengantar nya


"terimakasih kau boleh kembali mereka tamuku" ucap Irene pada penjaga yang masih memperhatikan Davin dan irene


"baik nona" ucap penjaga itu lalu pergi meninggalkan mereka


Davin dan asisten Ken mendengar jawaban penjaga itu menganga lebar pasalnya penjaga itu bisa berbahasa Indonesia


"lap air liur mu itu" ucap Irene melihat mereka berdua mulutnya menganga


Sontak saja mereka berdua tersadar akan lamunannya


"nona penjaga itu bisa berbicara bahasa Indonesia?" tanya asisten Ken


"iya mereka bisa berbagai macam bahasa jadi gak usah heran" ucap Irene


"Lalu kenapa tadi dia berbicara bahasa Prancis" kesal Davin


"tadi yang bicara duluan siapa" tanya irene pada mereka berdua


"kita" ucap mereka berbarengan


"pakai bahasa apa?" tanya irene beranjak dari duduknya mengambil sebuah kertas di atas meja


"Prancis" ucap mereka lagi


"ya sudah, mereka akan bicara sesuai lawan mereka bicara" ucap irene santai


"ohh" mereka hanya ber oh ria saja


"bokong mu bintitan ya asisten Ken kenapa dari tadi tidak duduk" tanya irene yang sedari tadi melihat asisten Ken berdiri terus sedangkan tuannya sudah ongkang-ongkang di atas sofa


"eh tidak nona, terimakasih" ucap asisten Ken duduk di atas sofa


"Nina" panggil Irene


Nina yang di panggil langsung menghampiri irene


"iya ada apa nona" tanya Nina


"suruh pelayan siapkan dua kamar tamu" titah irene


"baik ada lagi nona" Tanya Nina

__ADS_1


"buatkan mereka minum" tunjuk pada Davin dan asisten Ken "tunggu, kau mau istirahat atau bersantai asisten Ken" tanya irene menatap asisten Ken


"e saya ingin istirahat dulu nona" ucap asisten Ken canggung


"buatkan satu minuman saja suruh Bella saja yang mengantar" titah irene


"baik nona, tunggu sebentar" ucap Nina lalu pergi ke dapur


"kenapa kau nyusul aku, apa kalian gak ada kerjaan" tanya irene menatap Davin


"tidak" singkat Davin


(itu buatmu saja tuan) batin asisten Ken


"benar itu asisten Ken" tanya irene menatap asisten ken


"ee iy iya nona" ucap asisten Ken terpaksa karena melihat tatapan mata Davin yang seperti ingin membunuh


Irene mengangguk saja setelah itu hening tak ada obrolan sama sekali


Di dapur Nina sedang memerintahkan dua pelayan untuk membersihkan kamar tamu


"Silvia, Mitha kalian masing-masing bersihkan kamar tamu sekarang" titah Nina


" baik kepala pelayan" ucap mereka serentak


"cepetan ya beresnya" ucap Nina


"siap" ucap mereka berdua lalu bergegas membersihkan kamar tamu


"Bella mana kok gak ada, di kamar nya mungkin" gumam Nina yang tak melihat Bella


"samperin aja ke kamar nya lah" ucap Nina lalu menghampiri Bella di kar nya


"ternyata habis mandi kamu" ucap Nina melihat Bella membuka pintu yang masih menggunakan handuk menutupi tubuhnya


"iya, ada apa ya kepala pelayan" tanya Bella


"habis ganti baju buatkan tamu nona irene minuman lalu antarkan ke depan" titah Nina


"dua laki-laki itu ya" tanya Bella


"kok kamu tau, tau darimana?" tanya Nina heran


"oh tadi gak sengaja aku lihat pas mau buang sampah di depan" kata Bella


"o ya sudah cepat ganti bajunya" ucap Nina meninggalkan kamar Bella


"iya" ucap Bella lalu menutup pintunya


"kesempatan aku ni" gumam Bella tersenyum licik


Di ruang santai hanya ada Davin dan irene saja sedangkan asisten Ken sudah berada di kamar tamu untuk istirahat


"kamu ngapain sih dari tadi sibuk ngotak-ngatik laptop Mulu" kesal Davin karena dari tadi irene hanya fokus pada laptop di pangkuannya tanpa menghiraukan Davin di sampingnya


"kerja" singkat Irene


Sebelum Davin membuka suara tapi terhenti saat ada sebuah suara

__ADS_1


"permisi nona ini minuman nya" ucap Bella membawa nampan berisi minuman dengan memakai pakaian yang mencetak jelas tubuhnya


"taruh saja di meja" ucap irene hanya melirik dari ekor matanya


Kemudian Bella berjalan ke arah meja dengan sangat pelan, Davin yang melihatnya hanya diam saja


"permisi tuan" ucap Bella dengan nada lembut nya


"Hem" hanya deheman saja yang keluar dari mulut Davin


Lalu Bella dengan sangat pelan meletakkan minuman itu di atas meja sambil melirik lirik Davin


(tampan sekali) batin Bella


Irene yang melihat Bella ia menyeringai pasalnya irene tau apa yang di pikirkan Bella


Selesai meletakkan minuman lalu Bella berdiri diam di tempat saja matanya sesekali melirik ke arah Davin


"kenapa kau masih di sini" tanya irene


"eh anu nona, apa nona butuh sesuatu nona" ucap Bella basa-basi


"semua sudah ada mau apa lagi" ucap Irene datar


"barang kali nona mau saya pijit" ucap Bella tersenyum


"aku tidak lelah" ucap Irene datar


(sampai mana kau akan memaksa) batin Irene


"atau mungkin tuan ini" ucap Bella menatap Davin tapi yang di tatap sibuk dengan ponselnya


"dia tidak ingin di pijat" ucap Irene masih fokus dengan laptopnya


"atau mungkin Nona ingin tambah cemilan lagi" ucap Bella tak menyerah


"tidak" singkat Irene


"atau saya siapkan kamar tamu untuk tuan ini bagaimana?" ucap Bella tersenyum palsu


"kamar tamu nya sudah siap, tak perlu kau bersihkan lagi" ucap Irene


(sial, susah sekali) batin Bella kesal


Karena tak bisa menarik perhatian Davin akhirnya Bella kembali ke dapur saat berjalan ke arah dapur dengan sengaja ia berjalan bak seorang model


Irene yang melihat nya hanya tersenyum tipis, sedangkan Davin dari tadi hanya diam tak berkata sepatah katapun


Sampai di dapur Bella menghentak-hentakan kakinya di lantai rasa kesal menyelimuti dirinya lantaran ia gagal menarik perhatian Davin


Seandainya jika ia bisa menarik perhatian Davin maka ia akan menggoda nya dengan tubuhnya


Tapi sayang rencananya tidak sesuai yang ia inginkan


"aku tak boleh menyerah besok masih ada waktu" gumam pelan Bella men


yakinkan diri sendiri


Lanjut nanti malam ya

__ADS_1


jangan lupa untuk vote like dan komen sebanyak banyaknya biar author tambah semangat terimakasih 🙏


selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏🙏


__ADS_2