
"ibu, apakah yang di maksud mereka Kaka cantik adalah irene?" tanya Davin
"ah iya, nak Davin kenal?" tanya ibu panti senyum senang
"hanya kenal saja Bu, kebetulan rekan bisnis" ucap Davin
(selanjutnya teman hidup Bu) batin Davin
"jadi nak Davin tau alamat rumahnya dong?" tanya ibu panti
"tau Bu, ini saya sudah tuliskan alamat rumah dan kantor nya Bu" ucap Davin sambil menyerahkan sebuah kertas
"akhirnya , terimakasih banyak nak Davin" girang ibu panti menerima alamat irene
"sama-sama Bu" ucap ucap Davin
ibu panti menyimpan alamat Irene lalu mereka mengobrol membahas banyak tentang panti sampai lupa waktu dan melupakan seseorang orang mengerjakan pekerjaan yang sangat banyak
(punya boss seenaknya sendiri, malam ini terpaksa harus lembur lagi, untung gajinya besar kalau tidak sudah mengundurkan diri aku) batin orang itu menggerutu
✓✓
di perusahaan Irene ada yang baru rutinitas akhir-akhir ini yaitu kantor irene selalu kedatangan Bryan sampai asisten El jengah melihat nya
(kayak gak ada kerjaan aja) batin asisten El kesal
di ruangan irene
ceklek pintu ruangan terbuka menampilkan sosok pria lumayan tampan lebih tampan babang Davin
"hai, kau datang" ucap Irene tersenyum saat melihat Bryan masuk keruangan nya
"iya sayang, kamu sibuk ya" tanya Bryan basa basi
"ya bisa jadi, memang kenapa?" tanya irene
"tadinya sih mau ngajakin pergi makan, kalau kamu sibuk ya sudah nggak jadi" ucap Bryan tersenyum
"maaf lain kali aja ya, soalnya pekerjaan Ku banyak hari ini" tolak irene
"tak apa, kau kerjakan dulu pekerjaan mu" ucap Bryan yang masih berdiri di depan irene
"tapi kamu?" tanya Irene
"aku pergi aja takut ganggu, kebetulan juga aku ada pertemuan habis ini" ucap Bryan melihat jam tangannya
"Oo beneran gapapa nih?" ucap irene
"iya gapapa sayang, sa sudah aku pergi dulu ya" ucap Bryan mengecup kening Irene lalu pergi dari ruangan Irene
Irene menatap pintu yang tertutup rapat, hatinya terasa ada yang masih mengganjal tapi ia berpikir positif aja mungkin hanya perasaan nya saja
lalu ia duduk membelakangi meja kerja nya, matanya memandang jendela kaca terlihat banyak orang yang melakukan aktifitasnya
mata irene terus menikmati pemandangan tapi pikiran nya masih memikirkan ayah kandung nya yang sudah sadar
__ADS_1
sekarang ayah kandungnya di urus oleh asisten Rey dan soal biaya hidup irene selalu mengirimkan uang, lewat perantara orang lain
(aku memang membencimu, bahkan mungkin aku tak bisa memaafkan mu, tapi aku sudah berjanji pada mommy untuk menjaga mu, walau dari jarak jauh) batin Irene
flashback on
seorang wanita paruh baya terkulai lemas di atas ranjang di temani sosok wanita cantik
"irene"panggil mommy lirih yang masih bisa irene dengar
"iya mom" jawab Irene lebih dekat
"bolehkah irene berjanji sama mommy?" tanya mommy
"untuk apa mom?" tanya irene memegang tangan mommy
"irene berjanji dulu" ucap mommy
"iya ma irene janji tapi mommy harus sembuh" ucap irene
"irene dengarkan mommy mungkin setelah mommy tiada, kehidupan keluarga kita akan berubah" ucap mommy lemah
"mommy ngomong apa, irene yakin kalau mommy akan sembuh" ucap Irene sudah berkaca-kaca
"irene berjanji lah apapun yang terjadi, apapun kesalahan Daddy irene bisa memanfaatkan Daddy, dan irene akan selalu menjaga Daddy" ucap mommy lirih
"mommy ngomong apa sih, mommy istirahat aja ya" ucap Irene mengalihkan pembicaraan
"berjanjilah irene, demi mommy uhuk uhuk " ucap mommy lalu batuk-batuk
"uhuk-uhuk berjanji dulu irene, mommy mohon" mohon mommy
"iya irene janji mommy, udah sekarang mommy istirahat ya" ucap Irene tersenyum
"terimakasih ya irene mommy sayang irene, uhuk-uhuk mommy sayang sama irene dan Daddy, hiduplah bahagia nak uhuk-uhuk percayalah kebahagiaan itu pasti ada uhuk-uhuk" ucap mommy tersenyum
"irene juga sayang mommy and daddy" ucap irene mencium kening mommy lumayan lama
mommy Serin menutup mata saat Irene mencium keningnya dan irene tak menyadari itu, saat Irene mengangkat kepalanya ia melihat Mommy menutup Mata ia kira sudah tidur
tapi beberapa detik kemudian irene yang memandangi wajah mommy merasa ganjal wajah mommy seperti orang tidur tapi tersenyum
(mommy kok tidurnya sambil senyum ya) batin irene
dilihat nya tak ada penggerakan sama sekali irene pun penasaran ia mendekat kan jarinya ke hidung mommy
(kok gak ada nafasnya) batin irene mulai panik
"gak mungkin" gumam irene lirih
karena irene ingin memastikan ia pun memeriksa nadi mommy dan ternyata hasilnya sama
"mommy" lirih irene
"nggak, nggak mungkin" ucap Irene syok
__ADS_1
"mommy bangun" panggil Irene menggoyangkan lengan mommy
"mommy bangun ini nggak lucu mom" ucap Irene
"mom bangun mom" panggil Irene menggoyangkan lengan mommy sedikit bertenaga
"mommy bangun" teriak irene mencoba memanggil mommy nya
"mommy" teriak irene lalu ia terduduk lemas di samping ranjang
teriakan irene terdengar sampai di ruang tamu para pelayan yang mendengar nya langsung menghampiri irene, mereka melihat irene yang menangis tersedu-sedu sambil memanggil mommy nya
karena pelayan tak berani mendekat akhirnya salah satu dari mereka memanggil tuan Mahesa yang kebetulan hari ini ia tidak berangkat bekerja tapi ia sedang berada di ruang kerjanya
tok tok tok
"masuk" ucap tuan Mahesa
"tuan, anu nyonya" ucap pelayan itu gagap
"apa ngomong yang jelas, mau saya pecat?" kesal tuan Mahesa
"anu tuan itu non irene manggil nyonya Serin" ucap pelayan
"terus kenapa, apa masalah nya" bentak tuan Mahesa
"tapi nyonya Serin tak ada respon apa-apa tuan, dan non Irene memanggil nyonya sambil teriak histeris dan menangis tuan" ucap pelayan
tuan Mahesa Diam sejenak mencerna ucapan sang pelayan lalu ia segera berlari menuju kamarnya
sampai di kamarnya ia melihat irene memanggil mommy nya dengan menangis tersedu-sedu
ia pun menghampiri nya dan memegang pundak irene
"dad mommy dad" ucap Irene memeluk tuan Mahesa
"mommy sudah ninggalin irene dad" ucap irene menangis
syok tentu saja tubuh tuan Mahesa menegang, karena tak percaya ucapan irene iya mendekat kan jarinya ke hidung mommy
deg
jantung tuan Mahesa berdetak kencang saat ia tak merasakan nafas mommy Serin
ia terduduk lemas matanya mengalir cairan bening orang yang ia cintai telah meninggalkan nya ia pun mempererat pelukannya pada irene yang masih mendekap tubuh tuan Mahesa
ia menghapus air matanya mencoba untuk tegar, tapi masih saja air matanya lolos begitu saja.
flashback off
irene mengusap air matanya saat memori itu berputar di otaknya ia tak menyangka jika mommy akan meninggalkan nya secepat itu
dukung author terus yuk dengan cara vote like dan komen
terimakasih 🙏
__ADS_1
selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, semangat puasa nya💪