DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
mengumpulkan bukti


__ADS_3

setelah berdebat dengan hp nya irene kembali menghubungi Steve meminta Steve mencari bukti bahwa Bryan penggelapan uang


Tut Tut


"Steve - " ucap irene terpotong


"aku sudah tau kau cek saja email mu, bodoh" ucap Steve bercanda


"lo ya, gue potong gaji Lo ya" ancam irene


"gue gak takut, mana tega Lo kagak gaji gue yang ada gue dapet bonus banyak ,haha " ucap Steve di akhiri ketawa ngakak


"dasar sialan Lo" umpat irene sambil membuka email


"makanya kalau cari cowok cek dulu identitas nya Jan asal percaya bego" ucap Steve menasehati


"iya bawel, cari keberadaan orang yang pernah dia tipu, alamat rumah nya dan ada di mana" ucap Irene yang sudah membaca email dari Steve


"ya nyonya Bryan" goda Steve


"Steve bisa diam gak sih Lo" kesal irene


"siap say" ujar Steve dengan nada lebay nya


"jijik gue" ucap Irene


"udah gue kirim, krauk " ucap Steve sambil memakan makanan nya


"cuma tiga ini, yang bener aja Lo" ucap Irene tak percaya


"yang lainnya krauk , udah meninggoi krauk , masih ada satu lagi sih slruupp ah" ujar Steve sambil makan lalu minum meminum nya


"siapa, kok lu gak kasih tau sekalian" ucap Irene mulai kesal karena dari tadi mendengar suara Steve makan dengan rakusnya sambil bunyinya kedengaran keras


"krauk emang lu mau krauk" ucap Steve terpotong dan masih dengan makanannya


"Steve bisa kagak sih lu berhenti dulu makannya sebel gue denger nya, krauk krauk Mulu" kesal Irene menirukan suara Steve saat makan


"iya iya, kalau lu mau lu pergi aja ke rumah sakit" ucap Steve muka penuh arti


"rumah sakit mana kenapa lu gak sekalian kirim alamat nya" kesal irene


"udah gue kirim alamat nya lengkap deh pokoknya" ucap Steve menahan tawa


"oke thank duit lu udah gue transfer" ucap Irene


"ok - " ucap Steve terputus saat telpon nya sudah di matiin irene duluan


"dasar Irene, sialan lu tunggu saja kejutan dariku" ucap Steve penuh arti


"mampus, rasain lu makanya jangan matiin telfon seenaknya" ucap Irene


kayak lu kagak pernah aja irene ireneπŸ˜‚


setelah membaca data korban Bryan irene mulai menyusun rencana untuk menemui mereka semua


βœ“βœ“


keesokan pagi harinya irene sudah berada di kantor lengkap dengan asisten El


"nanti jam 8 kita perusahaan Yoma" ucap irene pada asisten El


"untuk apa kita di sana Miss, kita tidak ada kerjasama dengan mereka?" tanya asisten heran

__ADS_1


"nanti kau juga akan tau" ucap Irene datar


"baik Miss" ucap asisten El lalu keluar karena ia tau irene sedang mode tak mau di ganggu terlihat dari gaya bicaranya


jam delapan pagi asisten El dan irene sudah berada di dalam mobil menuju perusahaan Yoma


sampai di sana asisten El langsung bertanya pada resepsionis


"selamat datang di perusahaan Yoma ada yang bisa saya bantu" ucap resepsionis ramah


" apa tuan Yoma nya ada?" ucap asisten El


"maaf apa sebelumnya sudah buat janji?" tanya resepsionis sopan


"katakan saja Miss Ier datang berkunjung" ucap asisten El


"baik tunggu sebentar" ucap resepsionis itu


lalu menghubungi sekertaris tuan Yoma setelah mendapat jawaban resepsionis itu menutup telepon nya


"permisi mari saya antar" ucap resepsionis itu menuntun jalan menuju ruangan Yoma


tok tok


"masuk" ucap tuan Yoma di dalam sana


"silahkan masuk nona" ucap resepsionis itu lalu ia pergi meninggalkan mereka


pintu terbuka masuklah irene dan asisten El mereka sudah di sambut tuan Yoma dan asisten nya


"selamat pagi Miss Ier, silahkan duduk" ucap tuan Yoma


asisten El dan irene pun duduk di ikuti tuan Yoma sedangkan asisten ya pergi mengambil minuman untuk irene dan asisten El


"maaf ada keperluan apa ya, sehingga Miss Ier datang berkunjung ke perusahaan kecil ini" ucap tuan Yoma merendah


(sebenarnya ada hubungan apa dengan tuan Bryan) batin asisten El


"lelaki brengsek itu, siapa yang tidak kenal dia" ucap tuan Yoma


"saya ingin mengajak anda kerjasama, menghancurkan perusahaan nya, bagaimana" ucap irene to the point


(apa aku gak salah denger) batin asisten El bertanya


"kenapa anda mengajak saya kerjasama?" tanya tuan Yoma heran karena bisa saja irene langsung menggulingkan perusahaan Donta


"ya atau tidak, saya beri kamu waktu 5 detik untuk berpikir" ucap Irene tak terbantahkan


"tapi " ucap tuan Yoma terpotong


"satu"


"dua"


"tiga"


hitungan ketiga tuan Yoma masih berpikir


"empat"


"Lim. . "


"saya setuju" ucap tuan Yoma mantap karena dendamnya pada Bryan masih melekat di hati nya

__ADS_1


"baik kalau begitu anda bersedia menjadi saksi di pengadilan nanti" ucap Irene berdiri di ikuti asisten El dan tuan Yoma beserta asisten nya


"langkah selanjutnya nanti saya hubungi kembali" ucap Irene lalu pergi meninggalkan mereka berdua


"permisi selamat pagi" ucap asisten El menyerah kan kartu nama lalu menyusul irene


sekarang irene menuju korban Bryan ke dua, korban kedua Bryan langsung menyetujui tanpa basa-basi, lalu irene menuju korban ketiga tapi sayang irene tak bisa mengajak mereka bekerja sama karena korban ketiga ini sudah mengikhlaskan semua dan sudah tak mau berurusan dengan Bryan


dan kini saatnya Irene menuju korban keempat yang berada di rumah sakit


sampai di rumah sakit asisten El bertanya dimana ruangan tuan Graham , sang suster pun menunjukkan jalannya


saat di tengah perjalanan irene merasa heran karena jalan menuju ruangan tuan Graham melewati kamar mayat


(apa benar ini jalannya kenapa melewati kamar mayat) batin irene


sedangkan asisten El bergidik ngeri


mereka masih berjalan terus sampai di gedung berbeda irene bernapas lega


sampai di pos penjagaan asisten El kembali bertanya di mana ruangan tuan Graham


dan petugas pun mengantar kan mereka, tapi si tengah perjalanan mereka di buat ngeri kembali karena mereka melewati pasien yang kurang waras


(yang benar saja) batin Irene menengok ke kanan ke kiri semua berisi pasien sakit jiwa


tak berapa lama mereka sampai di ruangan tuan Graham


"ini ruangan tuan Graham nona" tunjuk petugas pada sel yang berisi orang gila


"yang benar pak ini ruangan nya" ucap asisten El gak percaya


"benar nona, di sini ruangan tidak salah lagi" ucap petugas itu


asisten El bertanya pada irene apa benar orang yang ada di dalam itu adalah orang di cari irene


irene mendekat dan memastikan apa itu orang yang ia cari


(benar itu orangnya, tapi. .) batin irene lalu ia terdiam saat Steve mengucapkan sambil menahan tawa


(awas saja kau Steve) batin irene kesal karena Steve telah mengerjainya


"kita pulang sekarang" ucap Irene lalu meninggalkan Asisten El dan petugas itu


"dasar Steve gila" gumam irene pelan sambil melangkah cepat saat melewati beberapa orang gila


tiba tiba irene di peluk wanita gila tak sampai di peluk irene juga di cium semua wajah irene


"anakku sayang" ucap wanita gila itu yang mengira irene adalah anaknya


"anakku muah" ucap wanita itu yang terus menciumi wajah irene


"STEVE" teriak irene bertambah kesal ia pun berontak tapi tenaga kalah kuat dengan wanita itu


"awas saja kau Steve gue jadikan lu perkedel" ucap Irene nada kesal


hati irene bertambah kesal, asisten El akhirnya bisa menyusul langkah irene tapi ia menahan tawa saat melihat irene di peluk dan di cium orang gila


sedangkan di rumah Steve Ia terus saja bersin


"hatscuh" siapa sih yang ngomongin gue" ucap Steve menggosok hidungnya


jangan lupa vote like dan komen

__ADS_1


terimakasih πŸ™


selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan semangat πŸ’ͺ


__ADS_2