DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
extra part four


__ADS_3

Semua orang menoleh ke arah Daren


"Hehe ma" ucap Daren tersenyum kaku


"Haha Kaka ternyata seorang pria yang mesum" seloroh Mika


"Diam kamu" ucap Daren menatap tajam mika


"Kenapa suruh Diam kan benar apa yang mika bilang kalau Kaka itu mesum" ucap mika mengompori


"Mika" ucap Daren tertahan


"Hehe, Daren" panggil irene tersenyum penuh arti


"Hehe iya ma Daren enggak bermaksud kok ma" Kilah Daren


"Enggak bermaksud apa Daren kamu pikir mama gak melihat dan mendengar kamu secara live hah" kesal irene


"Secara live?" gumam Daren lirih


"Iya Kaka bahkan kami lihat lho waktu mata Kaka gak lepas dari dada wanita itu iya gak mik" seloroh Mika sambil menatap Miko sedangkan Miko menganggukkan kepalanya dengan antusias


"Jadi kalian meretas CCTV di kantor Kaka?" tanya Daren terkejut


"Iya Kak habisnya Miko dan mika bosen jadi liat Kaka aja pasti seru eh taunya dapet yang menarik" ucap Miko menarik turunkan alisnya


"Lalu mama kalian yang kasih tau" tanya Daren


"Mama lihat sendiri" jawab irene cepat


(Mati aku) batin Daren bergidik ngeri melihat tatapan tajam irene


"Daren" ucap Irene tersenyum tangannya terulur menjewer telinga Daren


"Aduh ma aduh ampun" ucap Daren memegang telinganya


"Gak ada kata ampun buatmu, punya mata itu harus di jaga" omel irene masih menjewer telinga Daren


"Iya ma Daren janji gak akan ulangi lagi" ucap Daren kesakitan


"Alasan itu ma" kompor mika yang sudah melepaskan diri nya dari tubuh Daren


"Diam kamu jangan kompor, aduh ma sakit" ucap Daren


"Kamu ya di bilangin malah ngelunjak" kesal irene menambah kekuatan nya


"Aduh duh sakit ma ampun" ucap Daren meringis kesakitan


"Awas kalau kamu ulangin lagi" ucap irene melepaskan tangannya

__ADS_1


"Iya ma gak janji" ucap Daren memelankan kata ' gak '


"Kenapa otak kamu mesum begini padahal mama gak mesum" ucap Irene menatap Daren heran


"Mama gak mesum papanya dong" seloroh Daren mengusap telinga nya yang berwarna merah


"Kok papa sih kam kamu sendiri yang lihat papa gak lihat ya kalau punya mama mu baru papa lihat" ucap Davin keceplosan lalu ia buru-buru menutup mulutnya


"Tu kan ma akarnya dari papa" kompor Daren


"Hehe gak kok ma bercanda" ucap Davin tersenyum saat melihat tatapan dari irene


"Ayo ma hajar mereka" ucap mika menyemangati


"Ampun ma" ucap Davin berusaha kabur lewat pintu tapi pintunya terkunci


"Papa mau kabur kemana" ucap Irene tersenyum menghampiri Davin


"Hehe papa gak kabur kok ma" elak Davin


"Daren sini bantuin mama" ucap Irene ada maksud


"Siap ma" ucap Daren bersemangat ia kira irene sudah lupa tapi saat ia berada si samping irene


"Aduh duh sakit ma/sayang", ucap two D bersamaan karena Irene menjewer telinga mereka berdua


"Hahaha" two M tertawa melihat ekspresi ayah dan Kaka mereka


"Aduh ma ampun Daren kan udah di jewer tadi kenapa di jewer lagi" protes Daren


"Kamu itu suka mancing kesalahan papa kamu biar mama lupa kesalahan kamu" jelas irene


"Iya tau Daren papa gak salah apa-apa di bawa-bawa" kesal Davin


"Kan papa, papa Daren kalau Daren begitu ya berarti papa nya juga begitu" protes Daren


"Mana ada begitu" ucap Davin tak terima


"Ada" ucap Daren sengit


"Gak ada" ucap Davin tambah sengit


"Kalian ini ya malah berantem" kesal irene menambah kekuatan


"Aduh ma ampun" ucap two D barengan


"Hahaha" tawa two M semakin pecah ketika wajah two D semakin tersiksa emang two M gak ada akhlak 😂


"Daren harus janji jika mama lepas Daren besok akan minta maaf sama karyawan Daren" ucap Irene menatap tajam Daren

__ADS_1


"Apa gak mau masak Daren minta maaf sama cewek gila itu" ucap Daren kesal


"Gak mau ya udah mama gak bakal lepasin biar sekalian kuping kamu copot" ancam irene


"Ya jangan dong ma, nanti Daren gak punya kuping lagi" ucap Daren memelas


"Bodo amat" ucap Irene tak mau tau


"Iya iya nanti Daren minta maaf sama itu cewek gila" ucap Daren tak ikhlas


"Aduh ma Kenapa makin sakit kan Daren sudah janji" ucap Daren heran


"Dia itu tidak gila Daren" ucap Irene penuh penekanan


"Iya iya Daren janji besok Daren minta maaf sama itu cewek" ucap Daren terpaksa


"Bagus mama tunggu videonya harus sampai di maafkan ngerti" ucap Irene tersenyum


"Kok sampai di video sih ma" protes Daren


"Gak terima gak mama lepas" ucap Irene


"Iya iya Daren video in" ucap Daren pasrah


"Bagus" ucap Irene tersenyum melepaskan jeweran nya


"Miko buka pintunya" ucap Irene menatap Miko


"Siap komandan" ucap Miko mengambil kunci pintu lalu membuka pintunya


Lalu Daren dan two M keluar menuju kamar mereka masing-masing


"Ingat Daren jangan nakal sama adik-adikmu" ucap Irene sebelum Daren melangkah keluar


"Iya ma" kesal Daren mengusap telinga yang masih terasa sakit


"Mama Daren di lepas kok papa enggak di lepas" tanya Davin saat mereka bertiga sudah tak terlihat


"Hehe mama sengaja biar papa gak mesum lagi" ucap Irene tersenyum


"Mana ada papa begitu lepas ya ma" ucap Davin tersenyum


"Oke" ucap Irene melepaskan tangannya lalu ia pergi meninggalkan Davin sendiri yang tersenyum kayak terbebas dari sesuatu


"Mama lepas tapi papa gak dapat jatah satu bulan" teriak irene saat sampai di lantai atas


Davin yang mendengar pun sontak membulat kan matanya tak percaya


"Ck harus puasa satu bulan sial" gerutu Davin menjambak rambutnya frustrasi

__ADS_1


Ayah dan anak sama sama frustrasi yang satu tak dapat jatah satu bulan yang satu bingung harus meminta maaf pada karyawan nya bagaimana haha rasain kalian berdua


hay readers tercinta jangan lupa mampir di cerita author yang kedua ya terimakasih 🙏lopeyu 😘


__ADS_2