DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
seminggu


__ADS_3

setelah menempuh beberapa waktu akhirnya irene dan asisten El sudah tiba di kantor, asisten El segera turun dari mobil sedangkan Irene menunggu di dalam mobil


"sudah sampai Miss"ucap asisten El


"kau turunlah aku tunggu di sini saja" ucap irene memainkan handphone nya


"em apa Miss yakin kalau saya tinggal?" tanya asisten El ragu


"ya tak masalah kau pergi saja, aku baik-baik saja disini, dan kau tau kan apa yang harus kau lakukan" ucap Irene seraya menoleh ke asisten El


"tau Miss,baik lah kalau begitu saya permisi dulu miss" ucap asisten El turun dari mobil


Irene tak membalas ucapan asisten matanya kembali fokus pada barang di genggamnya


di ruang rapat semua orang sedang break dahulu sambil menunggu asisten El datang, tak lama kemudian pintu ruangan terbuka


ceklek


semua orang menoleh ke arah pintu menampilkan sosok wanita yang cantik berpakaian formal mungkin orang itulah yang di tunggu batin mereka


"selamat siang maaf menunggu lama" ucap asisten El membungkukkan badan saat sampai di depan mereka


"tidak apa-apa Asisten El, silahkan duduk" ucap salah satu dewan direksi yang mengenal asisten El


"terimakasih" ucap asisten El


"mari kita mulai rapat kembali, sebelum nya saya ingin memperkenalkan diri" ucap asisten El lalu berdiri


"saya asisten El, asisten pemilik saham terbanyak di perusahaan ini, dan saya mewakili nona saya meminta maaf karena nona saya tidak bisa hadir rapat kali ini Karena beliau masih ada urusan" ucap asisten El lalu membukukan badan dan ia duduk kembali


"tak apa asisten El perkenalkan saya asisten Rey, asisten CEO saat ini, maaf sebelumnya kalau boleh tau nama nona anda siapa?" tanya asisten Rey sedikit mengorek informasi


"maaf asisten Rey tapi nona saya belum bisa memperkenalkan jati dirinya untuk sekarang ini" ucap asisten El tegas


"baiklah tak masalah, mari kita bahas inti permasalahan ini" ucap asisten Rey kecewa


sesi perkenalan sudah selesai kini saatnya pembahasan utama, cukup alot hingga membutuhkan waktu yang cukup lama


sedangkan di mobil Irene menunggu asisten El hingga kebosanan ia memilih untuk keluar mobil tak lupa ia memakai masker


"huf asisten El lama sekali sih, enaknya kemana ya" ucap irene celingukan


"di sana aja deh" imbuh Irene saat melihat bangku taman

__ADS_1


ia pun duduk di bangku taman tapi baru saja ia duduk ia mendengar suara gaduh tak jauh tempat ia duduk, di lihatnya ada seorang anak kecil di yang paksa seseorang untuk mengemis


"cepat cari duit yang banyak, awas saja kalau kamu malas-malasan" ancam orang itu


"iya Bu" ucap anak itu dengan gemetaran


"sudah sana ngapain masih di sini, awas kalau gak dapat duit banyak, nggak saya kasih makan kamu" ancam ibu itu mendorong anak kecil itu


karena takut anak kecil itupun menuruti perintah, anak itu berjalan mulai meminta minta pada orang sedangkan ibu itu senyum senang melihat nya dan ia meninggal kan anak itu


irene yang melihat nya pun tak tega ia menghampiri anak itu


"permisi dek" ucap Irene berjongkok di depannya dan sudah mencopot maskernya


"iya kak" ucap anak itu


" Adek namanya siapa kalau boleh tau" ucap Irene


"nama saya Dave kak" ucap Dave


"Kaka boleh tanya nggak?" ucap Irene


"nanti Kaka kasih uang kalau adik mau jawab" imbuh Irene tersenyum


" maaf ya sebelum nya, adek kenapa ngemis di sini" ucap Irene mengorek informasi


Dave pun diam ia takut jika ia menceritakan nya pada orang lain, tapi tak lama ia mulai menceritakan Semuanya mungkin orang di depannya ini bisa menolongnya batinnya


Dave mulai bercerita sebenarnya ia di paksa untuk mengemis jika ia tak dapat uang banyak ia tidak akan di kasih makan bukan hanya Dave anak yang lain pun juga bernasib sama seperti nya


Dave dan anak-anak lainnya bukanlah anak kandung ibu itu, ibu itu biasanya menculik mereka membawanya kabur


irene yang mendengar cerita Dave pun geram ia mengepalkan kedua tangannya


"Dave mau gak, Dave tinggal di tempat yang bagus?" Tanya irene sambil mengelus rambut Dave


"em kalau Dave ikut Kaka bagaimana dengan anak-anak lainnya kak, Dave di sini aja kak" tolak Dave


"anak-anak yang lain juga ikut, nanti di sana Dave bisa sekolah, bisa makan enak, gak ngemis lagi, mau ya sayang" bujuk irene


Dave berpikir mungkin ini yang terbaik buatnya iapun mengiyakan ajakan irene


"iya kak Dave mau" ucap dave Mulai berkaca-kaca

__ADS_1


"udah dong gak usah nangis, tapi Kaka boleh minta tolong sekali lagi boleh nggak?" pinta irene seraya mengusap air mata dave


"boleh kak minta tolong apa" ucap Dave


"Dave nanti pulang dulu ke rumah, nanti malam Kaka jemput di rumah Dave, kalau Dave Kaka bawa sekarang takutnya ibu Dave tau dan bawa pergi kalian" jelas Irene


"tapi Kaka janji kan jemput kita" ucap Dave


"iya sayang kaka janji" ucap irene mengelus rambut Dave lalu ia mengambil beberapa uang dalam dompet nya


"ini uang buat Dave biar enggak di marahin ibu Dave" ucap irene menyodorkan uang


"tapi kak ini kebanyakan" ucap Dave


"nggak papa nanti kalau ada temen Dave yang dapet uang sedikit kasih beberapa untuk mereka tapi jangan sampai ibu tau ya" ucap Irene


" terimakasih kak," ucap Dave senang


"iya sama-sama, kalau begitu Kaka pergi dulu ya" ucap Irene lalu berdiri


"iya kak sekali lagi terima kasih ya, boleh nggak ka?" ucap Dave ragu


seakan tau Irene pun memeluk dave, Dave yang di peluk pun senang bukan main karena baru kali ini ada orang yang mau memeluk nya


puas berpelukan irene melepaskan pelukannya dan ia pun pergi tak lupa juga ia memesan makanan pada pedagang yang tak jauh dari tempatnya dan memberikan pada Dave


di ruang rapat sudah 2 jam membahas permasalahan akhirnya rapat pun selesai


"baik rapat sampai disini, dan untuk asisten Rey ingat waktu anda hanya satu Minggu untuk mencari donatur, sekian dan terima kasih, selamat sore" ucap asisten El lalu melangkah keluar tanpa menunggu jawaban mereka


sepeninggal nya asisten El semua orang juga pergi kembali ke ruangan nya masing-masing termasuk asisten Rey yang sudah berada di ruangannya.


iapun bingung harus mencari donatur kemana apalagi waktu yang di berikan hanya seminggu belum lagi permasalahan tentang tuannya


"arrggh harus mencari di mana lagi, sial jangan sampai tuan besar tau tentang masalah ini" gumam asisten Rey


beruntung tuan besar sedang berada di negara orang jadi sementara waktu masalah ini aman buat asisten Rey, untung kau asisten Rey kalau enggak bisa di gantung kau haha bercanda asisten Rey.


terimakasih readers buat doa dan dukungan kalian, author mengucapkan terimakasih banyak


thank you very much 🙏


semangat untuk beraktivitas 💪

__ADS_1


__ADS_2