
di dalam ruangan Davin terjadi perdebatan menguras emosi Davin
"bicara omong kosong apa kamu hah" bentak Davin pada nindi
"aku ngomong kenyataan sayang, kenapa kau tak percaya" ucap nindi pura-pura sedih
"heh, memang aku bodoh apa bisa kau tipu" ucap Davin dengan nada tinggi
"aku tak menipu mu Davin" ucap nindi hendak meraih tangan Davin tapi Davin menepis kasar tangan nindi
"jangan sentuh, tak Sudi jika kau menyentuh ku" sinis davin
"Davin kenapa kau tega" ucap nindi dengan air mata palsunya
ceklek
tiba tiba pintu ruangan terbuka menampilkan sosok asisten Ken yang takut karena asisten Ken melihat wajah Davin memerah menahan amarah siap untuk meledak
"maaf tuan " ucap asisten Ken
"dari mana saja kau asisten Ken" bentak Davin
asisten ken yang mendengar bentakan Davin pun tergejolak kaget
"maaf tuan tadi sa - " ucap asisten Ken
"tadi apa, seharusnya kau berangkat lebih awal dariku, dan seharusnya pula kau sudah tau jika ada pengganggu di kantor" ucap Davin dengan nada tinggi sambil menunjuk nindi di akhir kalimat
(mampus kau asisten Ken) batin asisten Ken menelan ludahnya kasar
"sayang aku bukan pengganggu aku ke sini ingin menemui mu" ucap nindi manja
"diam kamu" bentak Davin
nindi yang mendengar bentakan Davin pun langsung terdiam
(ck susah banget sih nalukin dia) batin nindi kesal
"kau bereskan perempuan ular ini" ucap Davin hendak pergi meninggalkan nindi
"davin jika kau tak mau denganku, aku akan membocorkan pada wartawan jika kau mengandung anakmu dan kau tak mau mengakui anak mu sendiri" teriak nindi
Davin tak menggubris teriak an nindi ia melanjutkan langkah tak lupa pula ia menutup pintu dengan keras
Brak
asisten Ken yang masih setia di samping pintu mengusap telinga nya karena bunyi pintu memekik keras di telinga
"nona silahkan anda keluar" ucap asisten Ken datar
__ADS_1
"ck tanpa kau suruh juga aku keluar sendiri" kesal nindi karena Davin juga tak mengindahkan omongannya
(awas saja kau Davin, tunggu berita besok pagi) batin nindi tersenyum licik
ia berjalan membuka pintu lalu menutup pintu dengan keras
brak
asisten Ken yang masih di dalam hanya mengelus dada
"ck untung ruangan ini masih aman tak ada yang berantakan" ucap asisten Ken lega saat melihat ruangan Davin masih sama seperti kemarin
lalu ia berjalan ke arah pintu membuka pintu
"kasihan untung kau tak copot dari tempatmu" ucap asisten Ken pada pintu sambil mengelus nya
lalu ia berjalan keluar menutup pintunya
brak
suara pintu tertutup keras
"biar dapet piring cantik sekalian, beli tiga bonus satu, ini banting tiga bonus baru hehehe" ucap asisten Ken cekikikan
✓✓
di sebuah apartemen cukup mewah tempat nindi tinggal
lalu ia meneguk minumannya yang di ambil dalam kulkas
"awas saja kau Davin" ucap nindi menyeringai lalu ia bangun dari duduknya
berjalan menuju ruang tamu mengambil ponsel di dalam tasnya lalu ia menekan nomor seseorang
Tut Tut
"hallo be" ucap orang sebrang sana
"aku butuh bantuan mu" ucap nindi menyeringai
"bantuin apa be" ucap orang itu
"buatkan aku surat bahwa aku hamil dan surat tes DNA bahwa anak itu anak Davin" ucap nindi mendudukkan dirinya di atas sofa
"what are you serious?" tanya orang itu terkejut
"iya, aku serius kamu buatin sekarang pokoknya besok pagi harus sudah ada dokumen nya" ucap nindi tersenyum
"Davin CEO perusahaan ect kan?" ucap orang itu memastikan
__ADS_1
"iya siapa lagi, cepeat buatin pokoknya" ucap nindi
"mending jangan deh, gue takut terjadi apa-apa" ucap orang itu khawatir
"udah Lo tenang aja" ucap nindi santai
"tapi kalau ada apa-apa Lo yang tanggung jawab ya" ucap orang itu
"tenang semua beres pokoknya" ucap nindi tersenyum tipis
"ya udah ya gue tutup dulu, bye" ucap orang itu
"bye" sambungan telepon berakhir
(tunggu saja kau akan jadi milikku Davin) batin nindi menyeringai
saat membayangkan esok hari pintu bell apartemen berbunyi, nindi pun bergegas menuju pintu lalu membukanya
"hai sayang aku kangen sama kamu" ucap orang itu memeluk nindi
"aku juga merindukanmu Bram" ucap nindi membalas pelukan Bram
(kebetulan banget ada dia) batin nindi
"sayang aku butuh kamu" ucap Bram dengan wajah penuh nafsu
nindi tersenyum lalu ia menutup pintu apartemen nya
"baiklah tapi aku punya satu permintaan buatmu" ucap nindi menggoda
"apa itu sayang" ucap Bram mengendus-endus leher nindi
"ish stop dulu Bram aku belum selesai ngomong" ucap nindi kesal karena dari tadi Bram terus saja ingin menciumnya
" iya sayang, mau ngomong apa" ucap Bram membelai wajah nindi
"aku mau kau pinjamkan aku stasiun televisi milikmu besok" ucap nindi membelai rambut Bram
"buat apa sayang" tanya Bram heran
"nanti juga kau tau, kamu pinjamin enggak kalau enggak kamu pulang sekarang" ucap nindi merajuk
"jangan dong sayang, iya apapun ku lakukan untukmu" ucap Bram tersenyum
"jadi kita bisa mulai sekarang" ucap Bram mulai bernafsu kembali
nindi pun tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya, kemudian mereka melakukan hal terlarang di dalam apartemen nindi
jangan lupa vote like dan komen
__ADS_1
terimakasih 🙏
selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan semangat 💪