DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
alibi Bryan


__ADS_3

pagi harinya adalah hari weekend semua orang tengah beristirahat melepaskan lelah dari pekerjaan yang menguras tenaga


pagi yang cerah menyambut pagi yang baik, pagi ini asisten El sedang berolahraga seperti biasa nya


berangkat menggunakan mobil karena ia biasanya joging di taman kota tak jauh dari tempat tinggal irene


sampai di sana ia memakirkan mobilnya, setelah terparkir ia membuka pintu tak lupa ia membawa barang yang ia perlukan lalu ia menutup mobilnya


berjalan ke arah taman kota sampai di sana ia bergegas lari lari kecil mengelilingi taman


setelah mendapat 3 putaran asisten El lalu duduk di bawah pohon ia bersandar di pohon sambil memejamkan matanya sejenak


baru beberapa detik memejamkan matanya asisten El kembali membuka matanya karena merasakan ada orang yang duduk di sampingnya


saat melihat orang itu asisten El langsung berdiri meninggalkan orang itu tapi tangan asisten El di cekal orang itu


"mau ke mana?" tanya orang itu


"lepas" ketus asisten El


"di sini saja Kenapa sih?" tanya orang itu


"gue bilang lepas, ya lepas" kesal asisten El sambil melepaskan cekalan tangannya tapi usahanya sia-sia


"kalau aku gak mau gimana?" ucap orang itu tersenyum


"kalau Lo gak lepasin tangan gue teriak ni" ancam asisten El


"teriak aja" ucap orang itu


"to - em emm" ucap asisten El terpotong karena mulutnya sudah di bekap orang itu


" sstt jangan teriak teriak" ucap orang itu masih membekap mulut asisten El


"aku lepas tapi jangan teriak ya" ujar orang itu


asisten El pun mengangguk setelah orang itu melepaskan tangannya langsung saja asisten El menginjak sekuat tenaga kaki pria itu dan berlari meninggalkan orang itu


"aduh sakit sekali" ucap orang itu merintih


"dasar wanita bar-bar" gumam orang itu


"tapi aku suka" kata orang itu tersenyum lalu ia juga meninggalkan taman kota dengan berjalan pincang karena injakan asisten El cukup membuat orang merintih kesakitan


sedangkan asisten El sudah sampai di mobil ia pun segera membersihkan mulutnya dengan tisu basah menggosok cukup kuat seakan ada kotoran yang menempel di mulutnya


"dasar lelaki buaya" umpat asisten El


"menyebalkan" kesal asisten El menghidupkan mesin mobil nya melajukan mobilnya kembali ke rumah


"asisten Ken brengsek" umpat asisten El


ya orang tadi adalah asisten Ken yang kebetulan lewat untuk membeli bahan makanan tapi saat lewat taman kota ia melihat asisten El jadi ia memutuskan untuk menghampiri asisten El sejenak sebelum membeli keperluan makan

__ADS_1


✓✓


keesokan pagi harinya semua orang sudah siap untuk sarapan bersama di meja makan sudah ada Mama Andini irene dan asisten El sedangkan Aya masih membuat pulau pribadinya alias masih molor


mereka menikmati sarapan dengan tenang tak ada pembicaraan sama sekali


"irene berangkat dulu ma" pamit Irene berdiri di ikuti asisten El


"iya hati-hati di jalan" ucap mama Andini


"saya permisi nyonya" pamit asisten El yang di balas anggukan mama Andini


mereka berdua pun berangkat ke kantor sampai di kantor irene masuk ke ruangan nya begitupun juga asisten El


saat masuk dalam ruangan nya irene di kaget kan adanya Bryan yang sudah duduk di sofa


"hay sayang kau sudah datang" sapa Bryan berdiri dari duduknya


"iya sudah, tumben pagi-pagi sudah ada di sini ada apa" ucap Irene menghampiri Bryan


"duduklah ada yang ingin aku sampaikan padamu" ucap Bryan mengajak duduk irene


"ada apa?" tanya irene menatap Bryan


"sebenarnya aku kesini ada yang ingin aku sampaikan padamu" ucap Bryan memandang irene


"ada apa katakan lah" ucap Irene


Bryan diam sejenak lalu tangannya terulur ke wajah irene


"minta bantuan apa katakan, mungkin aku bisa membantu" ucap Irene tersenyum memegang tangan Bryan yang ada di kepalanya


"tapi aku tak enak padamu" ucap Bryan basa-basi


"memang apa, aku kan pacarmu jadi katakanlah" ucap Irene tersenyum


"sebenarnya aku ingin meminjam uang padamu" ucap Bryan melepaskan tangannya lalu bersandar di sandaran sofa


(lebih tepatnya meminta uang mu) batin Bryan


"memang berapa yang kamu butuhkan" tanya irene


"tidak usah lah aku takut merepotkan mu" ucap Bryan pura-pura tak enak hati


"kau tak merepotkan ku sungguh" ucap irene tersenyum


"tapi uangnya tak sedikit" ucap Bryan


"berapa memangnya?" tanya irene penasaran


"kurang lebih seratus juta" ucap Bryan pura-pura sedih


"seratus juta" tanya irene memastikan

__ADS_1


"iya, tapi aku tak enak denganmu" ucap Bryan


"memang buat apa uang seratus juta" ucap irene


(tinggal kasih aja sih ribet banget sampe nanya buat apa) batin Bryan kesal


"sebenarnya aku di tipu rekan bisnis ia memutuskan kontrak secara sepihak jadi aku harus mengganti uang pinalti nya" ucap Bryan wajahnya di buat sesedih mungkin


"bagaimana bisa terjadi" tanya Irene heran


"entahlah, aku juga gak tau" asal Bryan


"lain kali hati-hati kalau menjalin bisnis dengan orang lain" nasehat irene


(sial, pakek ceramah pula dia) batin Bryan menggerutu


"namanya juga manusia pasti ada salahnya" kilah Bryan


"terus bagaimana dengan orang itu?" tanya irene


"entahlah, biar saja dia jadi bagaimana kamu jadi mijamin uang aku" ucap Bryan sedikit kesal


"kalau kamu keberatan aku cari pinjaman orang lain aja" ucap bryan beranjak dari duduknya


"oke, tunggu sebentar ya, jangan marah" ucap irene menenangkan Bryan lalu membuka tasnya mengambil cek lalu memberikan pds Bryan


"ini, ada cek 200 juta kau ambil aja gak usah di kembalikan, sisanya buat jaga-jaga kalau nanti ada masalah lain" ucap irene tersenyum


"ini beneran sayang" ucap Bryan berbinar-binar


"iya ambil aja" ucap Irene


"terimakasih sayang aku tak tau harus mengatakan apa" ucap Bryan memegang tangan irene lalu memeluk irene


(memang takkan aku kembalikan padamu, minta 100 juta di kasih 200 juta) batin Bryan tersenyum girang


uang segitu tak berarti buat irene karena ia bisa mendapatkan lebih dari itu setiap hari nya


"ya sudah aku kembali ke kantor dulu ya" ucap Bryan melepaskan pelukannya


"nggak nanti aja" ucap Irene


"enggak, aku mau menyelesaikan masalah ini dulu" alasan Bryan


"oke baiklah hati-hati di jalan ya" ucap Irene tersenyum


"bye bye sayang" ucap Bryan mengecup pipi irene lalu melangkah keluar meninggalkan irene


(bisa senang-senang hari ini) batin Bryan senang saat sudah di dalam mobil nya


hallo readers yuk dukung author vote like dan komen


terimakasih 🙏

__ADS_1


semangat untuk yang menjalankan ibadah puasa bagi yang 💪


__ADS_2