DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
serakah


__ADS_3

mereka sudah berada tak jauh dari lokasi irene pun turun mencari toilet umum untuk mengganti pakaiannya


setelah mengganti pakaiannya irene kembali ke mobil untuk menaruh paper bag


lalu ia berjalan ke arah lokasi pembangunan sampai di sana ia melihat mandor mereka memarahi para buruh karena para buruh itu mogok kerja


alhasil mau tidak mau mereka melanjutkan pekerjaannya bisa saja mereka berhenti bekerja tapi jika mereka berhenti bekerja lalu mereka akan bekerja di dimana sedangkan mereka hanya lulusan sekolah menengah atas


"selamat pagi" sapa irene pada mandor itu


"selamat pagi ada apa ya?" ucap mandor itu memperhatikan penampilan irene


"maaf pak apa di sini ada lowongan pekerjaan jadi kuli tidak apa-apa pak" tanya Irene dengan wajah memelas


mandor itu diam sejenak memperhatikan Irene dari atas sampai bawah


"emang kamu bisa apa, mana bisa perempuan kayak kamu jadi kuli bangunan?" ejek mandor itu


"saya memang perempuan tapi saya sudah terbiasa menjadi kuli bangunan pak" ucap Irene tersenyum paksa


"saya tidak percaya sama kamu" remeh mandor itu


(hitung hitung dapat orang gratis nih) batin mandor itu tersenyum licik


"bagaimana caranya agar bapak bisa percaya sama saya pak?" tanya irene


"emang kamu beneran bisa jadi kuli bangunan?" ucap mandor itu tersenyum mengejek


"saya bisa pak" ucap Irene dengan tampang menyakinkan


"ck, kalau begitu kamu buktikan dulu ucapan mu kau kerja bantu mereka" tunjuk mandor pada buruh bangunan "jika kau bisa kau boleh bekerja di sini?" ucap mandor itu


"baik pak saya akan bekerja dengan benar" ucap Irene


"ya sudah sana tunggu apa lagi cepat" bentak mandor itu


Irene lalu berjalan dengan menggerutu


"awas saja kau, nanti kalau kau ngemis ngemis di bawah kakiku jangan harap ku ampuni kau" gerutu irene


"woy cepat jalan lelet amat, bagaimana kamu bisa bekerja di sini jika jalanmu kaya siput" teriak mandor itu saat melihat irene masih berjalan


"ck, anggap saja gue bernostalgia" gumam Irene tanpa mempedulikan teriakan sang mandor


irene melangkah kan kaki sampai di dekat orang yang sedang mengaduk semen


"permisi bang boleh saya bantuin" ucap Irene ramah


"kau mau bekerja di sini?" tanya orang itu heran


"iya bang" ucap irene Santai


"beneran kamu mau bekerja di sini?, apa kamu bisa bekerja seperti kami" ucap orang itu memastikan


"iya bang saya sudah biasa bekerja seperti ini bang, kalau bukan karena tuntutan saya juga mau bekerja yang lain" ucap irene dengan muka sedihnya


"yang sabar ya, saya juga sama seperti kamu, tapi kamu hebat bisa melewati itu semua" ucap orang itu menepuk pundak irene


"iya bang aku harus bantuin apa ni bang?" tanya irene melihat semen di depannya


"kamu ngaduk ini bisa?" tanya balik orang itu


"bisa bang" ucap Irene


"kalau begitu kamu bagian ngaduk semen ini, biar aku yang ngangkat semen ke sana biar kamu nggak terlalu lelah, kasihan kamu seorang wanita harus bekerja seperti ini" ucap orang itu memberikan cangkul pada irene

__ADS_1


"iya bang" ucap irene menerima cangkul itu lalu ia mulai mengaduk semen itu


"kamu beneran mau kerja disini?" tanya orang itu lagi


"iya bang memang kenapa bang kok Abang selalu nanya itu" ucap irene pura-pura tidak tau


" ya gimana ya jujur saja kami di sini belum di gaji beberapa bulan" keluh orang itu


"jika kamu bekerja di sini takutnya kamu sama dengan kita" imbuh orang itu


"tak apa lah bang semoga saja habis ini kita semua bisa dapat gaji oles bonus bang" ucap Irene


(pasti) batin irene


"semoga saja ya" ucap orang itu lalu mengangkat angkong yang berisi adukan semen


irene memperhatikan proyek sekitar tak ada alat berat yang membantu pekerjaan mereka semua pekerjaan di lakukan secara manual


"bang saya mau tanya boleh gak bang" ucap irene saat orang itu sudah kembali


"tanya saja gratis kok" ucap orang itu tersenyum


"kenapa di sini gak ada alat berat ya bang" tanya Irène


"kata mandor sih ngurangin pengeluaran, dan uang yang di kasih atasan pun katanya cuma sedikit" jelas orang itu


(ck cari kambing hitam rupanya) batin Irene


"ohh" ucap Irene ber oh ria aja


"udah ayok semangat kerja nya, berdoa saja semoga hari ini kita dapat gaji" ucap orang itu


irene mengangguk sebagai jawaban lalu mereka bekerja dengan sungguh-sungguh


beberapa jam kemudian saat nya istirahat semua orang berhenti bekerja


"yok semua istirahat, dan ini makanan kalian" teriak mandor itu


lalu para buruh itu mengambil makanan yang di bawa wanita paruh baya itu


"hey kau perempuan habis makan temui aku di ruangan" ucap mandor itu


"iya pak" singkat irene


setelah semua mendapat kan makanan mereka mandor dan wanita itu pergi meninggalkan mereka


"yok kita duduk di sana" ajak orang yang tadi yang irene ajak bicara


"ayok bang"ucap Irene melangkah kaki mengikuti orang itu


sampai di tempat itu irene dan orang itu memulai makanan nya


(gak salah nih makanan macam apa ini, ini di makan aku saja pun tak cukup apa lagi mereka) batin irene saat melihat makanan yang ia bawa


"tak usah kaget kita sudah biasa, kita di sini memang makan nya ini saja, kalo orang mah biasa menyebutnya ini nasi kucing" ucap orang itu sambil memakan makanan nya


"kok mau bang kalian di kasih makan nasi kucing" tanya irene heran


"ya mau bagaimana lagi, semua butuh uang mau berhenti dari sini pun belum tentu dapat kerjaan, syukur syukur kita masih di kasih makan"jelas orang itu tersenyum


"udah makan aja apa yang ada syukuri aja" ucap orang itu


irene pun memakan nya, setelah makan irene beranjak dari duduknya


"bang saya ke sana dulu ya" ucap Irene menunjuk ruangan mandor

__ADS_1


"iya, hati-hati ya banyakin sabar saja"ucap orang itu


"oke" ucap Irene lalu ia berjalan menuju ruangan mandor


tok tok tok


"masuk" ucap mandor itu


irene pun masuk lalu berdiri di hadapan mandor itu


"ada pak manggil saya" ucap Irene


"nama kau siapa" tanya mandor itu


"irene pak" ucap Irene menundukkan kepalanya


bukannya irene takut pada mandor itu tapi irene menundukkan kepalanya untuk melihat sekeliling dengan matanya


"kau bilang bisa bekerja tapi saya liat kamu hanya mengaduk semen saja" ucap mandor itu


"tapi pak bagian saya kan memang itu pak" bela irene


"Halah alasan kamu, bilang saja kamu gak pecus kerjanya" ucap mandor itu sambil menaikkan kakinya di atas meja


"saya memang bisa bekerja pak" ucap Irene yang masih memperhatikan sekitar dan tak sengaja matanya menangkap tempat sampah


tempat sampah itu berisi bungkusan nasi kotak yang lumayan terkenal


(ck, dasar tamak dia makan enak sedangkan di luar hanya makan nasi kucing saja) batin Irene geram


"sekarang kamu pergi dari sini tak usah kembali lagi kesini" ucap mandor itu tersenyum licik


"tapi pak" ucap Irene


"tidak ada tapi tapian, sekarang kamu pergi, atau aku panggil penjaga buat Ngusir kamu" ucap mandor itu


"baik , tapi kasih saya gaji saya pak" ucap Irene menatap mandor itu


"gaji, kau kerja saja tak pecus mau minta gaji kamu, jangan mimpi" ucap mandor mengejek


"tapi pak saya kan sudah bekerja di sini setengah hari seharusnya bapak gaji setengah hari saja" jelas irene


"kau tau apa saya mandor di sini jadi terserah saya dong" sombong mandor itu


"bapak tak boleh begitu pak" protes Irene


"Halah, penjaga" teriak mandor itu


lalu penjaga itu masuk ke dalam


"usir perempuan ini" ucap mandor itu


"baik pak" lalu menatap irene" maaf mbak bisa kerjasama nya" ucap penjaga itu sopan


"sebentar" ucap Irene lalu ia menatap mandor itu


"ingat omongan saya pak, besok pasti bapak akan di pecat" ucap Irene lalu meninggalkan mandor itu dan di ikuti penjaga itu


"aku gak takut" Teriak mandor itu


"yang sabar ya mbak" ucap penjaga itu saat mereka sudah di luar area bangunan


"iya tap apa pak aku pergi dulu" ucap Irene lalu pergi meninggalkan penjaga itu


jangan lupa vote like dan komen yak readers

__ADS_1


terimakasih 🙏


selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan semangat 💪


__ADS_2