DENDAM CEO CANTIK

DENDAM CEO CANTIK
pertemuan


__ADS_3

mobil irene sudah melaju di jalanan kota memecah kepadatan orang yang sedang beraktivitas


di dalam mobil irene sedang melihat drama kebohongan nindi melalui i pad nya


(heh pakai dokumen palsu ternyata,baiklah jika ingin bermain denganku) batin irene tersenyum miring


mobil melaju hingga akhirnya sampai di kantor, lalu irene dan asisten El turun dari mobil berjalan ke dalam karyawan yang melihatnya memberi hormat pada mereka


"selamat pagi miss, asisten El" ucap para karyawan yang hanya di angguk i kepala


Ting


pintu lift berbunyi sampai lah irene di ruangan nya bersama asisten El


"nanti siang kita ke perusahaan ect" ucap Irene yang sudah duduk


"baik Miss" ucap asisten El yang tau tujuan irene


"kau boleh pergi" ucap Irene


"permisi Miss" ucap asisten El lalu ia keluar menuju ruangan nya


✓✓


di tempat stasiun televisi milik Bram terlihat nindi sedang bermain aktingnya


"saya disini nindi Carles ingin menyampaikan suatu berita yang mungkin banyak orang yang tak percaya tapi inilah kenyataan nya" ujar nindi mulai meneteskan air mata


"saya saat ini sedang berbadan dua hiks hiks " ucap nindi menangis


"memang buat kalian ini adalah tak pantas tapi" Isak nindi


"tapi itu semua aku lakukan demi mendapatkan cintanya hiks hiks"


"setelah aku melakukan itu semua untuknya dia tega meninggalkan ku begitu saja hiks hiks dan mau mengakui kalau ini anaknya hiks hiks" Isak nindi


"saya sengaja mengatakan ini semua di depan publik agar dia mau bertanggung jawab" ucap nindi mengusap air matanya


"dan sebenarnya anak yang aku kandung saat ini adalah anak Davin Eka Prayoga" ucap nindi


"ya benar yang kalian maksud Davin Eka Prayoga CEO perusahaan ect, memang kalian tidak menyangka tapi itulah kenyataannya" ujar nindi lalu ia mengambil dokumen palsu


"dan di sini saya sudah ada buktinya kalian bisa lihat, saya tidak berbohong hiks hiks tolong bantu saya untuk mendapatkan keadilan" ucap nindi mengeluarkan air mata


"terimakasih" ucap nindi lalu membukukan badan


lalu ia turun di atas panggung berjalan seperti orang yang tertindas berjalan terus sampai di ruang ganti


"bagaimana aktingku bagus gak" ucap nindi pada Bram


"bagus sayang luar biasa" ucap Bram mencium bibir nindi dan nindi pun membalasnya


"jangan lupa imbalannya" ucap Bram setelah melepaskan ciumannya


"beres" ucap nindi tersenyum


tersiarnya berita tentang Davin CEO tampan pemilik perusahaan terbesar di negara ini membuat para netizen heboh termasuk wartawan yang berlomba-lomba mendapatkan informasi lebih lanjut

__ADS_1


hingga kini perusahaan ect di penuhi para wartawan yang meminta penjelasan dari pihak Davin terkait dengan berita tentang dirinya


Davin kini sedang berada di di dalam mobil sudah berada tak jauh dari kantor nya


"ck sial sudah ada wartawan di depan lagi, kita lewat pintu rahasia saja" ucap Davin pada asisten Ken


"baik tuan" ucap asisten Ken lalu menjalankan mobilnya ke arah rumah yang ada garansinya samping kantor yang langsung terhubung di basement kantor


"kita adakan konferensi pers nanti siang" ucap Davin saat ia sudah berada di dalam ruangan nya


"baik tuan, tapi bagaimana dengan bukti yang menguatkan jika anda bersalah tuan" ucap asisten Ken


"nanti aku pikirkan" ucap Davin mengacak rambutnya


"sepuluh menit lagi kita akan rapat dengan para dewan direksi tuan" ujar asisten Ken


"hah, pasti mau bahas tentang berita ini, baiklah kau boleh keluar 10 menit lagi panggil aku kembali" ucap Davin menghela nafas panjang


"baik tuan permisi" ucap asisten Ken Membungkukkan badan lalu keluar


"huf, dasar wanita ular berbisa, awas saja ku hancurkan hidupmu" ucap Davin tersenyum licik


sepuluh menit yang lalu Davin sudah berada di ruang rapat dan benar saja para dewan direksi marah Ketika mendengar berita miring itu yan Dimana membuat saham ect menurun


rapat tentang berita itu berakhir pada siang hari Davin dengan sekuat tenaga menyakinkan para dewan direksi bahwa berita itu tidaklah benar dan dewan direksi memberikan satu kesempatan membuktikan ucapan Davin


"huh lelah sekali" ucap Davin yang sedang bersandar di kursinya


"maaf tuan anda mau makan apa tuan" ucap asisten Ken


"aku tidak nafsu makan, kau saja yang makan" ucap Davin


"asisten Ken" tegas Davin menatap tajam asisten Ken


"maaf tuan, kalau begitu saya permisi" ucap asisten Ken lalu pergi meninggalkan Davin


belum ada satu menit asisten menutup pintu kini sudah kembali terbuka lagi


"sudah aku bilang aku tidak nafsu makan" ketus Davin tanpa melihat siapa yang datang


brak


suara kotak nasi di banting ke atas meja, Davin yang sedang memejamkan matanya pun langsung terbuka lebar saat mengetahui orang yang ada di depannya


"hehehe, mama bagaimana bisa mama ada di sini" ucap Davin menyengir


"kenapa tidak boleh jika mama kesini" ketus mama Davin berkacak pinggang


"bukan begitu ma, di luar kan banyak wartawan takutnya Mama kenapa-kenapa" ujar Davin


"kau nyumpah in mama celaka hah" teriak mama Davin


"bukan gitu ma, sudah mama kesini mau ngapain?" tanya Davin


"tuh makan keadaan kayak gini pasti kamu gak mau makan" ucap mama Davin menunjuk kotak nasi yang ia bawa


"tapi ma" ucap Davin terpotong

__ADS_1


"Davin" ucap mama Davin menatap tajam Davin tanda tak menerima bantahan apapun


"iya iya" pasrah Davin lalu membuka kotak nasi itu, baru saja Davin hendak mengambil sendok tiba tiba ada yang mengetuk pintu


tok tok


"masuk" ucap Davin


masuklah wanita cantik berwibawa melangkah menghampiri Davin sambil membawa sebuah map coklat


"ehh, irene mau ngapain ke sini?" tanya Davin heran


tanpa memperdulikan ucapan Davin irene malah mencomot makanan davin


"eh kau" ucap Davin terhenti kala mama yang baru keluar dari toilet


"Davin mama pulang du -lu ya, eh ada tamu ternyata" ucap Mama Davin yang melihat irene sedang makan


uhuk uhuk


irene tersedak saat ia menyadari bahwa makanan yang ia makan adalah makanan yang mama Davin bawa untuk makan siang Davin


ia tau karena Davin bukan tipe orang yang mau membawa bekal apalagi kotak nasi itu bukan dari toko makanan dimanapun


"hati-hati makannya" cemas Davin menepuk punggung irene sambil memberikan minuman nya pada irene


mama Davin yang melihatnya pun tersenyum ia bisa melihat jika Davin mencintai orang yang ada di depannya dengan tulus


"maaf nyonya makanan nya saya makan ini tinggal setengah" ucap Irene tersenyum kikuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal


mama Davin tersenyum lalu menghampiri irene menatap mata irene dengan intens


kemudian ia mengangkat tangannya mengusap kepala irene


"gak papa sayang makan aja semuanya, katanya tadi Davin gak nafsu makan jadi habiskan saja" ucap mama Davin dengan lembut


"biar Davin yang habiskan nyonya Irene sudah kenyang" ucap Irene tersenyum sopan


"jangan panggil nyonya dong panggil mama saja ya" pinta mama Davin


(mama tau aja) batin Davin mendengar ucapan mamanya


irene menoleh ke arah Davin, dan Davin tersenyum lalu mengangguk


"iya nyo eh mama" ucap Irene canggung


"ya sudah mama pergi dulu ya" ucap mama Davin


"iya hati-hati di jalan ma" ucap Davin dan irene


sepeninggal nya mama Davin suasana mendadak jadi hening seketika


krik krik krik


lanjut entar malem ya😂


jangan lupa vote like dan komen yang banyak

__ADS_1


terimakasih 🙏


selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan semangat 💪


__ADS_2