
beberapa bulan kemudian
kedekatan irene dan Davin sudah bertahap menjadi seorang teman yang cukup dekat, kedekatan mereka membuat irene semakin gencar menjodohkan asisten El dengan asisten Ken
mau jadi Mak jomplang kau irene haha
kehidupan irene beberapa bulan terakhir hari ini cukup damai tak ada masalah apapun, dan juga tinggal satu bulan lagi Aya lulus wisuda nya
damai untuk irene tapi tidak dengan Davin hampir setiap hari ia harus menghadapi wanita yang terobsesi dengan nya siapa lagi kalau bukan nindi
wanita gila harta akan selalu melakukan berbagai cara agar mendapatkan uang dan kedudukan salah satu nya menggoda para pengusaha kaya atau sutradara terkenal
pagi ini Davin kembali di buat kesal lantaran saat ia masuk ruangan nya sudah ada nindi yang menunggunya
"ck sial pagi-pagi udah di kasih modelan kayak gini"ucap Davin pelan saat melihat nindi yang berpakaian kurang bahan
"sayang kau sudah datang" ucap nindi saat melihat Davin membuka pintu
"aku bawain makanan untuk kamu" ucap nindi menghampiri Davin lalu menyodorkan rantang makanan
"ck aku sudah makan" ketus Davin melewati nindi
"buat nanti siang juga gapapa, makan ya di jamin pasti enak" ucap nindi mengikuti langkah Davin yang menuju kursi nya
"tidak usah bawa pergi saja, aku sudah janjian sama seseorang untuk makan siang bersama" ucap Davin tanpa melihat nindi
"siapa, apa itu pacar kamu" tanya nindi geram
"ya, silahkan kau pergi dari sini" usir Davin
"siapa dia berani beraninya dia ngerebut kamu dari aku" ucap nindi marah
"ck, sudah ku bilang pergi dari sini" ucap Davin mulai kesal
"aku tidak mau bilang dulu siapa perempuan itu" ucap nindi marah
"kau tak perlu tau, cepat pergi atau aku panggil satpam kemari" usir Davin
"apa kelebihan wanita itu sedangkan aku lebih baik jauh darinya" ucap nindi percaya diri
(iya lebih sampai sampai pakaian kurang pun kau pakai) batin Davin sambil menekan tombol di telepon
"kurang apa aku Davin, hingga kau tak pernah menganggap ku ada" ucap nindi pura-pura menangis
__ADS_1
apa kurang nya aku Di dalam hidup mu hingga kau curangi aku, asyek kita nyanyi lagi bro wkwkwk bercanda yuk lanjut
sebelum Davin menjawab pintu ruangan sudah terbuka menampilkan sosok pria berbadan besar dengan pakaian satpam
"maaf tuan anda memanggil saya" tanya satpam itu
"seret wanita ini keluar" tegas Davin menunjuk nindi
"baik tuan" ucap satpam menghampiri nindi
"Davin apa yang lakukan, lepasin" berontak nindi
"langsung seret saja, dan kedepannya jangan biarkan dia masuk lagi" ucap Davin tegas
"baik tuan" ucap satpam itu pun menyeret nindi keluar
"lepasin, lepas aku bilang" teriak nindi
tapi satpam itu pun masih menyeretnya keluar
"tunggu sebentar" ucap Davin lalu berjalan ke arah satpam
"sudah ku duga kau pasti berubah pikiran iyakan kan sayang" ucap nindi senang
"ck awas saja kau Davin, aku akan menghancurkan kehidupan perempuan itu" teriak nindi sambil merampas rantang makanan
"awas saja jika kau berani menyentuh nya" ancam Davin lalu menyuruh satpam itu kembali menyeret nindi
"aku tidak peduli jika aku tak bisa memiliki mu jangan harap orang lain bisa memiliki mu" teriak nindi pada Davin yang akan menutup pintunya
"ck sial bikin badmood aja" ucap Davin yang sudah duduk di kursi kebesaran nya
mencoba menghiraukan suasana hati Davin berharap akan berubah saat mengerjakan pekerjaan nya malah ia tidak bisa fokus di buat nya
"ck sial, nggak mempan juga, aku pergi ke sana sajalah sambil refreshing " ucap Davin lalu ia bangun merapikan jas nya lalu ia keluar menuju tempat tujuannya tanpa mengabari asisten Ken
ceklek
"tua - " ucap asisten Ken terpotong saat melihat ruangan Davin yang kosong melompong
"ck selalu saja begitu pergi seenak martabak telor" gerutu asisten Ken sambil menutup pintu
"kok martabak ya, ngomongin martabak kok gue jadi laper ya, persen aja kali ya, mumpung boss lagi tidak ada hehehe" ucap asisten Ken tertawa geli
__ADS_1
lain di perusahaan Davin, beralih pula kita ke perusahaan irene
"aku sudah lama tidak ke sana apa aku ke sana saja ya, daripada gak ada kerjaan" ucap Irene
"iya deh siapa tau aku bisa ketemu dengan nya" ucap Irene beranjak dari duduknya lalu keluar menghampiri asisten El
"aku mau pergi dulu" ucap irene pada asisten El lalu pergi tanpa menunggu jawaban asisten El
mobil sport milik irene melaju menelusuri jalanan kota, setelah melewati banyak bangunan megah kini irene sudah berada di tempat rahasia
"itu mobil siapa ya kok aku baru liat" ucap Irene saat melihat mobil yang terparkir di tempat rahasia
"apa jangan-jangan dia" ucap Irene lalu ia bergegas turun menuju danau karena tak sabar ingin melihat orang yang selama ini selalu menemani nya lewat memo
sampai di danau ia bersembunyi di balik semak-semak sambil mencari seseorang
namun nihil orang yang ia cari tidak ada di danau
"apa mungkin di pohon itu?, iya bisa jadi" tebak irene lalu ia melangkah menuju pohon besar dan bersembunyi di balik pohon yang tak jauh dari pohon rahasianya
dan benar saja saat ia melihat di pohon itu ada seseorang pria yang duduk sambil membaca gulungan kertas yang ada di toples
"kok seperti tidak asing ya" gumam Irene pelan
irene terus memperhatikan orang itu dan beberapa saat kemudian orang itu sudah menyelesaikan kegiatan nya lalu ia duduk bersandar di pohon menghadap ke arah irene
irene yang melihatnya pun terkejut matanya membulat sempurna tangannya menutupi mulutnya
"dia jadi selama ini " irene tak meneruskan ucapannya karena ia terlalu terkejut
ia pun kembali melihat orang itu yang ternyata sudah memejamkan matanya meneliti setiap wajahnya memastikan apa yang ia lihat itu Benar
lalu ia melangkah mendekati orang itu berdiri di depan nya menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan
orang itu memejamkan matanya saat merasakan ada sepasang mata yang melihatnya ia pun membuka mata saat membuka mata ia pun terkejut bukan main saat melihat irene yang sudah berada di depan nya
"irene" lirih orang itu
jangan lupa vote like dan komen
terimakasih 🙏
selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan semangat 💪
__ADS_1